skip to main content

Analisis Determinan Derajat Keparahan Penyakit Pada Penderita Pertusis di Provinsi Sumatera Selatan

Zaskia Amirarosa Firdaus  -  Department of Public Health, Universitas Sriwijaya, Jl. Raya Palembang - Prabumulih No.KM. 32, Indralaya Indah, Indralaya, Ogan Ilir Regency, South Sumatra 30862, Indonesia
*Yusri Yusri  -  Department of Public Health, Universitas Sriwijaya, Jl. Raya Palembang - Prabumulih No.KM. 32, Indralaya Indah, Indralaya, Ogan Ilir Regency, South Sumatra 30862, Indonesia
Rico Januar Sitorus  -  Department of Public Health, Universitas Sriwijaya, Jl. Raya Palembang - Prabumulih No.KM. 32, Indralaya Indah, Indralaya, Ogan Ilir Regency, South Sumatra 30862, Indonesia
Disa Hijratul Muharramah  -  Department of Public Health, Universitas Sriwijaya, Jl. Raya Palembang - Prabumulih No.KM. 32, Indralaya Indah, Indralaya, Ogan Ilir Regency, South Sumatra 30862, Indonesia
Received: 1 Jul 2026; Published: 16 Aug 2026.

Citation Format:
Abstract

Latar Belakang: Pertusis atau batuk rejan adalah infeksi saluran pernapasan menular yang disebabkan oleh bakteri Bordetella pertussis yang ditandai dengan batuk paroksismal berat yang berlangsung selama berminggu-minggu. Pertusis dapat menyerang semua kelompok umur, dengan bayi sering menunjukkan manifestasi klinis berat yang tidak ditemukan pada anak-anak atau orang dewasa. Tingkat keparahan pertusis di Provinsi Sumatera Selatan, yang ditandai dengan munculnya gejala apnea, juga merupakan penyebab kematian pada pasien dengan CFR > 6%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor penentu tingkat keparahan penyakit pada pasien pertusis di Provinsi Sumatera Selatan.

Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik kuantitatif dengan desain studi cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari 197 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan tahun 2022-2024.

Hasil: Analisis bivariat menggunakan uji chi-square menunjukkan hubungan yang signifikan antara usia (nilai p = 0,022; PR 2,02), imunisasi (nilai p = 0,032; PR 3,97) dan pemberian antibiotik (nilai p = 0,025; PR 1,93) dengan pertusis berat. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa variabel kelengkapan imunisasi (nilai p = 0,027; PR 5,45) merupakan variabel yang paling dominan dalam mempengaruhi keparahan penyakit setelah dikontrol oleh variabel usia (nilai p = 0,807; PR 1,13).

Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa pemberian imunisasi lengkap sesuai usia anak sangat penting untuk mencegah keparahan dan kematian akibat penyakit batuk rejan. Selain itu, lembaga terkait juga dapat meningkatkan edukasi kepada orang tua tentang pentingnya memberikan imunisasi DPT yang lengkap dan tepat waktu.

Kata kunci: Pertusis, Penyakit Berat, Kelengkapan Imunisasi, Antibiotik

Fulltext Email colleagues
Keywords: Pertussis, Severe Disease, Immunization Completeness, Antibiotic

Article Metrics:

Article Info
Section: Articles
Language : ID

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.