Institut Teknologi PLN, Indonesia
BibTex Citation Data :
@article{jebt25947, author = {Ardiansyah Saelan}, title = {Optimisasi Desain Sistem Tenaga Listrik Hybrid Menggunakan Multi-Objective Genetic Algorithm: Studi Kasus Pulau Adonara Nusa Tenggara Timur}, journal = {Jurnal Energi Baru dan Terbarukan}, volume = {6}, number = {1}, year = {2026}, keywords = {}, abstract = { Transisi menuju Net Zero Emissions (NZE) menjadi salah satu langkah strategis dalam mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil serta meningkatkan pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT). Sebagai bagian dari komitmen Indonesia dalam ratifikasi Paris Agreement 2015, upaya untuk mencapai bauran EBT sebesar 23% pada tahun 2025 terus digalakkan. Salah satu solusi yang potensial untuk mendukung pencapaian target tersebut adalah implementasi sistem tenaga listrik hybrid (HES). HES mengombinasikan berbagai sumber energi untuk meningkatkan keandalan dan efisiensi sistem kelistrikan, khususnya di daerah terpencil yang belum terhubung dengan jaringan listrik nasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan desain sistem tenaga listrik hybrid Diesel-Surya-Angin dengan penyimpanan energi berbasis Battery Energy Storage System (BESS) menggunakan Multi-Objective Genetic Algorithm (MOGA). Studi kasus dilakukan pada sistem kelistrikan di Pulau Adonara, Nusa Tenggara Timur, dengan mempertimbangkan data aktual selama satu tahun. Empat parameter utama yang dioptimasi meliputi daya array PV, daya turbin angin, jumlah unit BESS, dan daya generator diesel. Fungsi objektif dalam optimasi ini mencakup minimisasi biaya energi, pengurangan emisi karbon, serta peningkatan kontribusi energi terbarukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MOGA mampu menjadi metode yang efektif dalam menentukan konfigurasi optimal sistem tenaga listrik hybrid. Parameter terbaik yang diperoleh dalam optimasi adalah nilai crossover probability (Pc) sebesar 0,9 dan jumlah populasi (Npop) sebanyak 100. Optimasi menghasilkan tiga solusi utama berdasarkan Pareto front: (1) Solusi L dengan emisi karbon terendah (50.682,39 kgCO2) dan total biaya energi sebesar 81.248.439,76 USD, di mana sistem didominasi oleh PV-BESS dan WT dengan proporsi masing-masing 80% dan 20%; (2) Solusi C sebagai titik keseimbangan dengan proporsi energi dari PV-BESS 79%, WT 6%, dan DG 15%, menghasilkan total biaya energi 45.070.628,08 USD serta emisi karbon 214.932,59 kgCO2; (3) Solusi R dengan biaya energi terendah sebesar 26.779.712,28 USD, dengan kontribusi PV-BESS 60%, WT 1%, dan DG 39%, namun menghasilkan emisi karbon tertinggi sebesar 498.696,48 kgCO2. Hasil penelitian ini mengonfirmasi bahwa metode MOGA efektif dalam merancang sistem tenaga listrik hybrid yang optimal, baik dari segi ekonomi maupun lingkungan. Hasil ini dapat menjadi referensi dalam pengembangan kebijakan energi berkelanjutan, khususnya untuk wilayah terpencil yang bergantung pada sistem energi hybrid. }, issn = {2722-6719}, pages = {124--144} doi = {10.14710/jebt.2025.25947}, url = {https://ejournal2.undip.ac.id/index.php/jebt/article/view/25947} }
Refworks Citation Data :
Transisi menuju Net Zero Emissions (NZE) menjadi salah satu langkah strategis dalam mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil serta meningkatkan pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT). Sebagai bagian dari komitmen Indonesia dalam ratifikasi Paris Agreement 2015, upaya untuk mencapai bauran EBT sebesar 23% pada tahun 2025 terus digalakkan. Salah satu solusi yang potensial untuk mendukung pencapaian target tersebut adalah implementasi sistem tenaga listrik hybrid (HES). HES mengombinasikan berbagai sumber energi untuk meningkatkan keandalan dan efisiensi sistem kelistrikan, khususnya di daerah terpencil yang belum terhubung dengan jaringan listrik nasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan desain sistem tenaga listrik hybrid Diesel-Surya-Angin dengan penyimpanan energi berbasis Battery