1Departemen Oseanografi, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
2Pusat Riset Iklim dan Atmosfer, Badan Riset dan Inovasi Nasional, Indonesia
BibTex Citation Data :
@article{JKT30205, author = {Afiq Mahasin and Heryoso Setiyono and Rahaden Bagas Hatmaja}, title = {Pengaruh Variabilitas Iklim ENSO dan IOD pada Upwelling Aceh Tahun 1998–2022}, journal = {Jurnal Kelautan Tropis}, volume = {29}, number = {1}, year = {2026}, keywords = {Upwelling; El-Nino Southern Osciliation; Indian Ocean Dipole; Perairan Utara Aceh}, abstract = { Letak geografis Perairan Utara Aceh berdekatan dengan Samudra Hindia, Selat Malaka, dan Laut Andaman yang menjadikan kondisi interaksi atmosfer laut di Perairan tersebut sangat kompleks. Interaksi atmosfer laut yang terjadi dapat juga disebabkan oleh pengaruh iklim seperti ENSO ( El-Nino Southern Osciliation ) dan IOD ( Indian Ocean Dipole) . Variabilitas ENSO dan IOD dapat mempengaruhi karakteristik upwelling yang terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik upwelling pada musim barat dan pengaruh dari ENSO dan IOD terhadap karakteristik upwelling di Perairan Utara Aceh pada musim barat. Data yang digunakan pada penelitian ini meliputi suhu permukaan laut, klorofil-a, dan angin permukaan yang diunduh pada website Marine Copernicus. Hasil studi ini menunjukan fenomena upwelling diindikasi oleh adanya ekman pumping yang tinggi dan gradient suhu permukaan laut yang tinggi serta suhu permukaan laut yang dingin dalam mempengaruhi konsentrasi klorofil-a. Hasil korelasi juga menunjukan adanya hubungan searah yang kuat pada ekman pumping dan gradient suhu permukaan laut dengan klorofil-a dan hubungan berbanding terbalik yang kuat pada suhu permukaan laut dengan klorofil-a. Pengaruh IOD positif pada tahun 2019-2020 mengindikasikan peningkatkan anomali karakteristik upwelling dengan peningkatan pada ekman pumping sebesar 1.70 m/s -1 , peningkatan gradient suhu permukaan laut sebesar 1.18℃, penurunan suhu permukaan laut sebesar -0.33℃, dan peningkatan klorofil-a sebesar 0.36 mg/m 3 . }, issn = {2528-3111}, pages = {35--48} doi = {10.14710/jkt.v29i1.30205}, url = {https://ejournal2.undip.ac.id/index.php/jkt/article/view/30205} }
Refworks Citation Data :
Letak geografis Perairan Utara Aceh berdekatan dengan Samudra Hindia, Selat Malaka, dan Laut Andaman yang menjadikan kondisi interaksi atmosfer laut di Perairan tersebut sangat kompleks. Interaksi atmosfer laut yang terjadi dapat juga disebabkan oleh pengaruh iklim seperti ENSO (El-Nino Southern Osciliation) dan IOD (Indian Ocean Dipole). Variabilitas ENSO dan IOD dapat mempengaruhi karakteristik upwelling yang terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik upwelling pada musim barat dan pengaruh dari ENSO dan IOD terhadap karakteristik upwelling di Perairan Utara Aceh pada musim barat. Data yang digunakan pada penelitian ini meliputi suhu permukaan laut, klorofil-a, dan angin permukaan yang diunduh pada website Marine Copernicus. Hasil studi ini menunjukan fenomena upwelling diindikasi oleh adanya ekman pumping yang tinggi dan gradient suhu permukaan laut yang tinggi serta suhu permukaan laut yang dingin dalam mempengaruhi konsentrasi klorofil-a. Hasil korelasi juga menunjukan adanya hubungan searah yang kuat pada ekman pumping dan gradient suhu permukaan laut dengan klorofil-a dan hubungan berbanding terbalik yang kuat pada suhu permukaan laut dengan klorofil-a. Pengaruh IOD positif pada tahun 2019-2020 mengindikasikan peningkatkan anomali karakteristik upwelling dengan peningkatan pada ekman pumping sebesar 1.70 m/s-1, peningkatan gradient suhu permukaan laut sebesar 1.18℃, penurunan suhu permukaan laut sebesar -0.33℃, dan peningkatan klorofil-a sebesar 0.36 mg/m3.
Article Metrics:
Last update:
Upon acceptance for publication, authors agree to transfer the copyright of their article to Jurnal Kelautan Tropis, while retaining the right to reuse their work under the terms of the open license applied.
From the date of publication, the copyright for each article is held by Jurnal Kelautan Tropis. This transfer allows the journal to manage, disseminate, and preserve scholarly content in accordance with international standards and open access best practices.
Although copyright is held by the journal, all published articles are made available under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-SA 4.0). Under this license, anyone may:
Copy and redistribute the material in any medium or format
Remix, transform, and build upon the material for any purpose, even commercially
provided that:
Appropriate credit is given to the original author(s) and the source
Indications are made of any changes that were made
Derivative works are distributed under the same license (CC BY-SA 4.0)
While copyright is held by the journal, authors retain important reuse rights. Authors may:
Reuse the published version of their article in future works, including books, compilations, and lectures
Deposit the published version in institutional or subject repositories
Share the article freely, including on personal websites or academic networks
as long as the original publication in Jurnal Kelautan Tropis is cited and the CC BY-SA 4.0 license terms are respected.
Authors must ensure that any third-party content included in the article (e.g., figures, images, datasets) is either original, in the public domain, or licensed for reuse under compatible terms. If specific permissions are required, authors must obtain them prior to submission.
For questions regarding copyright or licensing, please contact the editorial office at: j.kelautantropis@gmail.com
View My Stats
Jurnal Kelautan Tropis is published by Departement of Marine Science, Faculty of Fisheries and Marine Science, Universitas Diponegoro under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.