Bakteri Simbion Karang Lunak Sinularia sp. sebagai Agen Antibakteri

*Sekar Widyaningsih  -  Program Studi Oseanografi, Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan, Universitas Hang Tuah, Indonesia
Nor Sa’adah  -  Program Studi Oseanografi, Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan, Universitas Hang Tuah, Indonesia
Received: 29 Mar 2018; Published: 3 Apr 2018.
Open Access Copyright (c) 2018 Jurnal Kelautan Tropis


Citation Format:
Abstract

The disease caused by bacterial pathogen infection has become a major problem in the world of health. Therefore, it needs new bioactive compond to resolve that problem. Symbiotic bacteria of softcoral are one promising source. This is because symbiotic bacteria of softcoral have the same bioactive compounds as their host. Symbiotic bacteria were isolated from softcoral Sinularia sp. that collected from Tanjung Gelam Waters, Karimunjawa Jepara. The symbiotic bacteria screened for antibacterial activity against E.coli, Proteus sp., Enterobacter sp. and S. aureus with diffution agar method. One of ten symbiotic bacteria was active against, SNTGA 5, with inhibition zone 9.067 ± 0.305 mm against E coli, 8.533 ± 0.416 mm against S. aureus, 9.067 ± 0.058 mm against Enterobacter sp., dan 9.1± 0.557 mm against Proteus sp. The molecular identification based on partial 16S DNA, that active isolate was closely related to Pseudomonas stutzeri.

 

Penyakit akibat infeksi bakteri patogen telah menjadi masalah utama dalam dunia kesehatan. Oleh karenanya, diperlukan bahan aktif baru guna mengatasi masalah tersebut. Bakteri simbion karang lunak merupakan salah satu sumber yang menjanjikan. Hal ini karena bakteri simbion karang lunak memiliki senyawa bioaktif yang sama dengan inangnya. Bakteri simbion diisolasi dari karang lunak Sinularia sp. yang dikoleksi dari Perairan Tanjung Gelam Karimunjawa Jepara. Bakteri simbion diuji aktivitasnya terhadap E.coli, Proteus sp., Enterobacter sp. dan S. aureus dengan metode difusi agar. Satu dari 10 bakteri simbion memiliki aktivitas antibakteri, SNTGA5, dengan besar zona hambat 9.067 ± 0.305 mm terhadap E coli, 8.533 ± 0.416 mm terhadap S. aureus, 9.067 ± 0.058 mm terhadap Enterobacter sp., dan 9.1± 0.557 mm terhadap Proteus sp.. Identifikasi molekuler dilakukan dengan menggunakan PCR 16S DNA, dimana isolat yang aktif memiliki memiliki kekerabatan terdekat dengan Pseudomonas stutzeri.

 

Keywords: Antibacterial; Sinularia sp.; symbiontic bacterial; PCR 16S DNA; Pseudomonas stutzeri

Article Metrics:

Last update: 2021-04-18 01:47:17

  1. Symbiont bacteria cultures from the red algae Eucheuma spinosum, isolation of bioactive proteins and their anticancer potential test

    R Ramadan, A Ahmad, Marinda, H Natsir, A Karim, H Karim. Journal of Physics: Conference Series, 127 , 2019. doi: 10.1088/1742-6596/1341/3/032020

Last update: 2021-04-18 01:47:19

No citation recorded.