KAJIAN KONTRIBUSI UMKM BERBASIS RUMAH ECENG GONDOK MELALUI PENGGUNAAN INTERNET TERHADAP PENDAPATAN PELAKU USAHA DI KAWASAN RAWAPENING

Onixtin Octarina Sianturi, Wido Prananing Tyas
DOI: 10.14710/jpk.6.2.118-126

Abstract


Rawapening merupakan danau semi alami dengan luas 2.670 hektare yang terletak di 4 wilayah kecamatan, yaitu Kecamatan Ambarawa, Tuntang, Bawen dan Banyubiru. Sekitar 80% dari permukaan air di Rawapening ditumbuhi tanaman eceng gondok yang menyebabkan kondisinya semakin parah akibat penurunan daya tampung. Eceng gondok juga menyimpan potensi bagi upaya pengembangan ekonomi masyarakat melalui UMKM berbasis rumah. Meskipun kerajinan eceng gondok berbasis bahan alam dan cenderung tradisional, namun adanya dukungan internet dalam hal kemudahan komunikasi, transaksi jual beli, dan penyebaran informasi sehingga menarik untuk diteliti lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar kontribusi HBE eceng gondok di sekitar Rawapening berbasis internet terhadap pendapatan pelaku usaha. Penelitian ini dianalisis menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan didukung oleh data kualitatif berdasarkan hasil wawancara. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata kontribusi HBE terhadap pendapatan pelaku HBE non digital yaitu 75% dengan pendapatan Rp1.414.585. Berbeda kondisi, rata-rata kontribusi HBE terhadap pendapatan pelaku HBE digital yaitu 81% dengan pendapatan Rp5.162.500.


Full Text: PDF

References


Amstrong, Harvey, dan Jim Taylor. 2000. Regional Economics and Policy (third edition). New York: Harvester Wheatsheaf.

Anttiroiko, A.V., et al. 2014, Smart Cities in The New Service Economy: Building Platforms for Smart Services. AI and Society: Knowledge, Culture and Communication, 29 (3), 323-334.

Bakici, T., et al. 2013, A smart city initiative: The case of Barcelona. Journal of Knowledge Economy, 4 (2), 135-148.

Bappenas. 2017. Pengelolaan Danau Berkelanjutan: Sinergi Program dan Peran para Pemangku Kepentingan, dalam Lokakarya Nasional bekerja sama dengan Knowledge Sector Initiative (KSI)

Broaddus, A. 2012. eScholarship provides open access, scholarly publishing services to the University of California and delivers a dynamic research platform to scholars worldwide. Berkeley Planning Journal, 4(3), 217–220. https://doi.org/10.5811/westjem.2011.5.6700.

Bambang, M. 2017. PPN KSI: Seminar Nasional Pengelolaan Danau Berkelanjutan: Sinergi Program dan Peran para Pemangku Kepentingan.

Bruneckiene, J. dan Sinkiene, J. 2014. Critical Analysis of Approaches to Smart Economy. International Scientific Conference Business and Management, Vilnius, LITHUANIA. Section: Smart Development. Available from: http://www.dx.doi. org/10.3846/bm.2014.106.

Cooke, G.D., et al. 2005. Restoration and management of lakes and reservoirs. (3rd ed.) Boca Raton, FL: CRC Press.

Creswell, John W dan Vicki L. Plano Clark. 2007. Designing and Conducting Mixed Methods Research. USA : Sage Publications. Inc.

Galperina, L. P., et al. 2016. The Concept of Smart Economy as the Basis for Sustainable Development of Ukraine, 6, 307–314.

Ghofur, Abdul. 2014. Pengaruh Adanya Industri Kerajinan Songkok Terahadap Tingkat Pendapatan Masyarakat, dalam Jurnal Universitas Islam Lamongan.

Gough, K.V. dan Kellett, P. 2001. Housing Consolidation and Home-based Income Generation: Evidence from Self-help Settlements in Two Colombian Cities. Cities, 18(4).

