skip to main content

Perancangan RSUD Goeteng Taroenadibrata Purbalingga Dengan Pendekatan Arsitektur Salutogenik

*Zalfa Nabilasyah  -  UNIVERSITAS DIPONEGORO, Indonesia

Citation Format:
Abstract
Tenaga medis di lingkungan rumah sakit menghadapi risiko tinggi terhadap gangguan  psikologis, termasuk stres kronis dan burnout, akibat beban kerja yang intens serta  lingkungan fisik yang seringkali bersifat klinis dan menekan. Penelitian ini mengeksplorasi  penerapan Arsitektur Salutogenik sebagai pendekatan preventif dalam perancangan fasilitas  kesehatan yang berfokus pada faktor-faktor pendukung kesehatan (salutogenesis), alih-alih  sekadar pencegahan penyakit (pathogenesis). Melalui integrasi elemen desain seperti  pencahayaan alami, koneksi biofilik, kontrol akustik, dan penyediaan ruang restorasi khusus  bagi staf, lingkungan binaan dapat berfungsi sebagai instrumen aktif dalam menurunkan  kadar kortisol dan meningkatkan kesejahteraan mental para profesional medis. Metode  penelitian yang digunakan adalah tinjauan literatur sistematis dan analisis preseden desain  yang menghubungkan variabel spasial dengan respons psikofisiologis manusia. Hasil kajian  menunjukkan bahwa ruang kerja yang dirancang dengan prinsip salutogenik secara  signifikan mampu meningkatkan rasa koherensi (sense of coherence) staf, yang pada  gilirannya memitigasi risiko burnout dan meningkatkan efikasi kerja. Kesimpulannya,  arsitektur rumah sakit modern harus memprioritaskan kebutuhan psikologis tenaga medis  sebagai bagian integral dari strategi keberlanjutan operasional fasilitas kesehatan.  Kata Kunci: Psikologi, Arsitektur Salutogenik, Tenaga Medis, Stres, Burnout.
Article Info
Section: Articles
Language : ID

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.