Energy Storage System (BESS) menggunakan Multi-Objective Genetic Algorithm (MOGA). Studi kasus dilakukan pada sistem kelistrikan di Pulau Adonara, Nusa Tenggara Timur, dengan mempertimbangkan data aktual selama satu tahun. Empat parameter utama yang dioptimasi meliputi daya array PV, daya turbin angin, jumlah unit BESS, dan daya generator diesel. Fungsi objektif dalam optimasi ini mencakup minimisasi biaya energi, pengurangan emisi karbon, serta peningkatan kontribusi energi terbarukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MOGA mampu menjadi metode yang efektif dalam menentukan konfigurasi optimal sistem tenaga listrik hybrid. Parameter terbaik yang diperoleh dalam optimasi adalah nilai crossover probability (Pc) sebesar 0,9 dan jumlah populasi (Npop) sebanyak 100. Optimasi menghasilkan tiga solusi utama berdasarkan Pareto front: (1) Solusi L dengan emisi karbon terendah (50.682,39 kgCO2) dan total biaya energi sebesar 81.248.439,76 USD, di mana sistem didominasi oleh PV-BESS dan WT dengan proporsi masing-masing 80% dan 20%; (2) Solusi C sebagai titik keseimbangan dengan proporsi energi dari PV-BESS 79%, WT 6%, dan DG 15%, menghasilkan total biaya energi 45.070.628,08 USD serta emisi karbon 214.932,59 kgCO2; (3) Solusi R dengan biaya energi terendah sebesar 26.779.712,28 USD, dengan kontribusi PV-BESS 60%, WT 1%, dan DG 39%, namun menghasilkan emisi karbon tertinggi sebesar 498.696,48 kgCO2. Hasil penelitian ini mengonfirmasi bahwa metode MOGA efektif dalam merancang sistem tenaga listrik hybrid yang optimal, baik dari segi ekonomi maupun lingkungan. Hasil ini dapat menjadi referensi dalam pengembangan kebijakan energi berkelanjutan, khususnya untuk wilayah terpencil yang bergantung pada sistem energi hybrid.
Note: This article has supplementary file(s).
Article Metrics:
Last update:
The authors submitting a manuscript do so on the understanding that if accepted for publication, the article's copyright shall be assigned to Jurnal Energi Baru dan Terbarukan (JEBT) and Master Program of Energy, Universitas Diponegoro. Copyright encompasses rights to reproduce and deliver the article in all forms and media, including reprints, photographs, microfilms, and other similar reproductions and translations.
As an article writer, the authors have the right to use their articles for various purposes, including by institutions that employ authors or institutions that provide funding for research. Author rights are granted without special permission.
Authors who publish a paper at JEBT have the broad right to use their work for teaching and scientific purposes without the need to ask permission, including used for (i) teaching in the author's class or institution, (ii) presentation at meetings or conferences and distributing copies to participants ; (iii) training conducted by the author or author's institution; (iv) distribution to colleagues for research use; (v) use in the compilation of subsequent authors' works; (vi) inclusion in a thesis or dissertation; (vi) reuse of part of the article in another work (with citation); (vii) preparation of derivative works (with citation); (viii) voluntary posting on open websites operated by authors or author institutions for scientific purposes (following the CC BY-SA License).
JEBT journal and the Master Program of Energy, Universitas Diponegoro, and the Editor make every effort to ensure that there are no data, opinions, or false or misleading statements published in the JEBT journal. However, the article's content is each author's sole and exclusive responsibility.
The Copyright Transfer Form can be downloaded here: [Copyright Transfer Form]. The copyright form should be signed originally and sent to the Editor via email or fax.
View My Stats
Jurnal Energi Baru dan Terbarukan (p-ISSN: 2809-5456 and e-ISSN: 2722-6719) published by Master Program of Energy, School of Postgraduate Studies is licensed under a the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-SA 4.0).