Gough, K. V. 2010. Continuity and adaptability of home- based enterprises: A longitudinal study from Accra, Ghana. International Development Planning Review, 32(1), 45–70

Gough, K. V., et al. 2003. Making a Living in African Cities: The Role of Home-based Enterprises in Accra and Pretoria. International Planning Studies, 8(4), 253–277. http://doi.org/10.1080/1356347032000153115

Güereña, D., et al. 2015. Water hyacinth control in Lake Victoria: Transforming an ecological catastrophe into economic, social, and environmental benefits. Sustainable Production and Consumption, 3(June), 59–69. https://doi.org/10.1016/j.spc.2015.06.003.

Gunawan dan Sahwalita. 2017. Pengolahan Eceng gondok sebagai Bahan Baku Kertas Seni, dalam http://storage.jak-stik.ac.id. Diakses pada Oktober 2017.

Hartoto, M., Puspita, M., & Tempe, D. (2009). Pemberdayaan Eceng Gondok menjadi Produk Kerajinan Anyaman Sebagai Solusi Alternatif Mengatasi Pendangkalan Danau Limboto.

Haq, Alifya Arinal. 2013. Pendayagunaan Teknologi di Klaster Komponen Kapal Desa Kebasen, Kecamatan Talang, Kabupaten Tegal. Diakses pada Maret 2018.

Humphrey, J. dan Schmitz. 2000. Governance and Upgrading: Linking Industrial Cluster and Global Value Chain Research, IDS Working Paper 120

Kellett, P. 1995. Constructing Home: Production and Consumption of Popular Housing in Northern Colombia. University of Newcastle Upon Tyne.

Klaus Schwab (2017). The Fourth Industrial Revolution. Word Economic Forum: retrieved from https://www.weforum.org/about/thefourth-industrial-revolution-by-klausschwab

Kusmayanti, Januarta Dwi dan Tyas. 2016. Kajian Perkembangan Kawasan Akibat Keberadaan UMKM Berbasis Rumah (HBE) Pengolah Pangan Tradisional Getuk, 7062. https://doi.org/10.14710/jpk.4.2.160-168.

Mangifera, Liana. 2015. Analisis Rantai Nilai (Value Chain) Pada Produk Batik Tulis di Surakarta dalam Jurnal Manajemen dan Bisnis Volume 19, Nomor 1: 24–33.

Mazurenko, V.P. 2014. Implementation of network paradigm as a guarantee a highly competitive country. Volume 119. Kyiv: Institute of International Relations of Taras Shevchenko National University of Kyiv. p60-73

McKay, A. J., dan Johnson, C. J. 2017. Confronting barriers and recognizing opportunities: Developing effective community-based environmental monitoring programs to meet the needs of Aboriginal communities. Environmental Impact Assessment Review, 64, 16–25. https://doi.org/10.1016/j.eiar.2017.01.002

Onyango, J. P., dan Ondeng, M. A. 2015. The Contribution of the Multiple Usage of Water Hyacinth on the Economic Development of Reparian Communities in Dunga and Kichinjio of Kisumu Central Sub County , Kenya, 1(3), 128–132.

Opande, G.O., Onyango, J.C. dan Wagai, S.O., 2004. Lake Victoria: The water hyacinth (Eichhornia crassipes), its socio-economic effects, control measures and resurgence in the Winam gulf. Limnologica, 34(1–2), pp.105–109.

Purwana, et al. 2017. Pemanfaatan Digital Marketing Bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kelurahan Malaka Sari, Duren Sawit, dalam Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Madani (JPMM) Volume 1 Nomor 1.

Retnoningrum, R. A. 2011. Pemanfaatan Eceng Gondok Sebagai Produk Kerajinan: Studi Kasus di KUPP Karya Muda Syarina Production, Desa Kebondowo Kecamatan Banyubiru. Retrieved from http://lib.unnes.ac.id/11260/1/9045.pdf

Ridwan, Benny. 2013. Kesadaran dan Tanggungjawab Pelestarian Lingkungan Masyarakat Muslim Rawa Pening Kabupaten Semarang, dalam Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan Vol. 7 No. 2

Rietveld, Piet. 1987. Adopsi Inovasi Teknologi dalam Industri Kecil, dalam Majalah Prisma Nomor IV, April. Jakarta: LP3ES

