skip to main content

Kelimpahan dan Indeks Ekologi Copepoda pada Awal dan Akhir Musim Kemarau di Perairan Semarang, Jawa Tengah

1Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia

2Departemen Oseanografi, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia

Received: 2 Aug 2026; Revised: 4 Sep 2026; Accepted: 29 Sep 2026; Available online: 25 Oct 2026; Published: 10 Nov 2026.
Open Access Copyright (c) 2026 Jurnal Kelautan Tropis under http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0.

Citation Format:
Abstract

Copepoda merupakan salah satu organisme dominan dalam komunitas zooplankton yang berperan penting dalam rantai makanan perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan dan indeks ekologi copepoda  pada awal dan akhir musim kemarau di Perairan Semarang yang masih terdampak massa air dari Banjir Kanal Barat. Penelitian dilakukan pada bulan Juli dan September 2025 di 9 stasiun yang mewakili zona laut, peralihan, dan muara dengan metode purposive sampling. Sampel diambil menggunakan plankton net  dengan mesh size  110 µm pada kedalaman 3 m, kemudian diawetkan dengan formalin 4% dan dianalisis secara deskriptif kuantitatif di laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelimpahan  rata-rata copepoda pada awal musim kemarau sebesar 367,22 ind/m³, sedangkan pada akhir musim kemarau meningkat menjadi 498,33 ind/m³. Komposisi jenis pada awal musim kemarau terdiri dari 7 famili, 10 genus, dan 16 spesies, sedangkan pada akhir musim kemarau menurun menjadi 6 famili, 9 genus, dan 14 spesies. Nilai indeks keanekaragaman (H’) tergolong rendah pada kedua periode, yaitu 0,29-0,53 (rata-rata 0,43) pada awal musim kemarau dan menurun menjadi 0,08-0,51 (rata-rata 0,29) pada akhir musim kemarau. Indeks keseragaman juga rendah (0,05-0,10 menjadi 0,01-0,07), sedangkan indeks dominansi tetap rendah (0,09-0,20 menjadi 0,09-0,17), yang menunjukkan tidak adanya dominasi spesies. Hasil ini menunjukkan bahwa meskipun kelimpahan Copepoda meningkat pada akhir musim kemarau, struktur komunitas cenderung mengalami penurunan keanekaragaman dan peningkatan keseragaman akibat perubahan kondisi lingkungan, khususnya peningkatan salinitas dan stabilitas perairan.

Keywords: Copepoda; Komposisi Jenis; Musim Kemarau;, Perairan Semarang

Article Metrics:

Article Info
Section: Articles
Language : ID

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.