Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Indonesia
BibTex Citation Data :
@article{jebt29638, author = {Ranisa Oktaviyanti and Ikwan Arudin and Muhammad Zulkarnaen}, title = {Potensi Air Lindi TPSA Bagendung Menjadi Sumber Energi Listrik Berbasis Teknologi Microbial Fuel Cell (MFC)}, journal = {Jurnal Energi Baru dan Terbarukan}, volume = {6}, number = {3}, year = {2026}, keywords = {Microbial Fuel Cell; Air Lindi; Energi Terbarukan; Limbah Cair}, abstract = { Microbial Fuel Cell (MFC) merupakan sistem bioelektrokimia yang mengonversi energi kimia dari aktivitas metabolisme mikroorganisme menjadi energi listrik. Proses ini melibatkan reaksi reduksi dan reaksi oksidasi yang berlangsung secara simultan dalam transfer elektron. Air lindi merupakan salah satu limbah yang mengandung senyawa organik biodegradable dalam konsentrasi tinggi yang dapat menjadi sumber energi listrik ramah lingkungan melalui teknologi Microbial Fuel Cell . Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja Microbial Fuel Cell menggunakan air lindi sebagai substrat dengan konfigurasi dua unit reaktor yang dihubungkan secara seri guna menaikkan tegangan output sistem. Pengamatan dilakukan selama tiga hari, dan dilakukan pengamatan setiap hari dari pukul 08.00 WIB hingga 17.00 WIB dengan interval pengukuran setiap satu jam terhadap parameter tegangan, arus, dan daya listrik. Hasil pengukuran menunjukkan tegangan stabil pada kisaran 1,287–1,439 V dengan rata-rata 1,38 V. Arus tercatat berfluktuasi antara 1,19–1,57 mA dengan rata-rata 1,37 mA , sedangkan daya berada pada rentang 1,52–2,19 mW dengan rata-rata 1,90 mW . Temuan ini mengindikasikan bahwa air lindi dapat digunakan sebagai substrat MFC, meskipun daya yang dihasilkan masih terbatas untuk kebutuhan praktis. }, issn = {2722-6719}, pages = {29--38} doi = {10.14710/jebt.2025.29638}, url = {https://ejournal2.undip.ac.id/index.php/jebt/article/view/29638} }
Refworks Citation Data :
Microbial Fuel Cell (MFC) merupakan sistem bioelektrokimia yang mengonversi energi kimia dari aktivitas metabolisme mikroorganisme menjadi energi listrik. Proses ini melibatkan reaksi reduksi dan reaksi oksidasi yang berlangsung secara simultan dalam transfer elektron. Air lindi merupakan salah satu limbah yang mengandung senyawa organik biodegradable dalam konsentrasi tinggi yang dapat menjadi sumber energi listrik ramah lingkungan melalui teknologi Microbial Fuel Cell. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja Microbial Fuel Cell menggunakan air lindi sebagai substrat dengan konfigurasi dua unit reaktor yang dihubungkan secara seri guna menaikkan tegangan output sistem. Pengamatan dilakukan selama tiga hari, dan dilakukan pengamatan setiap hari dari pukul 08.00 WIB hingga 17.00 WIB dengan interval pengukuran setiap satu jam terhadap parameter tegangan, arus, dan daya listrik. Hasil pengukuran menunjukkan tegangan stabil pada kisaran 1,287–1,439 V dengan rata-rata 1,38 V. Arus tercatat berfluktuasi antara 1,19–1,57 mA dengan rata-rata 1,37 mA, sedangkan daya berada pada rentang 1,52–2,19 mW dengan rata-rata 1,90 mW. Temuan ini mengindikasikan bahwa air lindi dapat digunakan sebagai substrat MFC, meskipun daya yang dihasilkan masih terbatas untuk kebutuhan praktis.
Note: This article has supplementary file(s).
Article Metrics:
Last update:
The authors submitting a manuscript do so on the understanding that if accepted for publication, the article's copyright shall be assigned to Jurnal Energi Baru dan Terbarukan (JEBT) and Master Program of Energy, Universitas Diponegoro. Copyright encompasses rights to reproduce and deliver the article in all forms and media, including reprints, photographs, microfilms, and other similar reproductions and translations.
As an article writer, the authors have the right to use their articles for various purposes, including by institutions that employ authors or institutions that provide funding for research. Author rights are granted without special permission.
Authors who publish a paper at JEBT have the broad right to use their work for teaching and scientific purposes without the need to ask permission, including used for (i) teaching in the author's class or institution, (ii) presentation at meetings or conferences and distributing copies to participants ; (iii) training conducted by the author or author's institution; (iv) distribution to colleagues for research use; (v) use in the compilation of subsequent authors' works; (vi) inclusion in a thesis or dissertation; (vi) reuse of part of the article in another work (with citation); (vii) preparation of derivative works (with citation); (viii) voluntary posting on open websites operated by authors or author institutions for scientific purposes (following the CC BY-SA License).
JEBT journal and the Master Program of Energy, Universitas Diponegoro, and the Editor make every effort to ensure that there are no data, opinions, or false or misleading statements published in the JEBT journal. However, the article's content is each author's sole and exclusive responsibility.
The Copyright Transfer Form can be downloaded here: [Copyright Transfer Form]. The copyright form should be signed originally and sent to the Editor via email or fax.
View My Stats
Jurnal Energi Baru dan Terbarukan (p-ISSN: 2809-5456 and e-ISSN: 2722-6719) published by Master Program of Energy, School of Postgraduate Studies is licensed under a the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-SA 4.0).