BibTex Citation Data :
@article{JPK4088, author = {Dina Labiba and Wisnu Pradoto}, title = {SEBARAN EMISI CO2 DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PENATAAN RUANG AREA INDUSTRI DI KABUPATEN KENDAL}, journal = {Jurnal Pengembangan Kota}, volume = {6}, number = {2}, year = {2018}, keywords = {Emisi CO2; low carbon city; aktivitas industri}, abstract = { Kabupaten Kendal adalah wilayah yang memiliki peran sebagai salah satu pusat aktivitas industri di Provinsi Jawa Tengah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sebaran sumber emisi CO 2 dari sektor industri serta menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan emisi tersebut sebagai dasar acuan dalam merumuskan implikasi kebijakan penataan ruang aktivitas industri di Kabupaten Kendal berdasarkan konsep low carbon city . Analisis dilakukan terhadap sembilan aktivitas industri skala besar yang besar tersebar pada tiga kecamatan di Kabupaten Kendal yaitu Kecamatan Kaliwungu, Boja dan Kangkung. Hasil dari analsisis terhadap kadar intensitas produksi emisi CO 2 aktivitas industri menunjukkan bahwa industri PT. Sinar Bahari Agung di Kecamatan Kangkung memiliki menghasilkan emisi CO 2 tertinggi. Sementara itu untuk hasil dari analisis potensi pertumbuhan pertumbuhan emisi CO 2 dilihat dari faktor penghambat dan pemicu pertumbuhan emisi tersebut, menunjukkan bahwa hingga tahun 2031 pertumbuhan emisi CO 2 sektor industri di Kabupaten Kendal akan terus mengalami peningkatan. Implikasi kebijakan penataan ruang yang dapat diterapkan adalah penambahan areal ruang terbuka hijau. Penambahan ruang terbuka hijau diprioritaskan pada aktivitas industri pada aktivitas industri PT. Sinar Bahari Agung dan PT. Rimba Partikel Indonesia. Selain itu, implikasi kebijakan lainnya yang dapat diterapkan ialah dengan membatasi pertumbuhan aktivitas industri di wilayah bagian selatan Kabupaten Kendal serta pengoptimalan pemanfaatan lahan industri dengan penerapan Industrial Symbiosis . }, issn = {2503-0361}, pages = {164--173} doi = {10.14710/jpk.6.2.164-173}, url = {https://ejournal2.undip.ac.id/index.php/jpk/article/view/4088} }
Refworks Citation Data :
Kabupaten Kendal adalah wilayah yang memiliki peran sebagai salah satu pusat aktivitas industri di Provinsi Jawa Tengah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sebaran sumber emisi CO2 dari sektor industri serta menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan emisi tersebut sebagai dasar acuan dalam merumuskan implikasi kebijakan penataan ruang aktivitas industri di Kabupaten Kendal berdasarkan konsep low carbon city. Analisis dilakukan terhadap sembilan aktivitas industri skala besar yang besar tersebar pada tiga kecamatan di Kabupaten Kendal yaitu Kecamatan Kaliwungu, Boja dan Kangkung. Hasil dari analsisis terhadap kadar intensitas produksi emisi CO2 aktivitas industri menunjukkan bahwa industri PT. Sinar Bahari Agung di Kecamatan Kangkung memiliki menghasilkan emisi CO2 tertinggi. Sementara itu untuk hasil dari analisis potensi pertumbuhan pertumbuhan emisi CO2 dilihat dari faktor penghambat dan pemicu pertumbuhan emisi tersebut, menunjukkan bahwa hingga tahun 2031 pertumbuhan emisi CO2 sektor industri di Kabupaten Kendal akan terus mengalami peningkatan. Implikasi kebijakan penataan ruang yang dapat diterapkan adalah penambahan areal ruang terbuka hijau. Penambahan ruang terbuka hijau diprioritaskan pada aktivitas industri pada aktivitas industri PT. Sinar Bahari Agung dan PT. Rimba Partikel Indonesia. Selain itu, implikasi kebijakan lainnya yang dapat diterapkan ialah dengan membatasi pertumbuhan aktivitas industri di wilayah bagian selatan Kabupaten Kendal serta pengoptimalan pemanfaatan lahan industri dengan penerapan Industrial Symbiosis.
Article Metrics:
Last update:
Starting from Volume 13 Number 2 2025, authors who publish in the Jurnal Pengembangan Kota retain full copyright ownership (Copyright@Author) of their work. In keeping with the journal’s commitment to open access, all articles are published under the terms of the Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-NC-SA 4.0). Before Volume 13 Number 2 2025, copyright was still owned by the publisher, Universitas Diponegoro. To support a better open-access program, we have created a new policy so that authors have full copyright ownership. Readers and third parties may also use the content in accordance with the CC BY-NC-SA license. This includes the ability to reproduce, modify, and build upon the article, as long as proper attribution is given, and any resulting work is distributed under the same license.