Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
BibTex Citation Data :
@article{JKT33184, author = {Defan Fauzi Akbar and Bambang Yulianto and Subagiyo Subagiyo}, title = {Kajian Ekosistem Mangrove Pasca-Insiden Tumpahan Minyak Di Pantai Sedari, Kabupaten Karawang, Jawa Barat}, journal = {Jurnal Kelautan Tropis}, volume = {29}, number = {2}, year = {2026}, keywords = {Mangrove; Total Petroleum Hidrokarbon; Tumpahan Minyak}, abstract = { Ekosistem mangrove memberikan jasa ekosistem penting yang mendukung ketahanan lingkungan dan ekonomi masyarakat. Tumpahan minyak di Perairan Karawang tahun 2019 dan 2021 telah menyebabkan kerusakan ekosistem mangrove. Penelitian telah dilakukan di Pantai Sedari, Karawang pada bulan Maret 2023 yang bertujuan untuk mengevaluasi kondisi mangrove pasca tumpahan minyak. Penelitian dilakukan dengan metode random terstratifikasi di 3 lokasi. Pengambilan data meliputi analisis vegetasi, pertumbuhan dan tutupan mangrove, makrozoobenthos, dan pengukuran konsentrasi total petroleum hidrokarbon (TPH) di air laut dan sedimen. Hasil penelitian menunjukkan kondisi ekosistem mangrove terdiri dari 3 spesies mangrove yaitu Rhizophora mucronata, Rhizophora stylosa, Avicennia alba dan Avicennia officinalis . Kondisi ekologis mangrove menunjukkan kategori kerapatan sedang – rapat (1.433 – 1.766 ind/ha), kategori tutupan mangrove sedang – rapat (62,06 ± 5,15% - 78,38 ± 1,47%), Hasil analisis vegetasi menunjukkan Rhizophora memegang peran ekologis yang paling besar di stasiun 1, sedangkan di stasiun 2 dan 3 dipegang oleh Avicenia. Kelimpahan makrozoobenthos (22 – 75 ind/m 2 ). Kondisi ekosistem mangrove berdasarkan residu minyak menunjukkan bahwa lokasi penelitian masih terdampak oleh minyak yang ditunjukkan dengan konsentrasi petroleum hidrokarbon (TPH) pada air laut dan sedimen dalam kategori tinggi (0,887 ± 0,04 - 1,067 ± 0,12 ppm) dan (0,44 ± 0,2 - 4,55 ± 3,85 ppm). Selain itu juga masih terdeteksinya sisa bercak hitam memudar pada akar dan batang mangrove. Oleh karena itu diperlukan upaya untuk membersihkan residu minyak yang masih ada di ekosistem mangrove ini serta tindakan pengawasan terhadap kegiatan-kegiatan yang potensial menyebabkan pencemaran minyak. }, issn = {2528-3111}, pages = {267--278} doi = {10.14710/jkt.v29i2.33184}, url = {https://ejournal2.undip.ac.id/index.php/jkt/article/view/33184} }
Refworks Citation Data :
Ekosistem mangrove memberikan jasa ekosistem penting yang mendukung ketahanan lingkungan dan ekonomi masyarakat. Tumpahan minyak di Perairan Karawang tahun 2019 dan 2021 telah menyebabkan kerusakan ekosistem mangrove. Penelitian telah dilakukan di Pantai Sedari, Karawang pada bulan Maret 2023 yang bertujuan untuk mengevaluasi kondisi mangrove pasca tumpahan minyak. Penelitian dilakukan dengan metode random terstratifikasi di 3 lokasi. Pengambilan data meliputi analisis vegetasi, pertumbuhan dan tutupan mangrove, makrozoobenthos, dan pengukuran konsentrasi total petroleum hidrokarbon (TPH) di air laut dan sedimen. Hasil penelitian menunjukkan kondisi ekosistem mangrove terdiri dari 3 spesies mangrove yaitu Rhizophora mucronata, Rhizophora stylosa, Avicennia alba dan Avicennia officinalis. Kondisi ekologis mangrove menunjukkan kategori kerapatan sedang – rapat (1.433 – 1.766 ind/ha), kategori tutupan mangrove sedang – rapat (62,06 ± 5,15% - 78,38 ± 1,47%), Hasil analisis vegetasi menunjukkan Rhizophora memegang peran ekologis yang paling besar di stasiun 1, sedangkan di stasiun 2 dan 3 dipegang oleh Avicenia. Kelimpahan makrozoobenthos (22 – 75 ind/m2). Kondisi ekosistem mangrove berdasarkan residu minyak menunjukkan bahwa lokasi penelitian masih terdampak oleh minyak yang ditunjukkan dengan konsentrasi petroleum hidrokarbon (TPH) pada air laut dan sedimen dalam kategori tinggi (0,887 ± 0,04 - 1,067 ± 0,12 ppm) dan (0,44 ± 0,2 - 4,55 ± 3,85 ppm). Selain itu juga masih terdeteksinya sisa bercak hitam memudar pada akar dan batang mangrove. Oleh karena itu diperlukan upaya untuk membersihkan residu minyak yang masih ada di ekosistem mangrove ini serta tindakan pengawasan terhadap kegiatan-kegiatan yang potensial menyebabkan pencemaran minyak.
Article Metrics:
Last update:
Upon acceptance for publication, authors agree to transfer the copyright of their article to Jurnal Kelautan Tropis, while retaining the right to reuse their work under the terms of the open license applied.
From the date of publication, the copyright for each article is held by Jurnal Kelautan Tropis. This transfer allows the journal to manage, disseminate, and preserve scholarly content in accordance with international standards and open access best practices.
Although copyright is held by the journal, all published articles are made available under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-SA 4.0). Under this license, anyone may:
Copy and redistribute the material in any medium or format
Remix, transform, and build upon the material for any purpose, even commercially
provided that:
Appropriate credit is given to the original author(s) and the source
Indications are made of any changes that were made
Derivative works are distributed under the same license (CC BY-SA 4.0)
While copyright is held by the journal, authors retain important reuse rights. Authors may:
Reuse the published version of their article in future works, including books, compilations, and lectures
Deposit the published version in institutional or subject repositories
Share the article freely, including on personal websites or academic networks
as long as the original publication in Jurnal Kelautan Tropis is cited and the CC BY-SA 4.0 license terms are respected.
Authors must ensure that any third-party content included in the article (e.g., figures, images, datasets) is either original, in the public domain, or licensed for reuse under compatible terms. If specific permissions are required, authors must obtain them prior to submission.
For questions regarding copyright or licensing, please contact the editorial office at: j.kelautantropis@gmail.com
View My Stats
Jurnal Kelautan Tropis is published by Departement of Marine Science, Faculty of Fisheries and Marine Science, Universitas Diponegoro under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.