1Program Studi Magister Teknologi Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, IPB University, Indonesia
2Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, IPB University, Indonesia
BibTex Citation Data :
@article{JKT29843, author = {Muhammad Fadhil Ilham and Henry Munandar Manik and Sri Pujiyati}, title = {Klasifikasi Sedimen Dasar Laut Menggunakan Multibeam Echosounder dan Metode Deep Learning}, journal = {Jurnal Kelautan Tropis}, volume = {29}, number = {2}, year = {2026}, keywords = {Multibeam Echosounder; Deep Learning; Klasifikasi Sedimen; Pulau Pari}, abstract = { Klasifikasi sedimen dasar laut memiliki peran penting dalam mendukung pengelolaan sumber daya kelautan, konservasi ekosistem, serta perencanaan pembangunan wilayah pesisir. Multibeam Echosounder (MBES) merupakan instrumen akustik yang mampu menghasilkan data batimetri dan hambur balik (backscatter) beresolusi tinggi, sehingga menyediakan informasi penting untuk mengidentifikasi jenis dan karakteristik fisik dasar laut. Namun, metode klasifikasi konvensional masih menghadapi keterbatasan, seperti kebutuhan ekstraksi fitur secara manual dan sensitivitas terhadap ketidakseimbangan data, sehingga akurasinya sering kali tidak konsisten. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan membandingkan kinerja beberapa algoritma deep learning dalam klasifikasi sedimen dasar laut menggunakan data MBES di perairan Pulau Pari, Kepulauan Seribu. Dataset yang digunakan terdiri atas nilai backscatter akustik, kedalaman batimetri, serta empat parameter turunan batimetri, yaitu slope, rugosity, curvature, dan Bathymetric Position Index (BPI) sebagai fitur masukan. Sebanyak 42 sampel sedimen dasar laut dikumpulkan sebagai data ground truth, kemudian dibagi menjadi 50% untuk pelatihan dan 50% untuk pengujian model. Data MBES diolah menggunakan perangkat lunak CARIS HIPS and SIPS, sedangkan parameter turunan dihitung melalui ArcGIS 10.8.2. Evaluasi model dilakukan menggunakan confusion matrix dengan tiga metrik utama, yaitu accuracy, F1-score, dan koefisien kappa (κ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa algoritma deep learning mampu memberikan kesesuaian yang substansial, dengan model terbaik memperoleh nilai accuracy sebesar 83,78%, F1-score sebesar 83,27%, dan koefisien kappa sebesar 0,67. Penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan deep learning efektif dalam klasifikasi sedimen dasar laut dan berpotensi besar meningkatkan otomatisasi serta ketelitian pemetaan dasar laut berbasis data MBES. }, issn = {2528-3111}, pages = {289--298} doi = {10.14710/jkt.v29i2.29843}, url = {https://ejournal2.undip.ac.id/index.php/jkt/article/view/29843} }
Refworks Citation Data :
Klasifikasi sedimen dasar laut memiliki peran penting dalam mendukung pengelolaan sumber daya kelautan, konservasi ekosistem, serta perencanaan pembangunan wilayah pesisir. Multibeam Echosounder (MBES) merupakan instrumen akustik yang mampu menghasilkan data batimetri dan hambur balik (backscatter) beresolusi tinggi, sehingga menyediakan informasi penting untuk mengidentifikasi jenis dan karakteristik fisik dasar laut. Namun, metode klasifikasi konvensional masih menghadapi keterbatasan, seperti kebutuhan ekstraksi fitur secara manual dan sensitivitas terhadap ketidakseimbangan data, sehingga akurasinya sering kali tidak konsisten. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan membandingkan kinerja beberapa algoritma deep learning dalam klasifikasi sedimen dasar laut menggunakan data MBES di perairan Pulau Pari, Kepulauan Seribu. Dataset yang digunakan terdiri atas nilai backscatter akustik, kedalaman batimetri, serta empat parameter turunan batimetri, yaitu slope, rugosity, curvature, dan Bathymetric Position Index (BPI) sebagai fitur masukan. Sebanyak 42 sampel sedimen dasar laut dikumpulkan sebagai data ground truth, kemudian dibagi menjadi 50% untuk pelatihan dan 50% untuk pengujian model. Data MBES diolah menggunakan perangkat lunak CARIS HIPS and SIPS, sedangkan parameter turunan dihitung melalui ArcGIS 10.8.2. Evaluasi model dilakukan menggunakan confusion matrix dengan tiga metrik utama, yaitu accuracy, F1-score, dan koefisien kappa (κ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa algoritma deep learning mampu memberikan kesesuaian yang substansial, dengan model terbaik memperoleh nilai accuracy sebesar 83,78%, F1-score sebesar 83,27%, dan koefisien kappa sebesar 0,67. Penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan deep learning efektif dalam klasifikasi sedimen dasar laut dan berpotensi besar meningkatkan otomatisasi serta ketelitian pemetaan dasar laut berbasis data MBES.
Article Metrics:
Last update:
Upon acceptance for publication, authors agree to transfer the copyright of their article to Jurnal Kelautan Tropis, while retaining the right to reuse their work under the terms of the open license applied.
From the date of publication, the copyright for each article is held by Jurnal Kelautan Tropis. This transfer allows the journal to manage, disseminate, and preserve scholarly content in accordance with international standards and open access best practices.
Although copyright is held by the journal, all published articles are made available under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-SA 4.0). Under this license, anyone may:
Copy and redistribute the material in any medium or format
Remix, transform, and build upon the material for any purpose, even commercially
provided that:
Appropriate credit is given to the original author(s) and the source
Indications are made of any changes that were made
Derivative works are distributed under the same license (CC BY-SA 4.0)
While copyright is held by the journal, authors retain important reuse rights. Authors may:
Reuse the published version of their article in future works, including books, compilations, and lectures
Deposit the published version in institutional or subject repositories
Share the article freely, including on personal websites or academic networks
as long as the original publication in Jurnal Kelautan Tropis is cited and the CC BY-SA 4.0 license terms are respected.
Authors must ensure that any third-party content included in the article (e.g., figures, images, datasets) is either original, in the public domain, or licensed for reuse under compatible terms. If specific permissions are required, authors must obtain them prior to submission.
For questions regarding copyright or licensing, please contact the editorial office at: j.kelautantropis@gmail.com
View My Stats
Jurnal Kelautan Tropis is published by Departement of Marine Science, Faculty of Fisheries and Marine Science, Universitas Diponegoro under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.