Departemen Pengelolaan Sumber Daya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Mulawarman, Indonesia
BibTex Citation Data :
@article{JKT32957, author = {Cindy Siauw and Nurfadilah Nurfadilah and Dewi Bulan}, title = {Profil Fitokimia dan Aktivitas Penghambatan α-Glukosidase Ekstrak Acanthus ilicifolius dan Sonneratia alba dari Kabupaten Berau, Kalimantan Timur}, journal = {Jurnal Kelautan Tropis}, volume = {29}, number = {3}, year = {2026}, keywords = {Acanthus ilicifolius; α-glukosidase; bioprospeksi; mangrove; Sonneratia alba}, abstract = { Mangrove merupakan sumber daya hayati pesisir yang menghasilkan berbagai metabolit sekunder dengan potensi aktivitas biologis. Acanthus ilicifolius dan Sonneratia alba dipilih dalam penelitian ini karena keduanya ditemukan di ekosistem mangrove Berau dan telah dilaporkan mengandung kelompok metabolit yang berkaitan dengan aktivitas penghambatan enzim. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi profil fitokimia dan mengevaluasi aktivitas penghambatan α-glukosidase dari ekstrak daun dan batang A. ilicifolius serta ekstrak daun S. alba yang dikoleksi dari Kampung Tabalar Muara, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Sampel diekstraksi secara bertingkat menggunakan n-heksana, etil asetat, dan metanol melalui metode maserasi. Skrining fitokimia dilakukan secara kualitatif pada seluruh ekstrak. Berdasarkan skrining awal tersebut, ekstrak metanol dipilih untuk uji penghambatan α-glukosidase secara in vitro karena mengandung rentang golongan metabolit terdeteksi yang paling luas, termasuk alkaloid, saponin, fenol, dan flavonoid. Uji penghambatan dilakukan dalam tiga ulangan, dan data disajikan sebagai rerata ± standar deviasi. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa profil metabolit bervariasi antar pelarut dan sampel tumbuhan. Ekstrak metanol secara konsisten mengandung alkaloid, saponin, fenol, dan flavonoid. Di antara ekstrak metanol yang diuji, ekstrak daun S. alba menunjukkan nilai IC₅₀ terendah, diikuti oleh ekstrak batang dan daun A. ilicifolius . Nilai IC₅₀ masing-masing adalah 64,3 ± 0,4 ppm untuk ekstrak daun S. alba , 267,2 ± 1,8 ppm untuk ekstrak batang A. ilicifolius , dan 2641,8 ± 25,8 ppm untuk ekstrak daun A. ilicifolius . Namun, aktivitas ketiga ekstrak masih lebih rendah dibandingkan akarbosa sebagai kontrol positif. Hasil ini menunjukkan bahwa daun S. alba dapat menjadi kandidat awal untuk kajian lanjutan penghambat α-glukosidase dari mangrove, tetapi identifikasi senyawa aktif dan validasi bioaktivitas yang lebih komprehensif masih diperlukan. }, issn = {2528-3111}, pages = {441--452} doi = {10.14710/jkt.v29i3.32957}, url = {https://ejournal2.undip.ac.id/index.php/jkt/article/view/32957} }
Refworks Citation Data :
Mangrove merupakan sumber daya hayati pesisir yang menghasilkan berbagai metabolit sekunder dengan potensi aktivitas biologis. Acanthus ilicifolius dan Sonneratia alba dipilih dalam penelitian ini karena keduanya ditemukan di ekosistem mangrove Berau dan telah dilaporkan mengandung kelompok metabolit yang berkaitan dengan aktivitas penghambatan enzim. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi profil fitokimia dan mengevaluasi aktivitas penghambatan α-glukosidase dari ekstrak daun dan batang A. ilicifolius serta ekstrak daun S. alba yang dikoleksi dari Kampung Tabalar Muara, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Sampel diekstraksi secara bertingkat menggunakan n-heksana, etil asetat, dan metanol melalui metode maserasi. Skrining fitokimia dilakukan secara kualitatif pada seluruh ekstrak. Berdasarkan skrining awal tersebut, ekstrak metanol dipilih untuk uji penghambatan α-glukosidase secara in vitro karena mengandung rentang golongan metabolit terdeteksi yang paling luas, termasuk alkaloid, saponin, fenol, dan flavonoid. Uji penghambatan dilakukan dalam tiga ulangan, dan data disajikan sebagai rerata ± standar deviasi. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa profil metabolit bervariasi antar pelarut dan sampel tumbuhan. Ekstrak metanol secara konsisten mengandung alkaloid, saponin, fenol, dan flavonoid. Di antara ekstrak metanol yang diuji, ekstrak daun S. alba menunjukkan nilai IC₅₀ terendah, diikuti oleh ekstrak batang dan daun A. ilicifolius. Nilai IC₅₀ masing-masing adalah 64,3 ± 0,4 ppm untuk ekstrak daun S. alba, 267,2 ± 1,8 ppm untuk ekstrak batang A. ilicifolius, dan 2641,8 ± 25,8 ppm untuk ekstrak daun A. ilicifolius. Namun, aktivitas ketiga ekstrak masih lebih rendah dibandingkan akarbosa sebagai kontrol positif. Hasil ini menunjukkan bahwa daun S. alba dapat menjadi kandidat awal untuk kajian lanjutan penghambat α-glukosidase dari mangrove, tetapi identifikasi senyawa aktif dan validasi bioaktivitas yang lebih komprehensif masih diperlukan.
Article Metrics:
Last update:
Upon acceptance for publication, authors agree to transfer the copyright of their article to Jurnal Kelautan Tropis, while retaining the right to reuse their work under the terms of the open license applied.
From the date of publication, the copyright for each article is held by Jurnal Kelautan Tropis. This transfer allows the journal to manage, disseminate, and preserve scholarly content in accordance with international standards and open access best practices.
Although copyright is held by the journal, all published articles are made available under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-SA 4.0). Under this license, anyone may:
Copy and redistribute the material in any medium or format
Remix, transform, and build upon the material for any purpose, even commercially
provided that:
Appropriate credit is given to the original author(s) and the source
Indications are made of any changes that were made
Derivative works are distributed under the same license (CC BY-SA 4.0)
While copyright is held by the journal, authors retain important reuse rights. Authors may:
Reuse the published version of their article in future works, including books, compilations, and lectures
Deposit the published version in institutional or subject repositories
Share the article freely, including on personal websites or academic networks
as long as the original publication in Jurnal Kelautan Tropis is cited and the CC BY-SA 4.0 license terms are respected.
Authors must ensure that any third-party content included in the article (e.g., figures, images, datasets) is either original, in the public domain, or licensed for reuse under compatible terms. If specific permissions are required, authors must obtain them prior to submission.
For questions regarding copyright or licensing, please contact the editorial office at: j.kelautantropis@gmail.com
View My Stats
Jurnal Kelautan Tropis is published by Departement of Marine Science, Faculty of Fisheries and Marine Science, Universitas Diponegoro under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.