skip to main content

PEMBANGUNAN INKLUSIF DI URBAN HERITAGE KOTA TUA JAKARTA MELALUI PARIWISATA KREATIF

*Tatang Rusata orcid  -  Pusat Riset Masyarakat dan Budaya, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Indonesia
Siti Hamidah  -  Pusat Riset Kewilayahan, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Indonesia
Open Access Copyright (c) 2024 Jurnal Pengembangan Kota

Citation Format:
Abstract

Kawasan Kota Tua merupakan urban heritage di Jakarta yang sepatutnya memperoleh perhatian lebih dari pemerintah agar tidak mengalami kemunduran kota           Melalui pembangunan inklusif yang memberi akses bagi masyarakat luas untuk berpartisipasi pada kegiatan pariwisata kreatif diharapkan dapat mendukung upaya pemerintah dalam merevitalisasi kawasan ini. Penelitian ini bertujuan 1) memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai kemunduran kota dan upaya revitalisasi di Kota Tua Jakarta; dan 2) mengetahui komunitas kreatif di Kota Tua yang merupakan bagian penting dari pembangunan inklusif kota Jakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui teknik stakeholders mapping. Data primer diperoleh dari observasi lapangan dan wawancara semi terstruktur dengan perwakilan Unit Pengelola Kawasan Kota Tua dan komunitas pada tahun 2022, sedangkan data sekunder diperoleh dari studi literatur dan kepustakaan. Hasil kajian menunjukkan bahwa revitalisasi Kota Tua masih menghadapi kompleksitas dari pemangku kepentingan yang menghambat proses kerjasama lintas sektoral sehingga membuat pengembangan potensi kreativitas kurang maksimal. Namun animo masyarakat untuk berkunjung memberi peluang bagi komunitas untuk berpartisipasi aktif dalam mengembangkan pariwisata kreatif di kawasan Kota Tua Jakarta. Dukungan ini dapat menyelamatkan Kota Tua dari kemunduran kota, memaksimalkan potensi kreatif, dan menghidupkan Kota Tua, sehingga memberi pengalaman berwisata yang lebih intens bagi pengunjung sesuai dengan konsep pariwisata kreatif.

Keywords: Kemunduran Kota; Kota Tua Jakarta; Pariwisata Kreatif; Pembangunan Inklusif
Funding: Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)

Article Metrics:

