skip to main content

INTEGRASI ANTAR TRANSPORTASI UMUM DI KOTA SEMARANG

*Anita Ratnasari Rahmatullah  -  Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Diah Intan Kusumo Dewi  -  Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Chindy Dhia Tsabit Nurmasari  -  Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Open Access Copyright (c) 2022 Jurnal Pengembangan Kota

Citation Format:
Abstract

Tingginya angka penggunaan kendaraan pribadi di Kota Semarang berdampak pada timbulnya kemacetan, yang kemudian mendorong Pemerintah Daerah mewujudkan penyelenggaraan moda transportasi umum untuk meminimalisir permasalahan tersebut. Diketahui bahwa terdapat dua moda transportasi umum yang cukup masif perkembangannya di Kota Semarang, yaitu BRT Trans Semarang dan Trans Jateng. Namun, dalam praktiknya, pengoperasian kedua moda transportasi tersebut menimbulkan permasalahan berkaitan dengan sistem integrasi dan komponen pendukungnya. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif dan analisis perbandingan yang secara keseluruhan menggunakan data sekunder. Penelitian ini menemukan bahwa sebagian besar dari 9 halte transit BRT Trans Semarang dan Trans Jateng belum dilengkapi dengan fasilitas pelayanan integrasi transportasi yang memadai, sehingga perlu adanya peningkatan. Hal tersebut dapat dilakukan dengan menyusun strategi peningkatan komponen desain integrasi antar moda transportasi beberapa diantaranya dengan mempertimbangkan kecepatan dan kemudahan akses penumpang, keterjangkauan tarif dan ketersediaan lokasi transit.

Keywords: Transportasi Umum; Integrasi Sistem Transportasi Umum; Kota Semarang

Article Metrics:

