skip to main content

Analysis of Stunting Incidence Among Toddlers in Rural Areas of Indonesia

*Siti Najla Zalfa Raihanti  -  Faculty of Economics, Business, and Health, Muhammadiyah University of Pontianak, Pontianak Indonesia, Indonesia
Agus Samsudrajat S  -  Faculty of Economics, Business, and Health, Muhammadiyah University of Pontianak, Pontianak Indonesia, Indonesia
Eka Hariani  -  Faculty of Economics, Business, and Health, Muhammadiyah University of Pontianak, Pontianak Indonesia, Indonesia
Ria Risti Komala Dewi  -  Faculty of Economics, Business, and Health, Muhammadiyah University of Pontianak, Pontianak Indonesia, Indonesia
Received: 2 Jun 2026; Revised: 3 Aug 2026; Accepted: 5 Aug 2026; Published: 13 Aug 2026.

Citation Format:
Abstract

Background: According to data from the Ministry of Health, the prevalence of stunting in 2022 was 21.6%, in 2023 was 21.5% and in 2024, it fell significantly to 19.8%. Although the prevalence of stunting has continued to decline over the past three years, this remains a concern that needs to be addressed, given that the target set to reduce the prevalence of stunting has not yet been achieved.

Methods: This study is quantitative in nature and employs a cross-sectional design. The data were analyzed using univariate and bivariate analyses, including the chi-square test and prevalence ratio (PR). This study utilized data from the 2023 Indonesia Health Survey to examine the prevalence of stunting among children under five years of age living in rural areas of Indonesia.

Result: The results of the bivariate analysis indicate that there is a significant association between infectious diarrhea (p=0.007, PR=1.261, 95% CI=1.074–1.480), low birth weight (p=0.000, PR=1.960, 95% CI=1.673–2.296), and parity (p=0.008, PR=1.151, 95% CI=1.038–1.277) and the outcome under study. Meanwhile, respiratory tract infections (p=0.309), animal protein consumption (p=0.588), handwashing behavior (p=0.175), and maternal age at first pregnancy (p=0.127) did not show a statistically significant association (p>0.05).

Conclusion: This study examines the factors associated with stunting using data from the 2023 Indonesian Health Survey (SKI). The findings are intended to assist the government and healthcare workers in their efforts to prevent and address stunting, particularly in rural areas of Indonesia.

Keywords: Rural ; Stunting ; Toddler

Article Metrics:

