skip to main content

PENATAAN KAWASAN KAMPUNG BAHARI TAMBAKLOROK BERBASIS SISTEM SOSIO-EKOLOGIS KAWASAN (SES)

*Delonix Regia Dwi Anugerah  -  UNIVERSITAS DIPONEGORO, Indonesia

Citation Format:
Abstract
Kawasan pesisir perkotaan merupakan ruang yang memiliki dinamika tinggi akibat interaksi  antara sistem sosial dan ekologis. Kampung Tambaklorok sebagai kampung nelayan terbesar  di Kota Semarang menghadapi berbagai permasalahan kompleks, seperti penurunan muka  tanah, banjir rob, kepadatan permukiman, serta keterbatasan infrastruktur dasar yang  berdampak pada kualitas hidup masyarakat. Intervensi penataan kawasan yang selama ini  cenderung bersifat top-down dan berfokus pada pembangunan fisik terbukti mampu  meningkatkan ketahanan lingkungan secara jangka pendek, namun belum sepenuhnya  mendukung kapasitas adaptif masyarakat nelayan dalam menghadapi perubahan yang  berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan konsep redesain Kampung Bahari  Tambaklorok berbasis Sistem Sosio-Ekologis(SES) yang mampu menyeimbangkan  ketahanan fisik lingkungan dengan praktik adaptasi masyarakat. Metode yang digunakan  meliputi pendekatan deskriptif melalui observasi lapangan, wawancara, serta studi literatur,  didukung dengan metode dokumentatif dan komparatif untuk memperoleh pemahaman  tipologi dan strategi perancangan yang tepat. Hasil perencanaan menunjukkan bahwa  pendekatan SES memungkinkan integrasi antara aspek sosial, ekonomi, dan ekologis dalam  satu kesatuan sistem yang adaptif. Konsep desain diarahkan pada penguatan resiliensi  kawasan melalui penataan ruang yang responsif terhadap banjir rob dan penurunan muka  tanah, peningkatan kualitas infrastruktur, serta pengakomodasian aktivitas livelihood  masyarakat nelayan. Fokus penataan pada RW 15 sebagai area dengan tingkat kerentanan  tinggi menjadi strategi untuk menciptakan kawasan yang berkelanjutan, adaptif, dan mampu  mempertahankan identitas lokal. Dengan demikian, redesain Kampung Bahari Tambaklorok  berbasis Sistem Sosio-Ekologis(SES) diharapkan dapat menjadi model penataan kawasan  pesisir yang tidak hanya berorientasi pada ketahanan fisik, tetapi juga pada keberlanjutan  sistem sosial dan ekologis secara holistik.
Article Info
Section: Articles
Language : ID
  1. Gunderson, L. H., & Holling, C. S. (2002). Panarchy: Understanding Transformations in Human and Natural Systems. Island Press. Doxiadis, C. A. (1968). Ekistics: An Introduction to the Science of Human Settlements. Hutchinson. Lynch, K. (1960). The Image of The City. Massachusets Institute of Technology. Ching, F. D. K. (1960). Architecture: Form, Space, & Order

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.