skip to main content

Profil Fitokimia dan Aktivitas Penghambatan α-Glukosidase Ekstrak Acanthus ilicifolius dan Sonneratia alba dari Kabupaten Berau, Kalimantan Timur

Departemen Pengelolaan Sumber Daya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Mulawarman, Indonesia

Received: 12 Jun 2026; Revised: 30 Jun 2026; Accepted: 7 Jul 2026; Available online: 23 Oct 2026; Published: 10 Nov 2026.
Open Access Copyright (c) 2026 Jurnal Kelautan Tropis under http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0.

Citation Format:
Abstract

Mangrove merupakan sumber daya hayati pesisir yang menghasilkan berbagai metabolit sekunder dengan potensi aktivitas biologis. Acanthus ilicifolius dan Sonneratia alba dipilih dalam penelitian ini karena keduanya ditemukan di ekosistem mangrove Berau dan telah dilaporkan mengandung kelompok metabolit yang berkaitan dengan aktivitas penghambatan enzim. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi profil fitokimia dan mengevaluasi aktivitas penghambatan α-glukosidase dari ekstrak daun dan batang A. ilicifolius serta ekstrak daun S. alba yang dikoleksi dari Kampung Tabalar Muara, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Sampel diekstraksi secara bertingkat menggunakan n-heksana, etil asetat, dan metanol melalui metode maserasi. Skrining fitokimia dilakukan secara kualitatif pada seluruh ekstrak. Berdasarkan skrining awal tersebut, ekstrak metanol dipilih untuk uji penghambatan α-glukosidase secara in vitro karena mengandung rentang golongan metabolit terdeteksi yang paling luas, termasuk alkaloid, saponin, fenol, dan flavonoid. Uji penghambatan dilakukan dalam tiga ulangan, dan data disajikan sebagai rerata ± standar deviasi. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa profil metabolit bervariasi antar pelarut dan sampel tumbuhan. Ekstrak metanol secara konsisten mengandung alkaloid, saponin, fenol, dan flavonoid. Di antara ekstrak metanol yang diuji, ekstrak daun S. alba menunjukkan nilai IC₅₀ terendah, diikuti oleh ekstrak batang dan daun A. ilicifolius. Nilai IC₅₀ masing-masing adalah 64,3 ± 0,4 ppm untuk ekstrak daun S. alba, 267,2 ± 1,8 ppm  untuk ekstrak batang A. ilicifolius, dan 2641,8 ± 25,8 ppm untuk ekstrak daun A. ilicifolius. Namun, aktivitas ketiga ekstrak masih lebih rendah dibandingkan akarbosa sebagai kontrol positif. Hasil ini menunjukkan bahwa daun S. alba dapat menjadi kandidat awal untuk kajian lanjutan penghambat α-glukosidase dari mangrove, tetapi identifikasi senyawa aktif dan validasi bioaktivitas yang lebih komprehensif masih diperlukan.

Keywords: Acanthus ilicifolius; α-glukosidase; bioprospeksi; mangrove; Sonneratia alba
Funding: Universitas Mulawarman

Article Metrics:

Article Info
Section: Articles
Language : ID

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.