Osman, W.W. dan Amin S. 2012. Rumah Produktif: sebagai Tempat Tinggal dan Tempat Bekerja di Permukiman Komunitas Pengrajin Emas (Pola Pemanfaatan Ruang pada Usaha Rumah Tangga). Prosiding 2012 Hasil Penelitian Fakultas Teknik – Grup Teknik Arsitektur: TA12-1 – TA12-10. Makassar: Universitas Hasanuddin

Porter, E. M. 1985. Competitive Advantage-Creating and Sustaining Superior Performance, New York: Free Press

Samtono. 2016. Dinamika Pengelolaan dan Pertumbuhan Usaha Kecil Pabrik Kerupuk Tapioka Rejo Blotongan Salatiga, dalam Jurnal Among Makarti Volume 9 Nomor 17:21-37.

Sastroutomo, Soetikno. S. 1990. Ekologi Gulma. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Sensus Ekonomi. 2016. Analisis Hasil Listing Potensi Ekonomi Kabupaten Semarang, dalam BPS Kabupaten Semarang

Sjaifuddin, Hetifah, et al. 1995. Strategi dan Agenda Pengembangan Usaha Kecil. Bandung: Yayasan Akatiga.

Strassmann, W.Paul., 1987. Home Based Enterprises in Cities of Developing Countries, Available at: http://pdf.usaid.gov/pdf_docs/PNABC776.pdf.

Suryana. 2000. Ekonomi Pembangunan Problematika dan Pendekatan. Jakarta: Salemba Empat.

Sugiyono. 2013. Metode Penelitian Manajemen. Bandung: Alfabeta.

Tipple, G. 2004. Settlement upgrading and home-based enterprises: Discussions from empirical data. Cities, 21(5), 371–379. https://doi.org/10.1016/j.cities.2004.07.006

Tipple, G. 2005. The Place of Home-based Enterprises in the Informal Sector: Evidence from Cochabamba, New Delhi, Surabaya and Pretoria. Urban Studies, 42(4), 611–632. https://doi.org/10.1080/00420980500060178

Tipple, G., & Speak, S. 2005. Definitions of homelessness in developing countries. Habitat International, 29(2), 337–352. https://doi.org/10.1016/j.habitatint.2003.11.002

Trigilia, C., 2001. Social Capital and Local Development. European Journal of Social Theory, 4(4), pp.427–442.

Triyono, Moch Bruri. 2017. Tantangan Revolusi Industri Ke 4 (I4.0) Bagi Pendidikan Vokasi, dalam Seminar Nasional Vokasi dan Teknologi.

Tyas, W.P. 2009. Home Based Enterprises in Semarang City. In Urban and Regional Planning Department’s Research Grant Seminar JPWK Undip.

Tyas, W.P. 2015. Resilience, Home-based Enterprises and Social Assets in Post-disaster Recovery: A Study from Indonesia. PhD Thesis. University of Newcastle upon Tyne(Online). Available online at https://theses.ncl.ac.uk/dspace/handle/10443/2819

Tyas, W.P. 2017. Kajian Manfaat Ekonomis dan Lingkungan Hidup melalui Pengembangan UMKM Berbasis Rumah Pengolah Eceng Gondok di Kawasan Rawa Pening.

Undang-Undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah

Waty, Mursidah dan Suleman Dangkua. 2012. Pemberdayaan Eceng gondok menjadi Produk Kerajinan Anyaman sebagai Solusi Alternatif Mengatasi Pendangkalan Danau Limboto, dalam http://repository.ung.ac.id. Diakses pada Oktober 2017.

Widyastuti, Dhyah A.R. 2016. Literasi Digital pada Perempuan Pelaku Usaha Produktif di Daerah Istimewa Yogyakarta, dalam Jurnal ASPIKOM, Volume 3 Nomor 1:1–15.

Wirabrata, Achmad. 2016. Prospek ekonomi digital bagi peningkatan pertumbuhan ekonomi, dalam Majalah Ekonomi dan Kebijakan Publik Volume VIII, Nomor 17.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Jurnal Pengembangan Kota

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.