skip to main content

DINAMIKA KETAHANAN MASYARAKAT MENGHADAPI BENCANA ABRASI DAN ROB (STUDI KASUS DESA BEDONO DEMAK)

Esa Linita Br Sitepu  -  Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
*S Sariffuddin scopus  -  Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia, Netherlands
Open Access Copyright (c) 2024 Esa Linita Br Sitepu, S Sariffuddin

Citation Format:
Abstract

Desa Bedono merupakan salah satu kawasan pesisir yang terkena dampak abrasi dan rob. Bencana tersebut menyebabkan permasalahan di ketahanan wilayah dan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menilai tingkat ketahanan masyarakat dalam menghadapi abrasi dan rob. Terdapat tiga komponen utama yang dinilai dari masyarakat yaitu people, place dan institution. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan teknik analisis deskriptif kuantitatif dan skoring. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama 30 tahun banjir rob dan abrasi semakin buruk dibuktikan dengan peningkatan ketinggian dan lama genangan rob yang kini sudah mencapai >1 meter. Masyarakat bertahan dengan cara meninggikan lantai rumah mereka hingga 1,5 meter. Upaya adaptasi juga dilakukan oleh pemerintah dan komunitas dengan memiliki program yang berfokus pada pengurangan risiko bencana. Hasil penilaian menunjukkan terdapat 3 tingkat ketahanan masyarakat Desa Bedono yaitu rendah, sedang dan tinggi. Komponen yang membedakan tingkat ketahanan tersebut yaitu people (aspek pekerjaan dan pengalaman kebencanaan) dan place (keikutsertaan masyarakat dalam komunitas).

Keywords: Tingkat ketahanan; Masyarakat; Rob dan Abrasi

Article Metrics:

