skip to main content

Pasar Kerajinan Dan Makanan Di Kawasan Candi Borobudur Dengan Pendekatan Desain Inklusif

*Hanum Lintar Sancoyo  -  Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia

Citation Format:
Abstract
Keberadaan Candi Borobudur menjadi salah satu potensi dalam rangka meningkatkan perokomian lokal serta menjadi daya tarik bagi wisatawan dengan seni, kerajinan tangan, dan kuliner khas. Pertumbuhan pedagang di Candi Borobudur menjadi tidak terkontrol, keterbatasan lahan serta regulasi mengenai pembangunan di Kawasan Candi Borobudur menjadi tantangan dalam memberikan wadah sebuah pasar kerajinan di Kawasan Candi Borobudur. Keberadaan pasar kerajinan dirasa belum cukup inklusif melihat banyaknya wisatawan nusantara, mancanegara, wisatawan dari berbagai sektor usia dan kemampuan. Sehingga perlu adanya sebuah pasar kerajinan, seni, dan kuliner yang bersifat inklusif. Pasar kerajinan, seni, dan makanan di kawasan Candi Borobudur perlu mempertimbangkan faktor inklusifitas, aksesibilitas, dan keberlanjutan. Beberapa faktor yang harus dipertimbangkan antara lain, memperhatikan aksesibilitas bagi wisatawan dengan kebutuhan khusus, penggunaan bahasa yang inklusif dan mudah dimengerti dalam promosi produk, memperhatikan aspek lingkungan dan keberlanjutan dalam produksi dan penjualan produk, serta melibatkan komunitas lokal dalam perencanaan dan perancangan pasar. Konsep pasar kerajinan, seni, dan makanan di kawasan Candi Borobudur yang inklusif dan berkelanjutan, dengan mengadopsi pendekatan inklusif desain. Desain konsep ini meliputi rencana tata letak, fasilitas, dan infrastruktur pasar yang memperhatikan aksesibilitas bagi wisatawan dengan kebutuhan khusus, serta memperhatikan aspek lingkungan dan keberlanjutan dalam produksi dan penjualan produk. Kata Kunci : Pasar Kerajinan, Seni, Kuliner, Desain Inklusif, Kawasan Candi Borobudur.
Fulltext View|Download

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.