skip to main content

Semarang convention & exhibition center dengan pendekatan arsitektur high-tech

*Fernandito Raffy  -  Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia

Citation Format:
Abstract
Sebagai ibu kota provinsi Jawa Tengah, Semarang merupakan kota dengan ekonomi yang berkembang. Perkembangan ekonomi tersebut bisa dilihat merupakan hasil dari kerjasama antara sektor- sektor yang berbeda. Dari semua bentuk sektor penghasilan, pariwisita merupakan salah satu sektor dengan kontribusi terbesar terhadap perkembangan ekonomu Semarang. Contoh bentuk pariwisita yang lagi dikembangkan saat ini adalah pariwisita MICE. Pariwisita tersebut menggabungkan pertemuan atau acara pameran dan konferensi dengan rekreasi. Seiring bertumbuhnya pariwisita yang datang ke Semarang setiap tahunnya, pariwisita MICE mempunyai potensi untuk membawa penghasilan empat kali lipat lebih banyak dari pariwisita konvensional. Supaya bisa mengikuti perkembangan tersebut, maka Convention dan Exhibition Center perlu dibangun. Arsitektur High-Tech akan diterapkan sebagai bentuk dari tema pendekatan arsitektur. Karena banyaknya inovasi di dalam perkembangan teknologi, ditambah juga dengan memnuhi keperluan kebutuhan ruang, maka konsep arsitektur tersebut dipilih. Konsep arsitektur High-Tech merupakan konsep yang mengimplementasikan teknologi terkini dan diintegrasikan dengan penampilan bangunan. Supaya bisa mengikuti perkembangan zaman, sebuah bangunan harus bisa tahan lama. Maka dari itu, pemilihan material dan penggunaan teknologi terkini harus diperhatikan. Bangunan Convention dan Exhibition Center memperlukan kegiatannya untuk bisa dilaksanakan tanpa adanya hambatan. Untuk itu, pendekatan struktur bangunan akan menggunakan struktur bentang lebar. Struktur bentang lebar bisa menampung kegiatan dan aktivitas tanpa adanya memerlukan kolom di tengah ruangan.
Fulltext View|Download

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.