Article Info
Section: ARTICLES
Language : ID
  1. Aldrich, D. P., & Meyer, M. A. (2015). Social Capital and Community Resilience. American Behavioral Scientist, 59(2), 254-269. doi: 10.1177/0002764214550299
  2. Ali, M. (2010). Kerugian Bangunan Perumahan Akibat Rob dan Arah Kebijakan Penangannya di Kelurahan Bandarharjo Kota Semarang. (Doctoral Disertation), Universitas Diponegoro, Semarang
  3. Ardiyanto, A., & Saputra, G. Y. W. (2024). Dampak Rob Terhadap Perubahan Rumah di Dusun Morosari, Desa Bedono, Sayung Demak. Agora: Jurnal Penelitian dan Karya Ilmiah Arsitektur Usakti, 22(1), 82-106. doi: https://doi.org/10.25105/agora.v22i1.19365
  4. Asrofi, A., Hardoyo, S. R., & Sri Hadmoko, D. (2017). Strategi Adaptasi Masyarakat Pesisir dalam Penanganan Bencana Banjir Rob dan Implikasinya Terhadap Ketahanan Wilayah (Studi di Desa Bedono Kecamatan Sayung Kabupaten Demak Jawa Tengah). Jurnal Ketahanan Nasional, 23(2), 125-144. doi: https://doi.org/10.22146/jkn.26257
  5. Bonaiuto, M., Alves, S., De Dominicis, S., & Petruccelli, I. (2016). Place Attachment and Natural Hazard Risk: Research Review and Agenda. Journal of Environmental Psychology, 48, 33-53. doi: https://doi.org/10.1016/j.jenvp.2016.07.007
  6. Bott, L.-M., & Braun, B. (2019). How do households respond to coastal hazards? A framework for accommodating strategies using the example of Semarang Bay, Indonesia. International Journal of Disaster Risk Reduction, 37, 101177. doi: https://doi.org/10.1016/j.ijdrr.2019.101177
  7. Bott, L.-M., Pritchard, B., & Braun, B. (2020). Translocal social capital as a resource for community-based responses to coastal flooding – Evidence from urban and rural areas on Java, Indonesia. Geoforum, 117, 1-12. doi: https://doi.org/10.1016/j.geoforum.2020.08.012
  8. Bott, L.-M., Schöne, T., Illigner, J., Haghshenas Haghighi, M., Gisevius, K., & Braun, B. (2021). Land subsidence in Jakarta and Semarang Bay – The relationship between physical processes, risk perception, and household adaptation. Ocean & Coastal Management, 211, 105775. doi: https://doi.org/10.1016/j.ocecoaman.2021.105775
  9. Buchori, I., Pramitasari, A., Sugiri, A., Maryono, M., Basuki, Y., & Sejati, A. W. (2018). Adaptation to coastal flooding and inundation: Mitigations and migration pattern in Semarang City, Indonesia. Ocean & Coastal Management, 163, 445-455. doi: https://doi.org/10.1016/j.ocecoaman.2018.07.017
  10. Cai, H., Lam, N. S. N., Qiang, Y., Zou, L., Correll, R. M., & Mihunov, V. (2018). A synthesis of disaster resilience measurement methods and indices. International Journal of Disaster Risk Reduction, 31, 844-855. doi: https://doi.org/10.1016/j.ijdrr.2018.07.015
  11. Ciptaningrum, M. U. (2017). Adaptations of social aspect in enhancing resilience based on Climate and Disaster Resilience Initiative (CDRI) Concept. Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya
  12. Cutter, S. L., Barnes, L., Berry, M., Burton, C., Evans, E., Tate, E., & Webb, J. (2008). A Place-Based Model for Understanding Community Resilience to Natural Disasters. Global Environmental Change, 18(4), 598-606. doi: https://doi.org/10.1016/j.gloenvcha.2008.07.013
  13. Damaywanti, K. (2013). Dampak Abrasi Pantai Terhadap Lingkungan Sosial (Studi Kasus di Desa Bedono, Sayung Demak. Universitas Diponegoro, Semarang
  14. Eachus, P. (2014). Community Resilience: Is it Greater than the Sum of the Parts of Individual Resilience? Procedia Economics and Finance, 18, 345-351. doi: https://doi.org/10.1016/S2212-5671(14)00949-6
  15. Erawati, I., & Mussadun, M. (2013). Partisipasi Masyarakat Dalam Pengelolaan Sumber Daya Lingkungan Mangrove di Desa Bedono, Kecamatan Sayung. Ruang: Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota, 1(1), 31-40
  16. Esteban, M., Takagi, H., Jamero, L., Chadwick, C., Avelino, J. E., Mikami, T., . . . Shibayama, T. (2020). Adaptation to Sea Level Rise: Learning from Present Examples of Land Subsidence. Ocean & Coastal Management, 189, 104852. doi: https://doi.org/10.1016/j.ocecoaman.2019.104852
  17. Hansen, H. S. (2010). Modelling the future coastal zone urban development as implied by the IPCC SRES and assessing the impact from sea level rise. Landscape and Urban Planning, 98(3), 141-149. doi: https://doi.org/10.1016/j.landurbplan.2010.08.018
  18. Kumalasari, N. R. (2014). Kapasitas Adaptasi Terhadap Kerentanan dan Bencana Perubahan Iklim di Tambak Lorok Kelurahan Tanjung Mas Semarang. Jurnal Pembangunan Wilayah Dan Kota, 10(4), 476-487. doi: https://doi.org/10.14710/pwk.v10i4.8173
  19. Monica, E., & Rahdriawan, M. (2014). Ketahanan masyarakat menghadapi rob di Kelurahan Bandarharjo, Semarang Utara. Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota), 3(1), 198-208
  20. Nicholls, R. J., Lincke, D., Hinkel, J., Brown, S., Vafeidis, A. T., Meyssignac, B., . . . Fang, J. (2021). A global analysis of subsidence, relative sea-level change and coastal flood exposure. Nature Climate Change, 11(4), 338-342. doi: 10.1038/s41558-021-00993-z
  21. Norris, F. H., Stevens, S. P., Pfefferbaum, B., Wyche, K. F., & Pfefferbaum, R. L. (2008). Community Resilience as a Metaphor, Theory, Set of Capacities, and Strategy for Disaster Readiness. American Journal of Community Psychology, 41(1), 127-150. doi: 10.1007/s10464-007-9156-6
  22. Pradhana, I. R., Pontoh, N. K., & Harahap, T. (2024). Ketahanan Masyarakat Dalam Bermukim pada Kawasan Rawan Banjir Rob di Desa Pantai Bahagia Kabupaten Bekasi. Jurnal Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan, 4(1), 1-11. doi: https://doi.org/10.35472/jppk.v4i1.1222
  23. Rapaport, C., Hornik-Lurie, T., Cohen, O., Lahad, M., Leykin, D., & Aharonson-Daniel, L. (2018). The relationship between community type and community resilience. International Journal of Disaster Risk Reduction, 31, 470-477. doi: https://doi.org/10.1016/j.ijdrr.2018.05.020
  24. Saja, A. M. A., Goonetilleke, A., Teo, M., & Ziyath, A. M. (2019). A critical review of social resilience assessment frameworks in disaster management. International Journal of Disaster Risk Reduction, 35, 101096. doi: https://doi.org/10.1016/j.ijdrr.2019.101096
  25. Sarah, D., Mulyono, A., Satriyo, N. A., Soebowo, E., & Wirabuana, T. (2022). Towards sustainable land subsidence mitigation in Semarang and Demak, Central Java: Analysis using DPSIR Framework. Journal of Water and Land Development, 150-165-150-165. doi: https://doi.org/10.24425/jwld.2022.142317
  26. Sarasadi, A., & Rudiarto, I. (2021). Kerentanaan dan Strategi Adaptasi Masyarakat Terhadap Bencana Rob di Kawasan Pesisir Kecamatan Sayung Kabupaten Demak. Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota), 10(2), 91-102. doi: https://doi.org/10.14710/tpwk.2021.30796
  27. Schoon, I. (2006). Risk and Resilience: Adaptations in Changing Times: Cambridge University Press
  28. Twigg, J. (2007). Characteristics of a Disaster-Resilient Community: A Guidance Note. Retrieved from
  29. Winterwerp, J. C., Albers, T., Anthony, E. J., Friess, D. A., Mancheño, A. G., Moseley, K., . . . Van Wesenbeeck, B. K. (2020). Managing Erosion of Mangrove-Mud Coasts With Permeable Dams – Lessons Learned. Ecological Engineering, 158, 106078. doi: https://doi.org/10.1016/j.ecoleng.2020.106078

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.