skip to main content

Perancangan Bandara Sepinggan dengan Memanfaatkan Lokalitas sebagai Identitas yang Berkelanjutan

*M Ikhsan Maulana Lubis  -  Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia

Citation Format:
Abstract
Perancangan Terminal Penumpang Bandara Sepinggan dengan Memanfaatkan Lokalitas sebagai Identitas yang berkelanjutan merupakan sebuah bentuk upaya mengembalikan perancangan bandar udara yang kuat akan lokalitas. Bandara Sepinggan merupakan salah satu dari tiga gerbang menuju IKN Nusantara dan gerbang utama menuju Kalimantan dan pengadaannya mengadopsi terminal-terminal baru yang bersifat modern. Keadaan tersebut mengakibatkan perbedaan antara suatu tempat (bandara) dengan tempat lainnya tidak dapat dirasakan. Untuk itu, dengan karakter kuat yang sudah melekat dengan Bandara Sepinggan, perencanaan dan perancangan akan difokuskan dalam penciptaan identitas pada Bandara Sepinggan dengan melebur lokalitas setempat dengan unsur teknis bandara yang sifatnya modern. Perencanaan dan perancangan dimulai dari proses merumuskan masalah, studi literatur dan studi preseden terkait teknis bandara. Lalu dilanjutkan dengan pengamatan eksisting, baik dari kebudayaan & elemen arsitektur lokal, ataupun terminal penumpang bandara itu sendiri. Landasan penyusunan dan perhitungan ruang yang akan dihadirkan dengan meninjau daya dukung lahan dan dikaitkan dengan kelas bandara perencanaan. Kemudian menyusun kebutuhan ruang dari aktivitas pengguna dan dari standar/regulasi yang mengatur tentang perencanaan Bandar Udara ataupun Terminal Penumpang Bandar Udara. Program ruang yang dihasilkan akan diterapkan pada tapak perencanaan untuk meyusun perencanaa di atas tapak. Selanjutnya akan dilakukan kajian aspek kinerja bangunan untuk diterapkan dalam proses perancangan agar semua standar pelayanan, kenyamanan, dan keamanan dapat terjaga dan terpenuhi. Setelah kebutuhan teknis dan pengguna tercapai, penciptaan identitas akan melalui pengamatan kritis dan dibedah melalui elemen perancangan agar penciptaan identitas hadir dalam keseluruhan arsitektur, tidak hanya penggunaan ornamen yang sifatnya tempelan semata.
Fulltext View|Download

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.