Article Info
Section: ARTICLES
Language : ID
  1. Alias, A., Zyed, Z., & Chai, W. (2016). Revitalising Critical Components of Urban Decay Features. Journal of Building Performance, 7(1), 125-132
  2. Andersen, H. S. (1995). Explanations of Decay and Renewal in The Housing Market: What can Europe Learn from American Research? Netherlands journal of housing and the built environment, 10(1), 65-85. Doi: 10.1007/BF02498059
  3. Aquino, J., Phillips, R., & Sung, H. (2012). Tourism, Culture, and The Creative Industries: Reviving Distressed Neighborhoods With Arts-Based Community Tourism. Tourism Culture & Communication, 12(1), 5-18. Doi: https://doi.org/10.3727/109830412X13542041184658
  4. Brighenti, A. (2010). The Publicness of Public Space: On the Public Domain. Università di Trento: Quaderni del Dipartimento di Sociologia e Ricerca Sociale
  5. Conservation International. (2014). Stakeholder Mapping Guide for Conservation International Country Programs & Partners. Retrieved from https://iwlearn.net/resolveuid/d20fc335-aa29-440b-ae14-f94f37321427
  6. Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2017). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches. New York: Sage Publications
  7. Cuthbert, A. (2017). Urban Decay and Regeneration: Context and Issues. Journal of Urban Design, 22(2), 140-143. Doi: 10.1080/13574809.2017.1288873
  8. Florida, R. (2012). The Rise of the Creative Class-Revisited: 10th Anniversary. USA: Basic Books
  9. Grodach, C. (2010). Art Spaces in Community and Economic Development: Connections to Neighborhoods, Artists, and the Cultural Economy. Journal of Planning Education and Research, 31(1), 74-85. Doi: 10.1177/0739456X10391668
  10. Gultom, A. (2018). Kalapa–Jacatra–Batavia-Jakarta: An Old City That Never Gets Old. Spafa Journal: Journal of Archaeology and Fine Arts in Southeast Asia, 2, 1-27. Doi: https://doi.org/10.26721/spafajournal.v2i0.173
  11. Larson, E. C., Luloff, A. E., Bridger, J. C., & Brennan, M. A. (2015). Community as A Mechanism for Transcending Wellbeing at The Individual, Social, and Ecological Levels. Community Development, 46(4), 407-419. Doi: 10.1080/15575330.2015.1063074
  12. Lim, B. (1990). Jejak Arsitektur Pemugaran Lewat Kota Tua. Retrieved from https://www.scribd.com/doc/216768486/SOSOK-Budi-Lim-Jejak-Arsitektur-Pemugaran-Lewat-Kota-Tua
  13. Maulipaksi, D. (2016). Kawasan Kota Tua Diajukan sebagai Warisan. https://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2015/10/kawasan-kota-tua-diajukan-sebagai-warisan-budaya-dunia-4721-4721-4721
  14. Muntu, A. W., Wiranatha, A. S., & Arida, N. S. (2018). Analisis Partisipasi Komunitas Lokal dalam Pengembangan Daya Tarik Wisata Kota Tua Jakarta. Jurnal Jumpa, 4(2), 173-188
  15. Noviantri, R. U., Wiranegara, H. W., & Supriatna, Y. (2019). Jenis Ruang Publik di Kampung Kota dan Sense of Community Warganya (Kasus: Kampung Kali Apuran, Jakarta Barat). Jurnal Pengembangan Kota, 7(2), 191-198. Doi: https://doi.org/10.14710/jpk.7.2.191-198
  16. Nugteren, B. (2020). Universal, Colonial, or Indonesian Heritage? A Multi-Scalar Approach to The Historical Representations and Management of Colonial Heritage in The Old Town of Jakarta (Kota Tua) During Its Bid For World Heritage Nomination in 2015–2018. International Journal of Cultural Policy, 26(6), 840-853. Doi: 10.1080/10286632.2020.1811248
  17. Parhani, R., Amirudin, S., & Ismanto, G. (2016). Manajemen Pengelolaan Objek Wisata Kota Tua Jakarta Berbasis Masyarakat. (Doctor Disertasi), Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
  18. Portal Data Terpadu Pemprov DKI Jakarta. (2019). Data Kunjungan Wisatawan Nusantara ke Destinasi Wisata di Provinsi DKI Jakarta Tahun 2019 (Vol. 2). Jakarta: Portal Data Terpadu Pemprov DKI Jakarta Retrieved from https://data.jakarta.go.id/dataset/data- kunjungan-wisatawan-nusantara-ke- destinasi-wisata-di-dki- jakarta/resource/8dcf975c-d327-446d-86c6- 3de619aa6fe8
  19. Portal Data Terpadu Pemprov DKI Jakarta. (2020). Data Kunjungan Wisatawan Nusantara ke Destinasi Wisata di Provinsi DKI Jakarta Tahun 2019. Jakarta: Portal Data Terpadu Pemprov DKI Jakarta Retrieved from data.jakarta.go.id
  20. Richards, G. (2011). Creativity and Tourism: The State of The Art. Annals of Tourism Research, 38(4), 1225-1253. Doi: https://doi.org/10.1016/j.annals.2011.07.008
  21. Richards, G. (2020). Designing Creative Places: The Role of Creative Tourism. Annals of Tourism Research, 85, 102922. Doi: https://doi.org/10.1016/j.annals.2020.102922
  22. Serageldin, I., Shluger, E., & Martin-Brown, J. (2001). Historic Cities and Sacred Sites: Cultural Roots for Urban Futures. USA: The World Bank
  23. Siwalatri, N. K. A. (2019). The Role of Community in Safeguarding The History of Denpasar. Jurnal Pengembangan Kota, 7(2), 199-205. Doi: https://doi.org/10.14710/jpk.7.2.199-205
  24. Sulistyo, A. (2015). Kota Tua Jakarta : Melangkah menuju Urban Heritage Peringkat Dunia. Retrieved from http://iplbi.or.id/2015/04/kota-tua-jakarta-melangkah-menuju-urban-heritage-peringkat-dunia/
  25. UNESCO. (2019). Inclusive Heritage-based City Development Program in India: In News.Ge
  26. Vegheș, C. (2018). Cultural Heritage, Sustainable Development and Inclusive Growth: Global Lessons for The Local Communities Under A Marketing Approach. European Journal of Sustainable Development, 7(4), 349-349. Doi: https://doi.org/10.14207/ejsd.2018.v7n4p349
  27. Warsilah, H. (2015). Pembangunan Inklusif Sebagai Upaya Mereduksi Eksklusi Sosial Perkotaan: Kasus Kelompok Marjinal di Kampung Semanggi, Solo, Jawa Tengah. Jurnal Masyarakat Dan Budaya, 17(2), 207-232
  28. Warsilah, H. (2017). Pembangunan Inklusif dan Kebijakan Sosial di Kota Solo, Jawa Tengah. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia
  29. Warsilah, H., Purwaningsih, S. S., Rochmawati, Wardiat, D., Fatimah, N., Nadila, S. M., & Lima, R. D. (2020). Pembangunan Inklusif di Kota Pesisir Luar Jawa Berbasis Kearifan Lokal : studi kasus Kota Ampenan, Jerowaru, dan Padang Pariaman. Sleman: Kanisius
  30. Widodo, J. (1990). Jakarta: a Resilient Asian Cosmopolitan City. Academia, 208–209
  31. Wirutomo, P. (2013). Mencari Makna Pembangunan Sosial: Studi Kasus Sektor Informal di Kota Solo. Masyarakat, Jurnal Sosiologi, 18(1), 108-127. Doi: https://doi.org/10.7454/MJS.v18i1.1254

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.