skip to main content

JENIS RUANG PUBLIK DI KAMPUNG KOTA DAN SENSE OF COMMUNITY WARGANYA (KASUS: KAMPUNG KALI APURAN, JAKARTA BARAT)

Rika Ulfa Noviantri  -  Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Arsitektur Lanskap dan Teknologi Lingkungan, Universitas Trisakti, Jl. Kyai Tapa No.1, Jakarta Barat, Indonesia, Indonesia
*Hanny Wahidin Wiranegara  -  Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Arsitektur Lanskap dan Teknologi Lingkungan, Universitas Trisakti, Jl. Kyai Tapa No.1, Jakarta Barat, Indonesia, Indonesia
Yayat Supriatna  -  Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Arsitektur Lanskap dan Teknologi Lingkungan, Universitas Trisakti, Jl. Kyai Tapa No.1, Jakarta Barat, Indonesia, Indonesia
Open Access Copyright (c) 2020 Jurnal Pengembangan Kota

Citation Format:
Abstract

Kampung kota adalah permukiman tradisional yang tidak terencana dengan kompleksitas permasalahannya seperti kota. Kampung kota Kali Apuran di Jakarta Barat yang padat dan tidak teratur, serta secara sosial dihuni penduduk yang heterogen maka sense of community merupakan hal penting. Ruang publik adalah elemen yang dapat memfasilitasi tumbuhnya sense of community. Terdapat macam-macam ruang publik di kampung kota yang dimanfaatkan penghuni sebagai tempat aktivitas dan interaksi antarwarga. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat sense of community warga kampung kota Kali Apuran pada berbagai jenis ruang publik yang ada di dalamnya. Metode penelitian menggunakan survey angket, yang diambil secara acak. Hasil analisis menunjukkan bahwa berbagai jenis ruang publik di Kampung Kali Apuran memiliki tingkat sense of community yang sama, yakni pada tingkat sedang. Artinya bahwa semua jenis ruang publik memfasilitasi sense of community. Adapun persentasenya berturut-turut menurut responden adalah sebagai berikut: tepi sungai (74,1%), jalan kecil/gang depan rumah (53,7%), halaman sekolah (50%) dan halaman masjid (40%). Hasil tersebut menunjukkan pentingnya kehadiran ruang publik di kampung kota. Agar terjadi peningkatan sense of community diperlukan rekayasa sosial berupa peraturan bersama tentang pemanfaatan berbagai ruang publik yang ada di kampung kota. Dalam hal ini dibutuhkan kepemimpinan lokal yang kuat agar pemanfaatan ruang publik tidak mengarah pada arah yang sebaliknya.

Keywords: Jenis ruang publik; Sense of community; Kampung kota; Kampung Kali Apuran

Article Metrics:

Article Info
Section: ARTICLES
Language : ID
  1. Anita, J., Gustya, F., Erawati, L. R., & Sukma, M. D. (2013). Kajian Terhadap Ruang Publik sebagai Sarana Interaksi Warga di Kampung Muararajeun Lama, Bandung. Reka Karsa, 1(1), 1-12
  2. Ashadi, A., Anisa, A., & Nur'aini, R. D. (2018). Kegiatan Ritual Ziarah Makam Habib Husein Alaydrus dan Pengaruhnya terhadap Penggunaan Ruang Publik di Kampung Luar Batang. NALARs, 17(1), 79-86. Doi: 10.24853/nalars.17.1.79-86
  3. Francis, J., Giles-Corti, B., Wood, L., & Knuiman, M. (2012). Creating Sense of Community: The Role of Public Space. Journal of Environmental Psychology, 32(4), 401-409. Doi: 10.1016/j.jenvp.2012.07.002
  4. Hickman, P. (2013). “Third Places” and Social Interaction in Deprived Neighbourhoods in Great Britain. Journal of Housing and the Built Environment, 28(2), 221-236. Doi: 10.1007/s10901-012-9306-5
  5. Hutama, I. (2018). The Hidden Structure of Organic Informal-Like Settlements in Jogjakarta City: An Investigation of Socio-Spatial Relationship in an Urban Kampung. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 158(1), 012003
  6. Khusairi, A., Nurhamida, Y., & Masturah, A. N. (2017). Sense of Community dan Partisipasi Warga Kampung Wisata Jodipan. Jurnal RAP (Riset Aktual Psikologi Universitas Negeri Padang), 8(1), 1-122. Doi: 10.24036/rapun.v8i1.7947
  7. Kristiani, M. K., & Yuliastuti, N. (2013). Kajian Bentuk Lingkungan Permukiman Berdasarkan Sense of Community di Kelurahan Dadapsari Semarang. Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota), 2(3), 578-586
  8. McMillan, D. W., & Chavis, D. M. (1986). Sense of Community: A Definition and Theory. Journal of Community Psychology, 14(1), 6-23
  9. Mulyandari, H., & Bhayusukma, M. Y. (2015). Prospek Public Space pada Kampung Susun sebagai Ruang Interaksi Sosial, Ekonomi dan Pengembangan Ilmu di Area Bantaran Sungai. Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan, 17(2), 89-98. Doi: 10.15294/jtsp.v17i2.6883
  10. Prabowo, H. (2002). Aplikasi Sistem Informasi Geografi pada Perubahan Sosial dan Spasial Kampung Kota Jakarta (Studi Kasus pada Kampung Pasar Minggu, Jakarta Selatan). Proceedings, Komputer dan Sistem Intelejen (KOMMIT 2002) from http://repository.gunadarma.ac.id/id/eprint/612
  11. Putera, Y. A. (2014). Ambiguitas Ruang Kampung Pluis Jakarta Selatan dalam Perspektif Privat publik. E Journal Graduate Unpar,1(2), 101-110
  12. Said, R., & Alfiah, A. (2017). Teritorialitas pada Ruang Publik dan Semi Publik di Rumah Susun (Studi Kasus: Rumah Susun Kecamatan Mariso Makassar). Nature: National Academic Journal of Architecture, 4(2), 128-137. Doi: 10.24252/nature.v4i2a5
  13. Sujatini, S., Soemardi, T. P., Alamsyah, A. T., & Linda, D. (2015). Temporary Public Open Space as a Spatial Product on Social Life of City Kampong Community, Jakarta. International Journal of Engineering and Technology, 7(2), 156
  14. Sumintarsih, & Adrianto. (2014). Dinamika Kampung Kota Prawirotaman dalam Perspektif Sejarah dan Budaya. Yogyakarta: Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Daerah Istimewa Yogyakarta
  15. Talen, E. (2000). Measuring The Public Realm: A Preliminary Assessment of The Link between Public Space and Sense of Community. Journal of Architectural and Planning Research, 344-360
  16. Widiananda, A. B. (2018). Peranan dan Pemanfaatan Ruang Publik pada Permukiman Kampung Vertikal Rusun Pekunden Kota Semarang. Jurnal Pembangunan Wilayah & Kota, 14(1), 1- 16. Doi: 10.14710/pwk.v14i1.17996

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.