BibTex Citation Data :
@article{JPK30137, author = {Esa Sitepu and S Sariffuddin}, title = {DINAMIKA KETAHANAN MASYARAKAT MENGHADAPI BENCANA ABRASI DAN ROB (STUDI KASUS DESA BEDONO DEMAK)}, journal = {Jurnal Pengembangan Kota}, volume = {12}, number = {2}, year = {2024}, keywords = {Tingkat ketahanan; Masyarakat; Rob dan Abrasi}, abstract = { Desa Bedono merupakan salah satu kawasan pesisir yang terkena dampak abrasi dan rob. Bencana tersebut menyebabkan permasalahan di ketahanan wilayah dan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menilai tingkat ketahanan masyarakat dalam menghadapi abrasi dan rob. Terdapat tiga komponen utama yang dinilai dari masyarakat yaitu people, place dan institution. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan teknik analisis deskriptif kuantitatif dan skoring. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama 30 tahun banjir rob dan abrasi semakin buruk dibuktikan dengan peningkatan ketinggian dan lama genangan rob yang kini sudah mencapai >1 meter. Masyarakat bertahan dengan cara meninggikan lantai rumah mereka hingga 1,5 meter. Upaya adaptasi juga dilakukan oleh pemerintah dan komunitas dengan memiliki program yang berfokus pada pengurangan risiko bencana. Hasil penilaian menunjukkan terdapat 3 tingkat ketahanan masyarakat Desa Bedono yaitu rendah, sedang dan tinggi. Komponen yang membedakan tingkat ketahanan tersebut yaitu people (aspek pekerjaan dan pengalaman kebencanaan) dan place (keikutsertaan masyarakat dalam komunitas). }, issn = {2503-0361}, pages = {251--260} doi = {10.14710/jpk.12.2.251-260}, url = {https://ejournal2.undip.ac.id/index.php/jpk/article/view/30137} }
Refworks Citation Data :
Desa Bedono merupakan salah satu kawasan pesisir yang terkena dampak abrasi dan rob. Bencana tersebut menyebabkan permasalahan di ketahanan wilayah dan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menilai tingkat ketahanan masyarakat dalam menghadapi abrasi dan rob. Terdapat tiga komponen utama yang dinilai dari masyarakat yaitu people, place dan institution. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan teknik analisis deskriptif kuantitatif dan skoring. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama 30 tahun banjir rob dan abrasi semakin buruk dibuktikan dengan peningkatan ketinggian dan lama genangan rob yang kini sudah mencapai >1 meter. Masyarakat bertahan dengan cara meninggikan lantai rumah mereka hingga 1,5 meter. Upaya adaptasi juga dilakukan oleh pemerintah dan komunitas dengan memiliki program yang berfokus pada pengurangan risiko bencana. Hasil penilaian menunjukkan terdapat 3 tingkat ketahanan masyarakat Desa Bedono yaitu rendah, sedang dan tinggi. Komponen yang membedakan tingkat ketahanan tersebut yaitu people (aspek pekerjaan dan pengalaman kebencanaan) dan place (keikutsertaan masyarakat dalam komunitas).
Article Metrics:
Last update:
Starting from Volume 13 Number 2 2025, authors who publish in the Jurnal Pengembangan Kota retain full copyright ownership (Copyright@Author) of their work. In keeping with the journal’s commitment to open access, all articles are published under the terms of the Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-NC-SA 4.0). Before Volume 13 Number 2 2025, copyright was still owned by the publisher, Universitas Diponegoro. To support a better open-access program, we have created a new policy so that authors have full copyright ownership. Readers and third parties may also use the content in accordance with the CC BY-NC-SA license. This includes the ability to reproduce, modify, and build upon the article, as long as proper attribution is given, and any resulting work is distributed under the same license.