BibTex Citation Data :
@article{JPK28940, author = {Firdawaty Marasabessy and Diananta Pramitasari}, title = {RESILIENSI SOSIAL PADA RUANG PUBLIK PERKOTAAN BERBASIS OBSERVASI VIDEO EVENT MASSAL: STUDI KASUS KORIDOR TUGU–MALIOBORO-TITIK NOL YOGYAKARTA}, journal = {Jurnal Pengembangan Kota}, volume = {13}, number = {2}, year = {2025}, keywords = {Resiliensi Sosial; Ruang Publik; Ketahanan Kota; Interaksi Sosial; Event Kolosal}, abstract = { Studi ini mengkaji resiliensi sosial-spasial pada ruang publik berbentuk koridor ikonik Tugu-Malioboro-Titik Nol Yogyakarta dalam pangelaran even kolosal yang menimbulkan kerumunan massal. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif eksploratif melalui observasi berbasis video dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan koding Nvivo dan analisis spasial QGIS. Hasil penelitian interaksi sosial, kegiatan kolektif, adaptasi ruang, dan nilai budaya lokal berkorelasi satu sama lain untuk meningkatkan resiliensi sosial. Zona kepadatan tinggi berada di persimpangan Tugu Jogja (Zona A), sekitar Mall Malioboro (Zona B) dan persimpangan Titik Nol (Zona C). Ruang publik tidak hanya berfungsi untuk mendukung fungsi dalam interaksi sosial dan kohesi sosial, tetapi juga menjadi paradoks, di mana memiliki hambatan kerumunan dan aksesibilitas. Solusi elemen arsitektural untuk meningkatkan resiliensi sosial-spasial di ruang publik di antaranya adalah zonasi fleksibel, desain inklusif, furnitur urban lansekap dan ruang terbuka hijau mikro, serta partisipasi stakeholder untuk memastikan bahwa ruang publik aman dan fungsional, sebagai tempat tumbuh bersama. }, issn = {2503-0361}, pages = {162--179} doi = {10.14710/jpk.13.2.162-179}, url = {https://ejournal2.undip.ac.id/index.php/jpk/article/view/28940} }
Refworks Citation Data :
Studi ini mengkaji resiliensi sosial-spasial pada ruang publik berbentuk koridor ikonik Tugu-Malioboro-Titik Nol Yogyakarta dalam pangelaran even kolosal yang menimbulkan kerumunan massal. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif eksploratif melalui observasi berbasis video dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan koding Nvivo dan analisis spasial QGIS. Hasil penelitian interaksi sosial, kegiatan kolektif, adaptasi ruang, dan nilai budaya lokal berkorelasi satu sama lain untuk meningkatkan resiliensi sosial. Zona kepadatan tinggi berada di persimpangan Tugu Jogja (Zona A), sekitar Mall Malioboro (Zona B) dan persimpangan Titik Nol (Zona C). Ruang publik tidak hanya berfungsi untuk mendukung fungsi dalam interaksi sosial dan kohesi sosial, tetapi juga menjadi paradoks, di mana memiliki hambatan kerumunan dan aksesibilitas. Solusi elemen arsitektural untuk meningkatkan resiliensi sosial-spasial di ruang publik di antaranya adalah zonasi fleksibel, desain inklusif, furnitur urban lansekap dan ruang terbuka hijau mikro, serta partisipasi stakeholder untuk memastikan bahwa ruang publik aman dan fungsional, sebagai tempat tumbuh bersama.
Article Metrics:
Last update:
Starting from Volume 13 Number 2 2025, authors who publish in the Jurnal Pengembangan Kota retain full copyright ownership (Copyright@Author) of their work. In keeping with the journal’s commitment to open access, all articles are published under the terms of the Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-NC-SA 4.0). Before Volume 13 Number 2 2025, copyright was still owned by the publisher, Universitas Diponegoro. To support a better open-access program, we have created a new policy so that authors have full copyright ownership. Readers and third parties may also use the content in accordance with the CC BY-NC-SA license. This includes the ability to reproduce, modify, and build upon the article, as long as proper attribution is given, and any resulting work is distributed under the same license.