Program Studi Ilmu Kelautan, Fakultas Ilmu Kelautan Dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji, Indonesia
BibTex Citation Data :
@article{JKT31566, author = {Susi Dia and Try Febrianto and Asep Ma'mun}, title = {Studi Kuantitatif Hubungan Nilai Hambur Balik Akustik dan Persentase Tutupan Karang Encrusting di Pulau Ajab Bintan Timur}, journal = {Jurnal Kelautan Tropis}, volume = {29}, number = {2}, year = {2026}, keywords = {Backscattering strength; Hidroakustik; Karang Encrusting; Echosounder SIMRAD EK-15; Pulau Ajab}, abstract = { Ekosistem terumbu karang Indonesia berperan penting dalam menjaga keanekaragaman hayati laut dan melindungi kawasan pesisir. Karang encrusting memiliki fungsi vital sebagai perekat struktural dan indikator kesehatan ekosistem. Penurunan tutupan karang serta keterbatasan metode pemantauan konvensional mendorong perlunya penerapan teknologi non-invasif seperti hidroakustik di kawasan konservasi Pulau Ajab, Bintan Timur. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik hambur balik akustik karang encrusting dan hubungan kuantitatif antara Surface Backscattering Strength (SS) dan persentase tutupan karang sebagai dasar pengembangan model pemantauan terumbu berbasis akustik. Penelitian menggunakan desain survei kuantitatif deskriptif dengan purposive sampling. Pengukuran dilakukan menggunakan single beam echosounder Simrad EK-15 (200 kHz) dan citra bawah air berukuran 50 × 50 cm untuk analisis tutupan dengan PhotoQuad. Hubungan nilai SS dan tutupan karang diuji menggunakan regresi linear sederhana dengan uji homogenitas dan ANOVA pada SPSS. Hasil menunjukkan nilai Volume Backscattering Strength (SV) berkisar −40,99 dB hingga −23,20 dB dan SS antara −40,82 dB hingga −17,23 dB, dengan persentase tutupan karang encrusting 52–85%. Hubungan positif signifikan ditemukan antara SS dan tutupan karang (p = 0,000) dengan persamaan y =0,2819x - 51,546 dan R² = 95%. Disimpulkan bahwa nilai hambur balik akustik dapat digunakan sebagai indikator kondisi karang encrusting. Metode hidroakustik Simrad EK-15 berpotensi menjadi alat pemantauan terumbu karang yang efisien, cepat, dan non-invasif. }, issn = {2528-3111}, pages = {258--266} doi = {10.14710/jkt.v29i2.31566}, url = {https://ejournal2.undip.ac.id/index.php/jkt/article/view/31566} }
Refworks Citation Data :
Ekosistem terumbu karang Indonesia berperan penting dalam menjaga keanekaragaman hayati laut dan melindungi kawasan pesisir. Karang encrusting memiliki fungsi vital sebagai perekat struktural dan indikator kesehatan ekosistem. Penurunan tutupan karang serta keterbatasan metode pemantauan konvensional mendorong perlunya penerapan teknologi non-invasif seperti hidroakustik di kawasan konservasi Pulau Ajab, Bintan Timur. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik hambur balik akustik karang encrusting dan hubungan kuantitatif antara Surface Backscattering Strength (SS) dan persentase tutupan karang sebagai dasar pengembangan model pemantauan terumbu berbasis akustik. Penelitian menggunakan desain survei kuantitatif deskriptif dengan purposive sampling. Pengukuran dilakukan menggunakan single beam echosounder Simrad EK-15 (200 kHz) dan citra bawah air berukuran 50 × 50 cm untuk analisis tutupan dengan PhotoQuad. Hubungan nilai SS dan tutupan karang diuji menggunakan regresi linear sederhana dengan uji homogenitas dan ANOVA pada SPSS. Hasil menunjukkan nilai Volume Backscattering Strength (SV) berkisar −40,99 dB hingga −23,20 dB dan SS antara −40,82 dB hingga −17,23 dB, dengan persentase tutupan karang encrusting 52–85%. Hubungan positif signifikan ditemukan antara SS dan tutupan karang (p = 0,000) dengan persamaan y =0,2819x - 51,546 dan R² = 95%. Disimpulkan bahwa nilai hambur balik akustik dapat digunakan sebagai indikator kondisi karang encrusting. Metode hidroakustik Simrad EK-15 berpotensi menjadi alat pemantauan terumbu karang yang efisien, cepat, dan non-invasif.
Note: This article has supplementary file(s).
Article Metrics:
Last update:
Upon acceptance for publication, authors agree to transfer the copyright of their article to Jurnal Kelautan Tropis, while retaining the right to reuse their work under the terms of the open license applied.
From the date of publication, the copyright for each article is held by Jurnal Kelautan Tropis. This transfer allows the journal to manage, disseminate, and preserve scholarly content in accordance with international standards and open access best practices.
Although copyright is held by the journal, all published articles are made available under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-SA 4.0). Under this license, anyone may:
Copy and redistribute the material in any medium or format
Remix, transform, and build upon the material for any purpose, even commercially
provided that:
Appropriate credit is given to the original author(s) and the source
Indications are made of any changes that were made
Derivative works are distributed under the same license (CC BY-SA 4.0)
While copyright is held by the journal, authors retain important reuse rights. Authors may:
Reuse the published version of their article in future works, including books, compilations, and lectures
Deposit the published version in institutional or subject repositories
Share the article freely, including on personal websites or academic networks
as long as the original publication in Jurnal Kelautan Tropis is cited and the CC BY-SA 4.0 license terms are respected.
Authors must ensure that any third-party content included in the article (e.g., figures, images, datasets) is either original, in the public domain, or licensed for reuse under compatible terms. If specific permissions are required, authors must obtain them prior to submission.
For questions regarding copyright or licensing, please contact the editorial office at: j.kelautantropis@gmail.com
View My Stats
Jurnal Kelautan Tropis is published by Departement of Marine Science, Faculty of Fisheries and Marine Science, Universitas Diponegoro under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.