Article Info
Section: ARTICLES
Language : ID
  1. Abdulkareem, M., Alsaidi, L., Yazid, M., Borhan, M., & Mahdi, M. (2020). Traffic congestion: shift from private car to public transportation Civil. Engineering Journal, 6, 1547-1554. doi: 10.28991/cej-2020-03091566
  2. Adhianti, R. A. C., Ronauli, R., & Kezia, L. (2020). Integrasi Antarmoda dengan Penerapan Transit-Oriented Development pada Kawasan Kota Lama Semarang. Warta Penelitian Perhubungan, 32(2), 113-124. doi: 10.25104/warlit.v32i2.1525
  3. Adisasmita, S. A. (2012). Perencanaan Infrastruktur Transportasi Wilayah. Yogyakarta: Graha Ilmu
  4. Artiningsih, Muktiali, M., Kirana, R., & Kusumaningrum, R. (2018). Kajian Peluang Penerapan Jalur Khusus Sepeda di Kota Padang. Riptek, 5, 1–7
  5. Azali, I., Gunanto, E. Y. A., & SBM, N. (2018). Preferensi Konsumen Terhadap Transportasi Publik (Studi Kasus Bus Rapid Transit (BRT) Kota Semarang). Media Ekonomi Dan Manajemen. Media Ekonomi dan Manajemen, 33(1). doi: https://doi.org/10.24856/mem.v33i1.617
  6. BPS Provinsi Jawa Tengah. (2019). Jumlah Kendaraan Bermotor Menurut Kabupaten/Kota dan Jenis Kendaraan di Provinsi Jawa Tengah (Unit), 2019-2021. from Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Tengah https://jateng.bps.go.id/indicator/17/1006/1/jumlah-kendaraan-bermotor-menurut-kabupaten-kota-dan-jenis-kendaraan-di-provinsi-jawa-tengah.html
  7. Ibrahim, M. F. (2003). Improvements and Integration of A Public Transport System: The Case of Singapore. Cities, 20(3), 205-216. doi: https://doi.org/10.1016/S0264-2751(03)00014-3
  8. Insan, B. G., Manullang, O. R., & Setyanto, A. (2020). Analisis Implikasi Pengoperasian Trans Jateng Terhadap Biaya Transportasi Bekerja Buruh Industri (Studi Kasus: Koridor I Kedungsepur). Jurnal Penelitian Transportasi Darat, 22(1), 57-68. doi: https://doi.org/10.25104/jptd.v22i1.1600
  9. ITDP Indonesia. (2019). Pedoman Integrasi Antarmoda. www.itdp.org
  10. Jou, R.-C., & Chen, T.-Y. (2014). Factors Affecting Public Transportation, Car, and Motorcycle Usage. Transportation Research Part A: Policy and Practice, 61, 186-198. doi: https://doi.org/10.1016/j.tra.2014.02.011
  11. May, A. D., & Roberts, M. (1995). The Design of Integrated Transport Strategies. Transport Policy, 2(2), 97-105. doi: https://doi.org/10.1016/0967-070X(95)91989-W
  12. Miller, M. A. (2004). Assessment of Service Integration Practices for Public Transportation: Review of the Literature
  13. Mirsa, K., Astuti, P., & Taufiq, A. (2016). Kualitas Pelayanan Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang Pada Koridor I dan II. Journal of Politic and Government Studies, 5(03), 273-283
  14. Nikmah, I. U., & Manar, D. G. (2019). Kajian Permasalahan Komunikasi Dan Kerjasama Pemerintah Daerah: Analisis Kerugian BRT Trans Semarang Koridor 2 Setelah Pengoprasian BRT Trans Jateng Koridor 1. Journal of Politic and Government Studies, 8(04), 361-370
  15. Peraturan Daerah Kota Semarang Nomor 14 Tahun 2011 tentang RTRW Kota Semarang Tahun 2011-2031
  16. Pergub Jateng Nomor 29 tahun 2017 tentang Tarif Angkutan Aglomerasi Perkotaan Bus Rapid Transit Trans Jateng Kawasan Kedungsepur Koridor I (Stasiun Tawang - Bawen)
  17. Purwanto, D., & Ismiyati, I. (2015). Pengelolaan Transportasi Berwawasan Lingkungan Sebagai Dampak Perkembangan Perkotaan Tak Terkendali (Studi Kasus Kota Semarang). Media Komunikasi Teknik Sipil, 20(1), 93-101. doi: https://doi.org/10.14710/mkts.v20i1.9250
  18. Rakhmatulloh, A. R., Febrian, M. N., Susetyarto, M. B., & Dewi, D. I. K. (2021). The Impact of Bus Trans Semarang Route to Land Prices and Urban Land Sustainability. Journal of Urban and Environmental Engineering, 15(2), 126-138. doi: 10.4090/juee.2021.vl5n2.126138
  19. Rosada, R. A., Purnomo, A. B., & Rahma, N. (2017). Integrasi Antar-Moda Pada Stasiun Universitas Indonesia di Depok. Paper presented at the Prosiding Seminar Nasional Cendekiawan
  20. Salasa, W., Wakhidho, H., Setiadji, B. H., & Yulipriyono, E. E. (2016). Evaluasi Sistem Pelayanan Transit Antar Koridor Bus Rapid Transit Trans Semarang. Jurnal Karya Teknik Sipil, 4(4), 505-511
  21. Saputri, M. D., & Prakoso, B. S. E. (2014). Evaluasi Lokasi Eksisting Shelter dan Karakteristik Pengguna Bus Rapid Transit (BRT) Trans-Semarang Pada Dua Koridor Pelayanan di Kota Semarang. Jurnal Bumi Indonesia, 3(3), 1-15
  22. Sismanto, A. (2018). Pertumbuhan Jalan Tak Sebanding, Kemacetan Ancam Semarang, Sindonews. Retrieved from https://daerah.sindonews.com/
  23. Solecka, K., & Żak, J. (2014). Integration of The Urban Public Transportation System with The Application of Traffic Simulation. Transportation Research Procedia, 3, 259-268. doi: 10.1016/j.trpro.2014.10.005
  24. Sugiyono. (2016). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: PT Alfabet
  25. Tamin, O. Z. (2008). Perencanaan, Pemodelan, & Rekayasa Transportasi. Bandung: ITB
  26. Tao, A., Liang, Q., Kuai, P., & Ding, T. (2021). The Influence of Urban Sprawl on Air Pollution and the Mediating Effect of Vehicle Ownership. Processes, 9(8), 1261. doi: 10.3390/pr9081261
  27. Ucu, K. R. D. D. p. N. (2017). Penumpang Trans Semarang Menurun Imbas Trans Jateng, Republika.co.id. Retrieved from https://ramadhan.republika.co.id/
  28. Wibisono, L. (2020). Munculnya Tren Bersepeda pada Masa Pandemi di Kota Semarang, Halosemarang. Retrieved from https://halosemarang.id/

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.