skip to main content

HOTEL TRANSIT BANDARA INTERNASIONAL HALIM PERDANAKUSUMA

*NADIA MAYANG SARI  -  Universitas Diponegoro, Indonesia

Citation Format:
Abstract
DKI Jakarta selain sebagai pusat pemerintahan, juga dijadikan sebagai “transit point” dalam berbagai penyelenggaraan kegiatan yang berskala nasional maupun internasional. Hal ini berdampak pada industri penerbangan di DKI Jakarta. Mobilitas pergerakan penumpang Bandara Internasional Halim Perdanakusuma mengalami kenaikan tiap tahunnya. Tercatat dari tahun 2014 hingga tahun 2018 mengalami kenaikan rata-rata sebesar 49,95% pertahun. Kondisi ini memunculkan suatu pemikiran tentang perlunya pemenuhan kebutuhan terhadap sarana dan fasilitas penunjang yang mampu memberikan pelayanan sebaik-baiknya bagi masyarakat. Diperkuat dengan keberadaan hotel berbintang di sekitar Kawasan Bandara Internasional Halim Perdanakusuma yang masih minim. Atas hal-hal yang telah dijelaskan di atas, salah satu usulan dari pemenuhan kebutuhan dan pemecahan permasalahan ini dengan membangun Hotel Transit Bandara Internasional Halim Perdanakusuma dengan pendekatan desain Green Building sebagai sarana peristirahatan bagi penumpang pesawat yang mampu memberikan pelayanan yang cepat, efektif dan efisien, serta dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas, baik pokok maupun penunjang, Sekaligus menambah alternatif pilihan hotel di kawasan Bandara Halim.
Fulltext View|Download
  1. Widyawati, RA Laksmi. 2018. Green Building dalam Pembangunan Berkelanjutan Konsep Hemat Energi Menuju Green Building di Jakarta. Universitas Borobudur, Jakarta
  2. Archdaily. “Kampung Admiralty”. https://www.archdaily.com/904646/kampung-admiralty-woha [Diakses pada 5 Mei 2021]

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.