skip to main content

Edukasi Senam Kesehatan Reproduksi tentang Upaya Peningkatan Hemoglobin Remaja Putri di SMA Negeri 1 Wondama

Hasriyanti Romadhoni Fernandes  -  Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Sorong, Indonesia
*Priscilla Jessica Pihahey orcid scopus publons  -  Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Sorong, Indonesia
Fajrin Ardiansyah  -  Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Sorong, Indonesia

Citation Format:
Abstract

Remaja putri merupakan kelompok berisiko tinggi mengalami anemia. Data Riset Kesehatan Dasar menunjukkan prevalensi anemia di Indonesia sebesar 26,4% pada usia 5–14 tahun dan 18,4% pada usia 15–24 tahun. Anemia pada remaja berdampak pada penurunan konsentrasi, kebugaran, dan dalam jangka panjang berpotensi meningkatkan risiko komplikasi kehamilan. Aktivitas fisik seperti senam kesehatan reproduksi dapat menjadi salah satu upaya promotif dalam pencegahan anemia melalui peningkatan kebugaran dan pemahaman kesehatan reproduksi.Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan remaja putri melalui edukasi dan demonstrasi senam kesehatan reproduksi di SMA Negeri 1 Wondama. Desain kegiatan menggunakan pre-test dan post-test pada 94 siswi. Hasil analisis menunjukkan rata-rata skor pengetahuan sebelum edukasi adalah 3,92 ± 1,85 dan meningkat menjadi 8,41 ± 1,26 setelah edukasi. Uji Paired Sample T-Test menunjukkan perbedaan yang signifikan (p < 0,001). Edukasi senam kesehatan reproduksi secara signifikan meningkatkan pengetahuan remaja putri dan berpotensi menjadi strategi promotif dalam pencegahan anemia di lingkungan sekolah.

 Kata Kunci: senam kesehatan reproduksi, remaja putri, kesehatan jasmani

Fulltext Email colleagues
Keywords: senam kesehatan reproduksi; remaja putri; kesehatan jasmani
Funding: Poltekkes Kemenkes Sorong

Article Metrics:

Article Info
Section: Articles
Language : ID
  1. World Health Organization. Health for the world’s adolescents: a second chance in the second decade. Geneva: WHO; 2014. Available from: https://iris.who.int/handle/10665/112750
  2. Kumalasari D, Kameliawati F, Mukhlis H, Kristanti DA. Pola menstruasi dengan kejadian anemia pada remaja. Wellness Health Mag. 2019;2(1):124–37. Available from: https://wellness.journalpress.id/wellness/article/view/v1i223wh/24
  3. Alem AZ, Efendi F, McKenna L, Felipe-Dimog EB, Chilot D, Tonapa SI, et al. Prevalence and factors associated with anemia in women of reproductive age across low- and middle-income countries based on national data. Sci Rep. 2020;10:19138. doi: 10.1038/s41598-020-76070-1
  4. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Laporan nasional Riskesdas 2018. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan; 2018. Available from: https://repository.balitbangkes.kemkes.go.id/3230/1/Laporan_Nasional_RKD2018_FINAL.pdf
  5. Cendani EAM. Asupan mikronutrien, kadar hemoglobin dan kesegaran jasmani remaja putri. Media Med Indones. 2012;46(1):6–11
  6. Barker AR, Gracia-Marco L, Ruiz JR, Castillo MJ, Aparicio-Ugarriza R, González-Gross M, et al. Physical activity, sedentary time, TV viewing, physical fitness and cardiovascular disease risk in adolescents: The HELENA study. Int J Cardiol. 2018;254:303–9. doi: 10.1016/j.ijcard.2017.11.080
  7. Denis RS, Conway JL. Iron deficiency and aerobic endurance performance in a female club runner. Sci Sports. 2019;34(1):45–51. doi: 10.1016/j.scispo.2018.04.012
  8. Sarah F, Jumiati, Yulita N. Implementasi senam kesehatan reproduksi terhadap kebugaran jasmani remaja putri. Saintekes. 2021;2:195–204
  9. Fitria S. Implementasi senam kesehatan reproduksi terhadap kadar hemoglobin dan kebugaran jasmani remaja putri [skripsi]. Semarang: Poltekkes Kemenkes Semarang; 2019
  10. Notoatmodjo S. Promosi kesehatan: teori dan aplikasi. Jakarta: Rineka Cipta; 2005
  11. Jubaedah E, Yuhandini D, Sari S. Pendidikan kesehatan melalui media video dan leaflet terhadap pengetahuan personal hygiene menstruasi remaja putri. J Ilm Pannmed. 2020;15(1):30–5

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.