skip to main content

PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PERUBAHAN ATRIBUT FISIK PADA LAPANGAN MERDEKA MEDAN

*Friza Kinanti Rambe  -  Program Magister Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Sumatera Utara, Medan, Indonesia
Achmad Delianur Nasution  -  Program Magister Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Sumatera Utara, Medan, Indonesia
Imam Faisal Pane  -  Program Magister Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Sumatera Utara, Medan, Indonesia
Open Access Copyright (c) 2021 Jurnal Pengembangan Kota

Citation Format:
Abstract

Atribut fisik merupakan salah satu elemen yang signifikan dalam pembangunan ruang terbuka publik, yang mana merupakan wujud pemenuhan kebutuhan masyarakat serta sebagai atraksi yang dapat menjadi daya tarik bagi masyarakat untuk berkumpul di ruang terbuka. Keberadaan atribut fisik mempengaruhi persepsi masyarakat terhadap ruang terbuka publik. Kesuksesan ruang terbuka publik sangat dipengaruhi oleh atribut fisiknya. Lapangan Merdeka merupakan salah satu ruang terbuka publik yang ada di pusat kota Medan yang telah mengalami perubahan fungsi ruang yang berdampak pada atribut fisiknya. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan persepsi masyarakat terhadap perubahan atribut fisik yang terjadi di Lapangan Merdeka. Penelitian ini dilakukan dengan cara metode campuran, dengan mengumpulkan data sekunder dan primer, dimana data primer yang dikumpulkan berupa wawancara mendalam, dan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan atribut fisik Lapangan Merdeka meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar. Meski demikian, keberadaan bangunan permanen perlu direncanakan ulang.

Keywords: Atribut Fisik; Persepsi Masyarakat; Lapangan Merdeka

Article Metrics:

Article Info
Section: ARTICLES
Language : ID
  1. Azis, B., Santosa, H., & Ernawati, J. (2019). Penilaian Persepsi Masyarakat Terhadap Bangunan Besejarah Di Koridor Kayutangan, Malang, Indonesia. Local Wisdom: Jurnal Ilmiah Kajian Kearifan Lokal, 11(1), 1-15. Doi: https://doi.org/10.26905/lw.v11i1.2514
  2. Carmona, M. (2010). Contemporary Public Space, Part Two: Classification. Journal of urban design, 15(2), 157-173. Doi: https://doi.org/10.1080/13574801003638111
  3. Carr, S., Stephen, C., Francis, M., Rivlin, L. G., & Stone, A. M. (1992). Public space. Inggris: Cambridge University Press
  4. Darmawan, E. (2009). Ruang Publik dalam Arsitektur Kota. Semarang, Indonesia: Badan Penerbit Universitas Diponegoro
  5. Ernawati, J. (2011). Faktor-Faktor Pembentuk Identitas Suatu Tempat. Local Wisdom: Jurnal Ilmiah Kajian Kearifan Lokal, 3(2), 01-09
  6. Jenkins, J. M., & Pigram, J. J. (2006). Outdoor Recreation A Handbook of Leisure Studies (pp. 363-385). London: Springer
  7. Mardiansjah, F. H., & Rahayu, P. (2019). Urbanisasi dan Pertumbuhan Kota-Kota di Indonesia: Suatu Perbandingan Antar-Wilayah Makro Indonesia. Jurnal Pengembangan Kota, 7(1), 91-110. Doi: 10.14710/jpk.7.1.91-108
  8. Marisa, A., & Yusof, N. A. (2020). Factors Influencing The Performance of Architects in Construction Projects. Construction Economics and Building, 20(3), 20-36. Doi: https://doi.org/10.5130/AJCEB.v20i3.7119
  9. Nasution, A. D. (2000). Perancangan Kawasan Lapangan Merdeka Medan. (Thesis), Institut Teknologi Bandung, Bandung
  10. Nasution, A. D., & Zahrah, W. (2014). Community Perception on Public Open Space and Quality of Life in Medan, Indonesia. Procedia-Social and Behavioral Sciences, 153, 585-594. Doi: https://doi.org/10.1016/j.sbspro.2014.10.091
  11. Noviantri, R. U., Wiranegara, H. W., & Supriatna, Y. (2019). Jenis Ruang Publik di Kampung Kota dan Sense of Community Warganya (Kasus: Kampung Kali Apuran, Jakarta Barat). Jurnal Pengembangan Kota, 7(2), 191-198. Doi: 10.14710/jpk.7.2.191-198
  12. Oktavia, C., & Mahendra, A. S. (2016). Konsep Ekshibisi Dinamika Lalu Lintas di Bangunan Prasarana Transportasi Umum. Jurnal Sains dan Seni ITS, 5(2). Doi: http://dx.doi.org/10.12962/j23373520.v5i2.18111
  13. Rafsyanjani, M. A., Rahmah, A. A., Wati, G. L., & Hantono, D. (2020). Persepsi Masyarakat Terhadap Pemanfaatan Ruang di Pasar Kencar Jakarta Barat. Jurnal Arsitektur dan Perencanaan Juara, 3(2), 153-159. Doi: https://doi.org/10.31101/juara.v3i2.1328
  14. Shukri, S. M., Wahab, M. H., Amat, R. C., Taib, I., & Rozaly, M. Z. M. (2018). Definition and Physical Attributes That Characterise Settings of Malay Royal Towns in Malaysia. International Journal Of Engineering & Technology, 7(3.9), 55-58. Doi: https://doi.org/10.14419/ijet.v7i3.9.15274
  15. Tunjungsari, K. R., Shanty, K., & Parwati, M. (2016). Persepsi Masyarakat Kuta Terhadap Dampak Pembangunan Hotel Berkonsep City Hotel di Sunset Road Kuta Bali. Jurnal Kepariwisataan dan Hospitalitas, 1(2), 151-164
  16. Veronica, S., & Siregar, R. W. (2018). Pengaruh Masa Kolonial Terhadap Struktur Ruang Kawasan (Studi Kasus: Jl. Brigjen Katamso-Jl. Avros-Jl. Karya Jaya-Jl. Ah Nasution, Medan). Prodising Seminar Nasional Kearifan Lokal, 3, 571-578

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.