BibTex Citation Data :
@article{JPPS16854, author = {Muhammad Farhan Febrianto}, title = {HOTEL BUTIK DI KEK MANDALIKA DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR BIOKLIMATIK}, journal = {Jurnal Poster Pirata Syandana}, volume = {4}, number = {1}, year = {2022}, keywords = {}, abstract = { Sebagai salah satu dari sepuluh destinasi pariwisata prioritas di tingkat nasional, Mandalika di Lombok Tengah ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata yang mengangkat konsep ecotourism dalam pembangunannya. Hal ini diharapkan dapat mendorong sektor pariwisata di Lombok Tengah dengan proyeksi jumlah wisatawan mencapai 222.750 wisatawan pada tahun 2026 dengan proyeksi tingkat penghunian kamar hotel sebesar 65 persen. Permasalahan muncul ketika jumlah kamar hotel yang tersedia di Kabupaten Lombok Tengah masih sangat terbatas. Di Provinsi Nusa Tenggara Barat sendiri hanya tersedia 21.296 kamar hotel, 2.722 diantaranya berada di Kabupaten Lombok Tengah. Maka dalam jangka waktu empat tahun kedepan telah direncanakan pembangunan akomodasi wisata yang diantaranya adalah Hotel Butik. Pembangunan skala besar dalam kawasan belum terbangun seperti Mandalika ini memiliki resiko untuk memberikan dampak negatif bagi alam sekitar. Jika tidak direncakan dengan baik, penggunaan energi dari bangunan bangunan yang akan dibangun, serta massa dari bangunan itu sendiri dapat merugikan lingkungan sekitar Mandalika. Untuk menanggapi permasalahan tersebut, perencanaan hotel di KEK Mandalika perlu memperhatikan aspek-aspek iklim, budaya dan lingkungan sekitar. Arsitektur Bioklimatik adalah pendekatan yang menciptakan bangunan dan lingkungan di dalam bangunan yang dapat memberikan kenyamanan fisik bagi manusia dengan memanfaatkan dan membangun kekuatan alam di sekitar sehingga dapat mengurangi penggunaan energi konvensional. Oleh karena itu, direncanakan pembangunan Hotel Butik di KEK Mandalika dengan Pendekatan Arsitektur Bioklimatik }, issn = {2715-6397}, url = {https://ejournal2.undip.ac.id/index.php/jpps/article/view/16854} }
Refworks Citation Data :
Sebagai salah satu dari sepuluh destinasi pariwisata prioritas di tingkat nasional, Mandalika di Lombok Tengah ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata yang mengangkat konsep ecotourism dalam pembangunannya. Hal ini diharapkan dapat mendorong sektor pariwisata di Lombok Tengah dengan proyeksi jumlah wisatawan mencapai 222.750 wisatawan pada tahun 2026 dengan proyeksi tingkat penghunian kamar hotel sebesar 65 persen. Permasalahan muncul ketika jumlah kamar hotel yang tersedia di Kabupaten Lombok Tengah masih sangat terbatas. Di Provinsi Nusa Tenggara Barat sendiri hanya tersedia 21.296 kamar hotel, 2.722 diantaranya berada di Kabupaten Lombok Tengah. Maka dalam jangka waktu empat tahun kedepan telah direncanakan pembangunan akomodasi wisata yang diantaranya adalah Hotel Butik. Pembangunan skala besar dalam kawasan belum terbangun seperti Mandalika ini memiliki resiko untuk memberikan dampak negatif bagi alam sekitar. Jika tidak direncakan dengan baik, penggunaan energi dari bangunan bangunan yang akan dibangun, serta massa dari bangunan itu sendiri dapat merugikan lingkungan sekitar Mandalika. Untuk menanggapi permasalahan tersebut, perencanaan hotel di KEK Mandalika perlu memperhatikan aspek-aspek iklim, budaya dan lingkungan sekitar. Arsitektur Bioklimatik adalah pendekatan yang menciptakan bangunan dan lingkungan di dalam bangunan yang dapat memberikan kenyamanan fisik bagi manusia dengan memanfaatkan dan membangun kekuatan alam di sekitar sehingga dapat mengurangi penggunaan energi konvensional. Oleh karena itu, direncanakan pembangunan Hotel Butik di KEK Mandalika dengan Pendekatan Arsitektur Bioklimatik
Last update:
JURNAL POSTER PIRATA SYANDANA (ISSN : 2715-6397)
Mailing Address:
Departemen Arsitektur FT. UNDIP
Jl. Prof. Soedarto, SH Kampus Tembalang Semarang Indonesia 50275
Telp. (024) 7470690 Fax. (024) 7470690
email : jpps@arsitektur.undip.ac.id
indexed by googlescholar, portal garuda