Article Info
Section: Articles
Language : EN
  1. Aryawati, W. et al. (2025) “ANALISIS FAKTOR RISIKO ANALISIS PARITAS TERHADAP KEJADIAN STUNTING USIA 0-24 BULAN DI INDONESIA ( STUDI DATA SEKUNDER SSGI 2022 ),” 9(27), hal. 6115–6129
  2. Astari, D.W. et al. (2023) “Disparitas Stunting di Wilayah Pedesaan dan Perkotaan: Systematic Review,” Health Information : Jurnal Penelitian, 15(3), hal. 1–15
  3. Atribusi-, L.C.C. (2022) “merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak usia di bawah lima tahun (balita) akibat kekurangan gizi kronis. Kabupaten Sumedang ditetapkan sebagai salah satu 100 kabupaten kota prioritas intervensi balita,” hal. 104–114
  4. CDC (2024) Tentang Mencuci Tangan, CDC. Tersedia pada: https://www.cdc.gov/clean-hands/about/index.html#:~:text=Cara kerjanya,handuk bersih atau pengering udara
  5. Cristy, M. et al. (2026) “Hubungan Konsumsi Protein Hewani Dengan Kejadian Stunting Pada Anak Usia 24-59 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Godean I,” 8
  6. Eldrian, F. et al. (2023) “Hubungan Riwayat Penyakit Infeksi Dengan Kejadian Stunting Pada Balita di Puskesmas Cipadung Kota Bandung Relationship of History of Infectious Diseases with the Incidence of Stunting in Toddlers at the Cipadung Health Center, Bandung City,” Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS. Dr. Soetomo, 9(1), hal. 80–89
  7. Himawati, E.H. dan Fitria, L. (2020) “Relationship between Upper Respiratory Infection and Stunting in Children Under 5 Years in Sampang,” Journal of Indonesian Public Health, 15(1), hal. 1
  8. Kemenkes (2022) Apa itu Stunting, Kemenkes. Tersedia pada: https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/1516/apa-itu-stunting
  9. Kemenkes (2023) Protein Hewani Efektif Cegah Anak Alami Stunting, Kemenkes. Tersedia pada: https://kemkes.go.id/id/protein-hewani-efektif-cegah-anak-alami-stunting#:~:text=Pada masa tersebut calon ibu,go.id (D2)
  10. Kemenkes (2024) “SSGI.” Tersedia pada: https://www.litbang.kemkes.go.id/buku-saku-hasil-studi-status-gizi-indonesia-ssgi-tahun-2021/
  11. Kemenkes RI (2022) “Indonesian Nutritional Status Survey (SSGI) 2022,” Kementerian Kesehatan RI, hal. 1–14. Tersedia pada: https://www.litbang.kemkes.go.id/buku-saku-hasil-studi-status-gizi-indonesia-ssgi-tahun-2021/
  12. Kemenkes RI (2025) SSGI 2024
  13. Murti, F.C., Suryati, S. dan Oktavianto, E. (2020) “Hubungan Berat Badan Lahir Rendah (Bblr)Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 2-5 Tahun Di Desa Umbulrejo Kecamatan Ponjong Kabupaten Gunung Kidul,” Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan, 16(2), hal. 52. Tersedia pada: https://doi.org/10.26753/jikk.v16i2.419
  14. Noor Ali Julian, D. dan Yanti, R. (2018) “Usia Ibu Saat Hamil Dan Pemberian Asi Ekslusif Dengan Kejadian Stunting Balita,” Jurnal Riset Pangan dan Gizi, 1(1), hal. 1–11. Tersedia pada: https://doi.org/10.31964/jr-panzi.v1i1.31
  15. Pasalina, P.E., Fil Ihsan, H. dan Devita, H. (2023) “Hubungan Riwayat Anemia Kehamilan dengan Kejadian Stunting pada Balita,” Jurnal Kesehatan, 12(2), hal. 267–279. Tersedia pada: https://doi.org/10.46815/jk.v12i2.178
  16. Putra, Y. dan Sri Wulandari, S. (2019) “Jurnal Kesehatan Faktor Penyebab Kejadian Ispa,” Jurnal Kesehatan : Stikes Prima Nusantara Bukittinggi, 10(1), hal. 37–40. Tersedia pada: http://ejurnal.stikesprimanusantara.ac.id/
  17. Rate, S. (2022) “Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Stunting Diwilayah Kerja Puskesmas Gaya Baru,” 17, hal. 124–130
  18. Sagita, Y.D. dan Wardani, P.K. (2022) “STATUS GIZI DAN USIA IBU SAAT HAMIL DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 1-5 TAHUN.”
  19. Salsabella, D.F., Prihatiara, D.C. dan Lestari, A. (2024) “ANALISIS DETERMINAN BALITA STUNTING DI KECAMATAN CEPOGO KABUPATEN BOYOLALI Analysis of The Determinants of Toddler Stunting in Cepogo District , Boyolali Regency,” 6(2)
  20. Sari, H.P. et al. (2022) “Hubungan Keragaman Asupan Protein Hewani, Pola Asuh Makan, Dan Higiene Sanitasi Rumah Dengan Kejadian Stunting,” Journal of Nutrition College, 11(1), hal. 18–25. Tersedia pada: https://doi.org/10.14710/jnc.v11i1.31960
  21. Soerachmad, Y. dan Hasbi, F. (2021) “Peqguruang: Conference Series,” 3(September)
  22. Syam Mahyudin, D. dan Sunuh S, H. (2020) “Hubungan Kebiasaan Cuci Tangan, Mengelola Air Minum dan Makanan dengan Stunting di Sulawesi Tengah,” Gorontalo Journal of Public Health, 3(1), hal. 1–8
  23. Triwahyuningtyas, T. (2023) “Pengaruh Paritas, Umur Pertama Melahirkan, dan Aborsi terhadap Penggunaan Kontrasepsi di Indonesia berdasarkan Data Survei Dasar Kesehatan …,” Health Information: Jurnal …, 15, hal. 1–6. Tersedia pada: https://myjurnal.poltekkes-kdi.ac.id/index.php/hijp/article/view/989
  24. UNICEF (2025) Child Malnutrition, unicef
  25. WHO (2023) Preterm and low birth weight infants, WHO. Tersedia pada: https://www.who.int/teams/maternal-newborn-child-adolescent-health-and-ageing/newborn-health/preterm-and-low-birth-weight
  26. WHO (2024) Penyakit diare, WHO. Tersedia pada: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/diarrhoeal-disease#:~:text=Penyakit diare&text=Saat hasil pelengkapan otomatis tersedia,
  27. Wiartin, I.R. et al. (2025) “Hubungan Usia Ibu Saat Hamil dengan Kejadian Stunting pada Balita Relationship of Mother ’ s Age During Pregnancy and Incidents of Stunting in Toddler,” 13(1), hal. 1–6

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.