1Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
2Departemen Oseanografi, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
BibTex Citation Data :
@article{JKT32661, author = {Wadiya Aprilianti and Dwi Ismunarti and Subagiyo Subagiyo}, title = {Kelimpahan dan Karakteristik Mikroplastik di Tambak Bandeng Dusun Gunung Ketapang, Kecamatan Sekotong}, journal = {Jurnal Kelautan Tropis}, volume = {29}, number = {3}, year = {2026}, keywords = {Budidaya Perikanan Pantai; Polusi Plastik; Identifikasi Polimer; Oksidasi Peroksida Basah; Lombok}, abstract = { Keberadaan polutan mikroplastik dapat tersebar di hampir seluruh lingkungan perairan termasuk pada area budidaya perikanan yang wilayahnya terihat bersih. Kontaminasi mikroplastik pada ikan bandeng dapat menimbulkan ancaman serius karena akumulasi zat toksik di dalam tubuh dapat memicu gangguan fisiologis, stres oksidatif dan merusak jaringan tubuh hingga menurunkan laju pertumbuhan hewan budidaya. Penelitian ini bertujuan mengetahui kelimpahan dan karakteristik mikroplastik pada air dan sedimen tambak ikan bandeng pesisir Dusun Gunung Ketapang, Sekotong, Lombok Barat. Sampel air tambak dan sedimen diuji kandungan mikroplastiknya meliputi parameter kelimpahan, morfologi (bentuk dan warna), serta jenis polimer penyusunnya. Proses pemisahan kandungan mikroplastik pada sampel air dan sedimen tambak menggunakan metode peroksida basah. Analisis jenis polimer mikroplastik menggunakan metode Fourier Transform Infrared (FTIR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelimpahan mikroplastik pada air tambak 9,5 ± 1,979 partikel/liter dan pada sedimen 10,67 ± 1,886 partikel / 100 gram sedimen kering. Bentuk mikroplastik yang ditemukan pada air tambak dan sedimen tambak yaitu fragmen, fiber, granula, pellet, film dan sheet. Bentuk mikroplastik yang ditemukan paling banyak adalah fiber. Dari hasil uji sampel t-test independen, ditemukan tidak ada perbedaan signifikan (p-value ≥ 0,05) antara kelimpahan mikroplastik pada air tambak dan sedimen tambak. Warna mikroplastik pada sampel air tambak maupun sedimen terdiri dari warna merah, biru, hitam, hijau, putih, bening, ungu, kuning dan coklat. Jenis polimer mikroplastik yang ditemukan mendominasi pada penelitian penelitian ini terdiri dari Polyethylene (PE), Polypropylene (PP) dan Polyester (PET). Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat cemaran mikroplastik pada sistem budidaya bandeng di Dusun Gunung Ketapang, Kecamatan Sekotong. Keberadaan cemaran mikroplastik diduga berasal dari limbah tekstil residu pencucian dan sampah plastik yang ikut terbawa arus dari arah barat dan utara menuju Selat Lombok. }, issn = {2528-3111}, pages = {377--386} doi = {10.14710/jkt.v29i3.32661}, url = {https://ejournal2.undip.ac.id/index.php/jkt/article/view/32661} }
Refworks Citation Data :
Keberadaan polutan mikroplastik dapat tersebar di hampir seluruh lingkungan perairan termasuk pada area budidaya perikanan yang wilayahnya terihat bersih. Kontaminasi mikroplastik pada ikan bandeng dapat menimbulkan ancaman serius karena akumulasi zat toksik di dalam tubuh dapat memicu gangguan fisiologis, stres oksidatif dan merusak jaringan tubuh hingga menurunkan laju pertumbuhan hewan budidaya. Penelitian ini bertujuan mengetahui kelimpahan dan karakteristik mikroplastik pada air dan sedimen tambak ikan bandeng pesisir Dusun Gunung Ketapang, Sekotong, Lombok Barat. Sampel air tambak dan sedimen diuji kandungan mikroplastiknya meliputi parameter kelimpahan, morfologi (bentuk dan warna), serta jenis polimer penyusunnya. Proses pemisahan kandungan mikroplastik pada sampel air dan sedimen tambak menggunakan metode peroksida basah. Analisis jenis polimer mikroplastik menggunakan metode Fourier Transform Infrared (FTIR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelimpahan mikroplastik pada air tambak 9,5 ± 1,979 partikel/liter dan pada sedimen 10,67 ± 1,886 partikel / 100 gram sedimen kering. Bentuk mikroplastik yang ditemukan pada air tambak dan sedimen tambak yaitu fragmen, fiber, granula, pellet, film dan sheet. Bentuk mikroplastik yang ditemukan paling banyak adalah fiber. Dari hasil uji sampel t-test independen, ditemukan tidak ada perbedaan signifikan (p-value ≥ 0,05) antara kelimpahan mikroplastik pada air tambak dan sedimen tambak. Warna mikroplastik pada sampel air tambak maupun sedimen terdiri dari warna merah, biru, hitam, hijau, putih, bening, ungu, kuning dan coklat. Jenis polimer mikroplastik yang ditemukan mendominasi pada penelitian penelitian ini terdiri dari Polyethylene (PE), Polypropylene (PP) dan Polyester (PET). Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat cemaran mikroplastik pada sistem budidaya bandeng di Dusun Gunung Ketapang, Kecamatan Sekotong. Keberadaan cemaran mikroplastik diduga berasal dari limbah tekstil residu pencucian dan sampah plastik yang ikut terbawa arus dari arah barat dan utara menuju Selat Lombok.
Article Metrics:
Last update:
Upon acceptance for publication, authors agree to transfer the copyright of their article to Jurnal Kelautan Tropis, while retaining the right to reuse their work under the terms of the open license applied.
From the date of publication, the copyright for each article is held by Jurnal Kelautan Tropis. This transfer allows the journal to manage, disseminate, and preserve scholarly content in accordance with international standards and open access best practices.
Although copyright is held by the journal, all published articles are made available under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-SA 4.0). Under this license, anyone may:
Copy and redistribute the material in any medium or format
Remix, transform, and build upon the material for any purpose, even commercially
provided that:
Appropriate credit is given to the original author(s) and the source
Indications are made of any changes that were made
Derivative works are distributed under the same license (CC BY-SA 4.0)
While copyright is held by the journal, authors retain important reuse rights. Authors may:
Reuse the published version of their article in future works, including books, compilations, and lectures
Deposit the published version in institutional or subject repositories
Share the article freely, including on personal websites or academic networks
as long as the original publication in Jurnal Kelautan Tropis is cited and the CC BY-SA 4.0 license terms are respected.
Authors must ensure that any third-party content included in the article (e.g., figures, images, datasets) is either original, in the public domain, or licensed for reuse under compatible terms. If specific permissions are required, authors must obtain them prior to submission.
For questions regarding copyright or licensing, please contact the editorial office at: j.kelautantropis@gmail.com
View My Stats
Jurnal Kelautan Tropis is published by Departement of Marine Science, Faculty of Fisheries and Marine Science, Universitas Diponegoro under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.