BibTex Citation Data :
@article{JPHCS29983, author = {Hasriyanti Fernandes and Priscilla Pihahey and Fajrin Ardiansyah}, title = {Edukasi Senam Kesehatan Reproduksi tentang Upaya Peningkatan Hemoglobin Remaja Putri di SMA Negeri 1 Wondama}, journal = {Journal of Public Health and Community Service}, volume = {5}, number = {1}, year = {2026}, keywords = {senam kesehatan reproduksi; remaja putri; kesehatan jasmani}, abstract = { Remaja putri merupakan kelompok berisiko tinggi mengalami anemia. Data Riset Kesehatan Dasar menunjukkan prevalensi anemia di Indonesia sebesar 26,4% pada usia 5–14 tahun dan 18,4% pada usia 15–24 tahun. Anemia pada remaja berdampak pada penurunan konsentrasi, kebugaran, dan dalam jangka panjang berpotensi meningkatkan risiko komplikasi kehamilan. Aktivitas fisik seperti senam kesehatan reproduksi dapat menjadi salah satu upaya promotif dalam pencegahan anemia melalui peningkatan kebugaran dan pemahaman kesehatan reproduksi.Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan remaja putri melalui edukasi dan demonstrasi senam kesehatan reproduksi di SMA Negeri 1 Wondama. Desain kegiatan menggunakan pre-test dan post-test pada 94 siswi. Hasil analisis menunjukkan rata-rata skor pengetahuan sebelum edukasi adalah 3,92 ± 1,85 dan meningkat menjadi 8,41 ± 1,26 setelah edukasi. Uji Paired Sample T-Test menunjukkan perbedaan yang signifikan ( p < 0,001). Edukasi senam kesehatan reproduksi secara signifikan meningkatkan pengetahuan remaja putri dan berpotensi menjadi strategi promotif dalam pencegahan anemia di lingkungan sekolah. Kata Kunci: senam kesehatan reproduksi, remaja putri, kesehatan jasmani }, issn = {2829-4289}, pages = {1--5} doi = {10.14710/jphcs.2026.29983}, url = {https://ejournal2.undip.ac.id/index.php/jphcs/article/view/29983} }
Refworks Citation Data :
Remaja putri merupakan kelompok berisiko tinggi mengalami anemia. Data Riset Kesehatan Dasar menunjukkan prevalensi anemia di Indonesia sebesar 26,4% pada usia 5–14 tahun dan 18,4% pada usia 15–24 tahun. Anemia pada remaja berdampak pada penurunan konsentrasi, kebugaran, dan dalam jangka panjang berpotensi meningkatkan risiko komplikasi kehamilan. Aktivitas fisik seperti senam kesehatan reproduksi dapat menjadi salah satu upaya promotif dalam pencegahan anemia melalui peningkatan kebugaran dan pemahaman kesehatan reproduksi.Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan remaja putri melalui edukasi dan demonstrasi senam kesehatan reproduksi di SMA Negeri 1 Wondama. Desain kegiatan menggunakan pre-test dan post-test pada 94 siswi. Hasil analisis menunjukkan rata-rata skor pengetahuan sebelum edukasi adalah 3,92 ± 1,85 dan meningkat menjadi 8,41 ± 1,26 setelah edukasi. Uji Paired Sample T-Test menunjukkan perbedaan yang signifikan (p < 0,001). Edukasi senam kesehatan reproduksi secara signifikan meningkatkan pengetahuan remaja putri dan berpotensi menjadi strategi promotif dalam pencegahan anemia di lingkungan sekolah.
Kata Kunci: senam kesehatan reproduksi, remaja putri, kesehatan jasmani
Article Metrics:
Last update:
Journal of Public Health and Comunity Service by Faculty of Public Health, Universitas Diponegoro is licensed under CC BY-SA 4.0