skip to main content

Karakteristik Ukuran Butir dan Proses Deposisi pada Inti Sedimen Perairan Laut Maluku, Indonesia

1Program Studi Ilmu Kelautan, Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, IPB University, Indonesia

2Program Studi Ilmu Kelautan, Fakultas Pertanian, Perikanan, dan Kelautan, Universitas Bangka Belitung, Indonesia

3Pusat Riset Iklim dan Atmosfer, Badan Riset dan Inovasi Nasional, Indonesia

4 Pusat Riset Teknologi Proses Radiasi, Badan Riset dan Inovasi Nasional, Indonesia

5 Pusat Riset Oseanologi, Badan Riset dan Inovasi Nasional, Indonesia

View all affiliations
Received: 23 Apr 2026; Revised: 1 May 2026; Accepted: 8 May 2026; Available online: 1 Jun 2026; Published: 13 Jun 2026.
Open Access Copyright (c) 2026 Jurnal Kelautan Tropis under http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0.

Citation Format:
Abstract

Karakteristik ukuran butir sedimen merupakan variabel sedimentologi penting untuk memahami proses pengendapan di Laut Maluku. Namun, penelitian mengenai hal ini belum didukung oleh ketersediaan data granulometri vertikal yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk merekonstruksi dinamika lingkungan pengendapan di Laut Maluku berdasarkan variasi vertikal karakteristik ukuran butir sedimen. Sampel inti sedimen (29BC dan 57BC) diambil pada kedalaman 2324 m dan 2286 m.  Analisis ukuran butir dilakukan dengan menggunakan instrumen laser diffraction particle size analyzer (Mastersizer 2000), dengan parameter statistik seperti nilai rata-rata, sortasi, kemencengan, dan kurtosis dihitung dengan perangkat lunak Gradistat versi 8.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua inti sedimen didominasi oleh fraksi lanau kasar hingga lanau sedang dengan tekstur lumpur berpasir dan pola distribusi unimodal. Mekanisme transportasi sedimen berdasarkan diagram C-M didominasi oleh suspensi seragam pada lingkungan semi tertutup berenergi relatif rendah. Meskipun demikian, profil vertikal kedua lokasi merekam stabilitas hidrodinamika yang berbeda. Inti sedimen 29BC lebih dinamis dan fluktuatif (rata-rata 5,534-6,071 ϕ, sortasi 1,439-1,678 ϕ, kemencengan simetris hingga condong berbutir kasar) dengan tren peningkatan ukuran butir ke lapisan atas, merekam penguatan energi hidrodinamika secara temporal yang berkaitan dengan intensitas upwelling aktif selama fase El Niño. Sebaliknya, lokasi 57BC menunjukkan karakteristik vertikal yang homogen dan stabil (rata-rata 5,747-5,935 ϕ, sortasi 1,403-1,537 ϕ, kemencengan konsisten simetris), merefleksikan kondisi lingkungan pengendapan berenergi relatif rendah yang konstan di luar jangkauan fluktuasi arus kuat (di luar area upwelling), serta dipengaruhi suplai material terestrial heterogen karena posisi geografisnya yang lebih dekat dengan daratan.

Keywords: Ukuran butiran; inti sedimen; hidrodinamika; mekanisme transportasi ; Laut Maluku

Article Metrics:

Article Info
Section: Articles
Language : ID

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.