skip to main content

Kelimpahan dan Karakteristik Mikroplastik di Tambak Bandeng Dusun Gunung Ketapang, Kecamatan Sekotong

1Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia

2Departemen Oseanografi, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia

Received: 6 Jun 2026; Revised: 2 Aug 2026; Accepted: 25 Aug 2026; Available online: 21 Oct 2026; Published: 10 Nov 2026.
Open Access Copyright (c) 2026 Jurnal Kelautan Tropis under http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0.

Citation Format:
Abstract

Keberadaan polutan mikroplastik dapat tersebar di hampir seluruh lingkungan perairan termasuk pada area budidaya perikanan yang wilayahnya terihat bersih. Kontaminasi mikroplastik pada ikan bandeng dapat menimbulkan ancaman serius karena akumulasi zat toksik di dalam tubuh dapat memicu gangguan fisiologis, stres oksidatif dan merusak jaringan tubuh hingga menurunkan laju pertumbuhan hewan budidaya. Penelitian ini bertujuan mengetahui kelimpahan dan karakteristik mikroplastik pada air dan sedimen tambak ikan bandeng pesisir Dusun Gunung Ketapang, Sekotong, Lombok Barat. Sampel air tambak dan sedimen diuji kandungan mikroplastiknya meliputi parameter kelimpahan, morfologi (bentuk dan warna), serta jenis polimer penyusunnya. Proses pemisahan kandungan mikroplastik pada sampel air dan sedimen tambak menggunakan metode peroksida basah. Analisis jenis polimer mikroplastik menggunakan metode  Fourier Transform Infrared (FTIR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelimpahan mikroplastik pada air tambak 9,5 ± 1,979 partikel/liter dan pada sedimen 10,67 ± 1,886 partikel / 100 gram sedimen kering. Bentuk mikroplastik yang ditemukan pada air tambak dan sedimen tambak yaitu fragmen, fiber, granula, pellet, film dan sheet. Bentuk mikroplastik yang ditemukan paling banyak adalah fiber. Dari hasil uji sampel t-test independen, ditemukan tidak ada perbedaan signifikan (p-value ≥ 0,05) antara kelimpahan mikroplastik pada air tambak dan sedimen tambak. Warna mikroplastik pada sampel air tambak maupun sedimen terdiri dari warna merah, biru, hitam, hijau, putih, bening, ungu, kuning dan coklat. Jenis polimer mikroplastik yang ditemukan mendominasi pada penelitian penelitian ini terdiri dari Polyethylene (PE), Polypropylene (PP) dan Polyester (PET). Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat cemaran mikroplastik pada sistem budidaya bandeng di Dusun Gunung Ketapang, Kecamatan Sekotong. Keberadaan cemaran mikroplastik diduga berasal dari limbah tekstil residu pencucian dan sampah plastik yang ikut terbawa arus dari arah barat dan utara menuju Selat Lombok.

Keywords: Budidaya Perikanan Pantai; Polusi Plastik; Identifikasi Polimer; Oksidasi Peroksida Basah; Lombok

Article Metrics:

Article Info
Section: Articles
Language : ID

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.