Program Studi iImu Kelautan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji, Indonesia
BibTex Citation Data :
@article{JKT30150, author = {Vera Devita and Arief Pratomo and Aditya Hikmat Nugraha}, title = {Perbandingan Keanekaragaman Jenis Echinodermata Pada Zona Intertidal dengan Kondisi Lingkungan yang Berbeda di Perairan Pulau Bunguran Kabupaten Natuna}, journal = {Jurnal Kelautan Tropis}, volume = {29}, number = {1}, year = {2026}, keywords = {Echinodermata; Kabupaten Natuna; Substrat; Zona intertidal.}, abstract = { Keberadaan Echinodermata di zona intertidal dipengaruhi oleh keadaan lingkungannya. Namun demikian informasi keanekaragaman Echinodermata pada berbagai kondisi substrat di zona intertidal Pulau Natuna masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis, dan menghitung kepadatan komunitas Echinodermata di pesisir Pulau Bunguran Kabupaten Natuna, serta mendeskripsikan perbandingan Echinodermata di perairan Pulau Bunguran Kabuaten Natuna. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli-Agustus 2025 pada 3 lokasi yakni Desa Cemaga, Desa Kelanga, dan Desa Penagi. Prosedur penelitian meliputi pengambilan sampel saat surut dengan menggunakan plot berukuran 5 x 5 m sepanjang 100 m dan sejajar dengan pantai. Analisis data mencakup kepadatan, keanekaragaman, keseragaman, dan dominasi. Hasil pengamatan menunjukkan kondisi substrat lokasi penelitian pasir berkerikil dengan pecahan karang, hingga lumpur berpasir. Hasil penelitian menemukan 10 jenis Echinodermata dengan spesies paling banyak yakni Ophiucoma scolopendrina. Archanster typicus ditemukan pada setiap lokasi penelitian. Nilai indeks keanekaragaman dan keseragaman menunjukkan variasi yang berbeda yakni kategori sedang hingga rendah. Tingkat keanekaragaman berdasarkan analisis tergolong sedang hingga rendah di tunjukkan dengan nilai H’ pada Desa Cemaga adalah Hꞌ= 0,98 kemudian Desa Kelanga Hꞌ= 1,33 serta Desa Penagi adalah Hꞌ= 0. Terdapat perbedaan kelimpahan komunitas Echinodemata antar lokasi yang signifikan kecuali pada Desa Cemaga dan Desa Kelanga. Hasil ini mengindikasikan variasi komunitas Echinodermata dipengaruhi oleh keberadaan substrat. Dan di desa penagi hanya ditemukan satu spesies yakni A.typicus. }, issn = {2528-3111}, pages = {26--34} doi = {10.14710/jkt.v29i1.30150}, url = {https://ejournal2.undip.ac.id/index.php/jkt/article/view/30150} }
Refworks Citation Data :
Keberadaan Echinodermata di zona intertidal dipengaruhi oleh keadaan lingkungannya. Namun demikian informasi keanekaragaman Echinodermata pada berbagai kondisi substrat di zona intertidal Pulau Natuna masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis, dan menghitung kepadatan komunitas Echinodermata di pesisir Pulau Bunguran Kabupaten Natuna, serta mendeskripsikan perbandingan Echinodermata di perairan Pulau Bunguran Kabuaten Natuna. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli-Agustus 2025 pada 3 lokasi yakni Desa Cemaga, Desa Kelanga, dan Desa Penagi. Prosedur penelitian meliputi pengambilan sampel saat surut dengan menggunakan plot berukuran 5 x 5 m sepanjang 100 m dan sejajar dengan pantai. Analisis data mencakup kepadatan, keanekaragaman, keseragaman, dan dominasi. Hasil pengamatan menunjukkan kondisi substrat lokasi penelitian pasir berkerikil dengan pecahan karang, hingga lumpur berpasir. Hasil penelitian menemukan 10 jenis Echinodermata dengan spesies paling banyak yakni Ophiucoma scolopendrina. Archanster typicus ditemukan pada setiap lokasi penelitian. Nilai indeks keanekaragaman dan keseragaman menunjukkan variasi yang berbeda yakni kategori sedang hingga rendah. Tingkat keanekaragaman berdasarkan analisis tergolong sedang hingga rendah di tunjukkan dengan nilai H’ pada Desa Cemaga adalah Hꞌ= 0,98 kemudian Desa Kelanga Hꞌ= 1,33 serta Desa Penagi adalah Hꞌ= 0. Terdapat perbedaan kelimpahan komunitas Echinodemata antar lokasi yang signifikan kecuali pada Desa Cemaga dan Desa Kelanga. Hasil ini mengindikasikan variasi komunitas Echinodermata dipengaruhi oleh keberadaan substrat. Dan di desa penagi hanya ditemukan satu spesies yakni A.typicus.
Article Metrics:
Last update:
Upon acceptance for publication, authors agree to transfer the copyright of their article to Jurnal Kelautan Tropis, while retaining the right to reuse their work under the terms of the open license applied.
From the date of publication, the copyright for each article is held by Jurnal Kelautan Tropis. This transfer allows the journal to manage, disseminate, and preserve scholarly content in accordance with international standards and open access best practices.
Although copyright is held by the journal, all published articles are made available under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-SA 4.0). Under this license, anyone may:
Copy and redistribute the material in any medium or format
Remix, transform, and build upon the material for any purpose, even commercially
provided that:
Appropriate credit is given to the original author(s) and the source
Indications are made of any changes that were made
Derivative works are distributed under the same license (CC BY-SA 4.0)
While copyright is held by the journal, authors retain important reuse rights. Authors may:
Reuse the published version of their article in future works, including books, compilations, and lectures
Deposit the published version in institutional or subject repositories
Share the article freely, including on personal websites or academic networks
as long as the original publication in Jurnal Kelautan Tropis is cited and the CC BY-SA 4.0 license terms are respected.
Authors must ensure that any third-party content included in the article (e.g., figures, images, datasets) is either original, in the public domain, or licensed for reuse under compatible terms. If specific permissions are required, authors must obtain them prior to submission.
For questions regarding copyright or licensing, please contact the editorial office at: j.kelautantropis@gmail.com
View My Stats
Jurnal Kelautan Tropis is published by Departement of Marine Science, Faculty of Fisheries and Marine Science, Universitas Diponegoro under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.