skip to main content

Taman Kesenian Berbasis Keseharian Masyarakat Di Pulau Samosir

*Gabriela Maibana Sinaga  -  Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia

Citation Format:
Abstract
Samosir merupakan pulau yang terletak di tengah Danau Toba dan memiliki potensi pengembangan pariwisata tinggi. Masyarakat yang menduduki kawasan danau toba didominasi oleh suku batak toba. Suku Batak Toba memiliki ciri tersendiri dari seni tari, seni sastra, seni bangunan & ukiran, dan seni musiknya. Oleh karena itu, pemerintah Kabupaten Samosir memanfaatkan potensi kesenian ini untuk meningkatkan pengembangan pariwisata Samosir, yaitu dengan mengadakan wisata budaya. Kabupaten Samosir merasakan dampak positif terutama di bidang ekonomi dengan pembuatan wisata budaya. Namun, disisi lain, terdapat dampak negatif yang perlu diperhatikan. Untuk mengatasi dampak negatif ini, diperlukan apresiasi budaya oleh masyarakat maupun wisatawan agar kesenian dapat dilihat sebagai warisan yang perlu dilestarikan dan bukan hanya sebagai sumber pendapatan. Aktivitas keseharian dan kesenian suku batak toba tidak lepas dari peranan alam dikarenakan tradisi dan adatnya yang menghormati alam. Berdasarkan permasalahan dan potensi tersebut di atas, dibutuhkan rancangan yang mampu mewadahi ragam kesenian dan pola kehidupan keseharian yang dimiliki oleh masyarakat suku batak toba sehingga mampu meningkatkan apresiasi budaya dari pengunjung. Oleh karena itu, dibutuhkan perancangan taman kesenian berbasis kehidupan sehari-hari masyarakat lokal. Kata Kunci: Batak Toba; Kesenian; Apresiasi; Taman
Fulltext View|Download

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.