PENGUKURAN DAN PENINGKATAN TINGKAT PELAYANAN JALUR PEJALAN KAKI DI JALAN BRAGA KOTA BANDUNG

Kezia Rianka Putri Aprianto, Martina Cecilia Adriana, Herika Muhamad Taki
DOI: 10.14710/jpk.13.1.83-91

Abstract


Ketersediaan jalur pejalan kaki yang aman dan nyaman salah satu dasar penting dalam keberlanjutan perkotaan. Jalan Braga merupakan kawasan cagar budaya dan pariwisata dengan aktivitas utama perdagangan dan jasa. Pada hari biasa, persepsi terhadap jalur pejalan kaki di Braga tergolong baik dari segi fasilitas. Akan tetapi, di hari libur, jumlah pejalan kaki menjadi sangat padat yang menyebabkan terganggunya sirkulasi dan kenyamanan berjalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat pelayanan jalur pejalan kaki Braga saat padat serta merumuskan upaya peningkatan pelayanan yang paling sesuai. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik analisis mengacu pada Highway Capacity Manual (HCM) 2022. Temuan penelitian menunjukkan bahwa tingkat pelayanan jalur pejalan kaki Braga saat ramai mencapai tingkat terendah yaitu tingkat F. Dengan menguji berbagai skenario, hanya pedestrianisasi yang mampu meningkatkan tingkat pelayanan menjadi D yaitu kondisi berjalan yang nyaman dengan kecepatan normal.   


Keywords


Tingkat Pelayanan; Jalur Pejalan Kaki; Kawasan Cagar Budaya; Pedestrianisasi; Kota Bandung

Full Text: PDF

References


Astria, R. (2019). Perubahan Tingkat Kenyamanan Pedestrian di Jalan Braga Utara, Bandung. Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi, 18, 27-39. doi:10.35760/dk.2019.v18i1.1956

Christine, C., Rifai, A. I., & Handayani, S. (2022). Level of Service Evaluation of Pedestrian Facility in Tourism Area: Case Study Jalan Braga, Bandung. Citizen: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, 2, 748-756. doi:https://doi.org/10.53866/jimi.v2i5.188

Damayanto, A., Rahmat, G., & Ramdhan, R. (2021). Evaluasi Tingkat Pelayanan Jalur Pejalan Kaki di Jalan Braga Bandung. Jurnal Transportasi, 21(2), 93-100.

Demir, H. H., Cakiroglu, I., Alyuz, U., & Demir, G. (2016). Evaluation Environmental and Social Impacts of Pedestrianization in Urban Historical Areas: Istanbul Historical Peninsula Case Study. Journal of Traffic and Logistics Engineering Vol, 4(1). doi:https://doi.org/10.14207/ejsd.2020.v9n2p589

Hussein, M., & Sayed, T. (2017). A bi-directional agent-based pedestrian microscopic model. Transportmetrica A: Transport Science, 13(4), 326-355. doi:10.1080/23249935.2016.1266531

Jaffe, E. (2015). The Complete Business Case for Converting Street Parking Into Bike Lanes. Retrieved April, 12, 2016.

Karaca, F. (2013). Mapping the corrosion impact of air pollution on the historical peninsula of Istanbul. Journal of Cultural Heritage, 14(2), 129-137. doi:https://doi.org/10.1016/j.culher.2012.04.011

Pere, P. (2017). The Effect of Pedestrianisation And Bicycles on Local Business. Case studies for the Tallinn High Street Project.

Pratiwi, D. I., Zahra, J. A. A., & Aliyah, I. (2022). Konservasi Kawasan Heritage (Studi Kasus: Koridor Jalan Braga, Kota Bandung, Indonesia). Cakra Wisata, 23(2), 34-52.

Sarmanu, S. (2017). Dasar Metodologi Penelitian, Kuantitatif, Kualitatif, dan Statistika. Surabaya: Pusat Penerbitan Dan Percetakan Universitas Airlangga.

Solatzadeh, N., & Baghaei, A. (2016). Investigating the Effect of Pedestrian-Oriented Spaces on the Culture and Identity of Urban Spaces. Journal of History Culture and Art Research, 5(4), 18-30. doi:https://doi.org/10.7596/taksad.v5i4.576


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2025 Jurnal Pengembangan Kota