BibTex Citation Data :
@article{jekk33486, author = {Zaskia Amirarosa Firdaus and Yusri Yusri and Rico Januar Sitorus and Disa Hijratul Muharramah}, title = {Analisis Determinan Derajat Keparahan Penyakit Pada Penderita Pertusis di Provinsi Sumatera Selatan}, journal = {Jurnal Epidemiologi Kesehatan Komunitas}, volume = {11}, number = {3}, year = {2026}, keywords = {Pertussis, Severe Disease, Immunization Completeness, Antibiotic}, abstract = { Latar Belakang: Pertusis atau batuk rejan adalah infeksi saluran pernapasan menular yang disebabkan oleh bakteri Bordetella pertussis yang ditandai dengan batuk paroksismal berat yang berlangsung selama berminggu-minggu. Pertusis dapat menyerang semua kelompok umur, dengan bayi sering menunjukkan manifestasi klinis berat yang tidak ditemukan pada anak-anak atau orang dewasa. Tingkat keparahan pertusis di Provinsi Sumatera Selatan, yang ditandai dengan munculnya gejala apnea, juga merupakan penyebab kematian pada pasien dengan CFR > 6%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor penentu tingkat keparahan penyakit pada pasien pertusis di Provinsi Sumatera Selatan. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik kuantitatif dengan desain studi cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari 197 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan tahun 2022-2024. Hasil: Analisis bivariat menggunakan uji chi-square menunjukkan hubungan yang signifikan antara usia (nilai p = 0,022; PR 2,02), imunisasi (nilai p = 0,032; PR 3,97) dan pemberian antibiotik (nilai p = 0,025; PR 1,93) dengan pertusis berat. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa variabel kelengkapan imunisasi (nilai p = 0,027; PR 5,45) merupakan variabel yang paling dominan dalam mempengaruhi keparahan penyakit setelah dikontrol oleh variabel usia (nilai p = 0,807; PR 1,13). Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa pemberian imunisasi lengkap sesuai usia anak sangat penting untuk mencegah keparahan dan kematian akibat penyakit batuk rejan. Selain itu, lembaga terkait juga dapat meningkatkan edukasi kepada orang tua tentang pentingnya memberikan imunisasi DPT yang lengkap dan tepat waktu. Kata kunci: Pertusis, Penyakit Berat, Kelengkapan Imunisasi, Antibiotik }, issn = {2615-4854}, doi = {10.14710/jekk.v11i3.33486}, url = {https://ejournal2.undip.ac.id/index.php/jekk/article/view/33486} }
Refworks Citation Data :
Latar Belakang: Pertusis atau batuk rejan adalah infeksi saluran pernapasan menular yang disebabkan oleh bakteri Bordetella pertussis yang ditandai dengan batuk paroksismal berat yang berlangsung selama berminggu-minggu. Pertusis dapat menyerang semua kelompok umur, dengan bayi sering menunjukkan manifestasi klinis berat yang tidak ditemukan pada anak-anak atau orang dewasa. Tingkat keparahan pertusis di Provinsi Sumatera Selatan, yang ditandai dengan munculnya gejala apnea, juga merupakan penyebab kematian pada pasien dengan CFR > 6%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor penentu tingkat keparahan penyakit pada pasien pertusis di Provinsi Sumatera Selatan.
Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik kuantitatif dengan desain studi cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari 197 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan tahun 2022-2024.
Hasil: Analisis bivariat menggunakan uji chi-square menunjukkan hubungan yang signifikan antara usia (nilai p = 0,022; PR 2,02), imunisasi (nilai p = 0,032; PR 3,97) dan pemberian antibiotik (nilai p = 0,025; PR 1,93) dengan pertusis berat. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa variabel kelengkapan imunisasi (nilai p = 0,027; PR 5,45) merupakan variabel yang paling dominan dalam mempengaruhi keparahan penyakit setelah dikontrol oleh variabel usia (nilai p = 0,807; PR 1,13).
Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa pemberian imunisasi lengkap sesuai usia anak sangat penting untuk mencegah keparahan dan kematian akibat penyakit batuk rejan. Selain itu, lembaga terkait juga dapat meningkatkan edukasi kepada orang tua tentang pentingnya memberikan imunisasi DPT yang lengkap dan tepat waktu.
Kata kunci: Pertusis, Penyakit Berat, Kelengkapan Imunisasi, Antibiotik
Article Metrics:
Last update:
The Authors submitting a manuscript do so on the understanding that if accepted for publication, copyright of the article shall be assigned to Jurnal Epidemiologi Kesehatan Komunitas (JEKK) and Magister of Epidemiology Faculty of Public Health Dipoengoro University as publisher of the journal. Copyright encompasses rights to reproduce and deliver the article in all form and media, including reprints, photographs, microfilms, and any other similar reproductions, as well as translations.
JEKK journal and Magister of Epidemiology Faculty of Public Health, Diponegoro University and the Editors make every effort to ensure that no wrong or misleading data, opinions or statements be published in the journal. In any way, the contents of the articles and advertisements published in JEKK journal are the sole responsibility of their respective authors and advertisers.
EDITORIAL OFFICE OF JURNAL EPIDEMIOLOGI KESEHATAN KOMUNITAS:
Master Program of Epidemiology, H building 2nd Floor, Faculty of Public Health, Dipoengoro University, Jl. Prof. Jacub Rais Tembalang, Central Java, Indonesia 50275. Email : magister.epidemiologi@live.undip.ac.id. Telp: +6281285250415
Jurnal Epidemiologi Kesehatan Komunitas (eISSN, 2615-4854) is published by Master Program of Epidemiology, Faculty of Public Health, Dipoengoro University, Semarang, Central Java, Indonesia.
View My Stats
under Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.