BibTex Citation Data :
@article{JPK13803, author = {Priscilla Naretta and Okto Manullang}, title = {ANALISIS PENYEDIAAN LAYANAN MRT JAKARTA YANG BERKESEHATAN}, journal = {Jurnal Pengembangan Kota}, volume = {10}, number = {1}, year = {2022}, keywords = {COVID-19; MRT Jakarta; Aspek Kesehatan}, abstract = { Angkutan umum massal perkotaan menjadi salah satu kunci utama dalam mengatasi masalah kemacetan, terutama di kota-kota besar. Pembangunan MRT Jakarta dapat membantu masyarakat Kota Jakarta untuk melakukan perpindahan dari kendaraan pribadi menjadi angkutan umum. Namun, pandemi COVID-19 yang melanda Indonesia pada tahun 2020 mempengaruhi tingkat kepercayaan masyarakat terhadap keamanan dan kenyamanan MRT Jakarta. Hal ini berdampak pada penurunan penumpang MRT Jakarta yang mencapai 47,05%. Jika dilihat dari Peraturan Menteri nomor 63 Tahun 2019, dalam standar pelayanan minimum (SPM) belum menyebutkan adanya aspek kesehatan yang menjadi salah satu nilai penting dalam kondisi pandemi. Maka dari itu, studi ini akan menjawab pertanyaan penelitian mengenai bentuk aspek kesehatan seperti apa yang dibutuhkan saat ini dan di masa mendatang dalam penyediaan layanan MRT Jakarta. Penelitian ini menggunakan metode CSI dan IPA, dimana hasil analisis menunjukkan adanya rasa puas terhadap layanan aspek kesehatan pada sarana dan prasarananya. Namun, masih terdapat atribut yang dianggap penting oleh pengguna, tetapi layanannya belum tersedia. Adapun atribut tersebut adalah tempat cuci tangan dekat pintu masuk stasiun dan hand sanitizer di ratangga (kereta). Mengacu pada kajian Protokol BANGKIT yang dikeluarkan oleh MRT Jakarta pada Tahun 2020, kedua atribut ini sudah seharusnya diterapkan semenjak diberlakukannya protokol kesehatan saat Pandemi COVID-19. Hasil akhir dalam penelitian dapat menjadi pertimbangan bagi PT. MRT untuk menyediakan layanan MRT Jakarta yang berkesehatan. }, issn = {2503-0361}, pages = {57--67} doi = {10.14710/jpk.10.1.57-67}, url = {https://ejournal2.undip.ac.id/index.php/jpk/article/view/13803} }
Refworks Citation Data :
Angkutan umum massal perkotaan menjadi salah satu kunci utama dalam mengatasi masalah kemacetan, terutama di kota-kota besar. Pembangunan MRT Jakarta dapat membantu masyarakat Kota Jakarta untuk melakukan perpindahan dari kendaraan pribadi menjadi angkutan umum. Namun, pandemi COVID-19 yang melanda Indonesia pada tahun 2020 mempengaruhi tingkat kepercayaan masyarakat terhadap keamanan dan kenyamanan MRT Jakarta. Hal ini berdampak pada penurunan penumpang MRT Jakarta yang mencapai 47,05%. Jika dilihat dari Peraturan Menteri nomor 63 Tahun 2019, dalam standar pelayanan minimum (SPM) belum menyebutkan adanya aspek kesehatan yang menjadi salah satu nilai penting dalam kondisi pandemi. Maka dari itu, studi ini akan menjawab pertanyaan penelitian mengenai bentuk aspek kesehatan seperti apa yang dibutuhkan saat ini dan di masa mendatang dalam penyediaan layanan MRT Jakarta. Penelitian ini menggunakan metode CSI dan IPA, dimana hasil analisis menunjukkan adanya rasa puas terhadap layanan aspek kesehatan pada sarana dan prasarananya. Namun, masih terdapat atribut yang dianggap penting oleh pengguna, tetapi layanannya belum tersedia. Adapun atribut tersebut adalah tempat cuci tangan dekat pintu masuk stasiun dan hand sanitizer di ratangga (kereta). Mengacu pada kajian Protokol BANGKIT yang dikeluarkan oleh MRT Jakarta pada Tahun 2020, kedua atribut ini sudah seharusnya diterapkan semenjak diberlakukannya protokol kesehatan saat Pandemi COVID-19. Hasil akhir dalam penelitian dapat menjadi pertimbangan bagi PT. MRT untuk menyediakan layanan MRT Jakarta yang berkesehatan.
Article Metrics:
Last update:
Starting from Volume 13 Number 2 2025, authors who publish in the Jurnal Pengembangan Kota retain full copyright ownership (Copyright@Author) of their work. In keeping with the journal’s commitment to open access, all articles are published under the terms of the Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-NC-SA 4.0). Before Volume 13 Number 2 2025, copyright was still owned by the publisher, Universitas Diponegoro. To support a better open-access program, we have created a new policy so that authors have full copyright ownership. Readers and third parties may also use the content in accordance with the CC BY-NC-SA license. This includes the ability to reproduce, modify, and build upon the article, as long as proper attribution is given, and any resulting work is distributed under the same license.