skip to main content

Uji Aktivitas Antimalaria dari Spons Xestospongia sp. Asal Pulau Yapen secara In Vivo

1Jurusan Pendidikan Kimia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Papua, Indonesia

2Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Papua, Indonesia

Received: 14 Jan 2021; Revised: 2 May 2021; Accepted: 19 May 2021; Available online: 30 May 2021; Published: 30 May 2021.
Open Access Copyright (c) 2021 Jurnal Kelautan Tropis under http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0.

Citation Format:
Abstract

It is generally admitted that marine sponge has rich of secondary metabolite as alkaloids, peptides and terpene. Those various compounds can be used for antimalarial drug.  This study aims to evaluate the in vivo antimalarial activity and to characterize the effectiveness of dose (ED50) of n-hexane extracted from Xestospongia sp. by using the Plasmodium berghei infected to mices. In the present study, we used Peter’s four day suppressive test, where the mice infected with Plasmodium berghei intra peritoneal with a suspension containing infected red blood cell origin from donor mice with parasitemia. Results of present study exhibited that the sponge Xestospongia sp. contains secondary metabolite including tritepenoid/steroid, alkaloid and saponin. Furthermore, an in vivo test revealed the affectivity dose (ED50) was 0.24 mg/kg of body weight. This finding is categorized a signifant decreasing level of parasitemia.

 

 

Secara umum, spons laut mempunyai kandungan metabolit sekunder seperti alkaloid, peptide dan terpena. Berbagai senyawa tersebut dapat dimanfaatkan sebagai obat antimalaria. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan kimia dan mengevaluasi aktivitas antimalarial secara in vivo untuk efektivitas dosis (ED50) ekstrak n-heksana dari spons Xestospongia sp. dengan menggunakan Plasmodium berghei yang diinfeksi ke tikus. Penelitian ini digunakan metode the 4-day Supresive Test, dimana mencit yang diinfeksi Plasmodium berghei secara intra peritoneal dengan suspensi yang mengandung sel darah merah terinfeksi yang berasal dari mencit donor. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya kandungan metabolit sekunder diantaranya tritepenoid/steroid, alkaloid dan saponin. Selanjutnya, uji in vivo diperoleh nilai ED50 sebesar 0,24 mg/kg BB dikelompokan sangat baik, yang dapat menurunkan tingkat parasitemia secara signifikan. Dengan demikian, spons laut asal pulau Yapen dapat dijadikan sebagai sumber metabolit potensial untuk obat antimalaria.

Fulltext View|Download
Keywords: Antimalarial; mice; Plasmodium berghei; Xestospongia sp.
Funding: -

Article Metrics:

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.