skip to main content

Analisis Potensi Pemanfaatan Ampas Tebu Sebagai Sumber Energi Bioetanol di Provinsi Lampung

Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Sumatera, , JL. Terusan Ryacudu, Desa Way Hui, Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan 35365, Indonesia

Open Access Copyright (c) 2026 Jurnal Energi Baru dan Terbarukan
Creative Commons License This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Citation Format:
Abstract
Kebutuhan bahan bakar menjadi hal yang penting pada zaman sekarang ini. Salah satu alternatif dari sumber daya alam terbarukan adalah bioetanol. Bioetanol dihasilkan melalui proses fermentasi yang menggunakan bahan baku dari tanaman atau biomassa. Bioetanol (C2H5OH) adalah senyawa yang didapatkan dari rekayasa biomassa tanaman yang mengandung glukosa, pati, dan selulosa . Tebu komoditas perkebunan yang penting dalam pengembangan sub sektor perkebunan. Ketersediaan bahan baku berdasarkan data yang diperoleh menunjukkan bahwa Provinsi Lampung pada tahun 2022 produksi tebu mencapai 10.4031. Proses konversi bahan lignuselulosa menjadi etanol terdiri dari beberapa tahap. Proses skarifikasi dikatalisis oleh enzim Amilase  untuk menghidrolisis pati dan enzim Selulase. Hasil kadar etanol tertinggi terdapat pada kulit singkong dengan presentase kadar etanol sebesar 68,05%. Setiap hektar lahan tebu dapat menghasilkan 10-15 ton tetes tebu atau 766-1150 liter etanol. Potensi ampas tebu sabagai bahan baku bioetanol di Provinsi Lampung sangat menjanjikan. Penggunaan energi di provinsi lampung khususnya bahan bakar minyak seperti bensin pada tahun 2022 mencapai 431.411.764 liter. Produksi bioetanol yang dihasilkan masih sangat kecil hanya sekitar 0,98% dari total kebutuhan energi di provinsi lampung.  Hal ini menunjukkan bahwa diperlukan pengembangan lebih lanjut guna meningkatkan kapasitas produksi bioetanol dari ampas tebu agar memenuhi kebutuhan energi di Provinsi Lampung
Fulltext View|Download
Keywords: Ampas Tebu, Bahan Bakar Minyak, Bioetanol

Article Metrics:

  1. Amaria, Nabila Estiani Alsari:Amaria. “Pemanfaatan Zeolit Alam Aktif Sebagai Adsorben Bioetanol Ampas Tebu.” UNESA Journal of Chemistry 12.2 (2023): 49-56
  2. Amores, I, I. B, P, et al. “Ethanol Production from Sugarcane Bagasse Pretreated by Steam Explosion.” Journal of Energy and Environment 1.1 (2013)
  3. BPPT. “Outlook Energi Indonesia.” Outlook Energi Indonesia. Jakarta, 2014. 98-99
  4. Chanilha, L, A.K Chandel, T.S.S Milessi, F.A.F, et al. “Bioconversion of Sugarcane Baggase into Ethanol: An Overview about Composition, Pretreatment Methods, Detoxification of Hydrolysates, Enzymatic Saccharification, and Ethanol Fermentatio.” Journal of Biomedicine and Biotechnology 10 (2012)
  5. Deli, Nur asma dan Hanifah Khairiah. “Pembuatan Bioetanol Dari Tandan Kosong Kelapa Sawit dan Ubi Kayu.” Jurnal Teknik Pengolahan Pertanian 2.1 (2024): 14-25
  6. Dinda Utari, Abdul Halim Daulay dan Masthura. “Optimasi Waktu Fermentasi Untuk Peningkatan Kualitas Bioetanol dari Limbah Ampas Tebu.” Jurnal Universitas Islam Negeri Sumatera Utara 9.1 (2025): 17-22
  7. dyani, Olla Kemala dan Firra Rosariawari. “Pemanfaatn Fermentasi Ampas Tebu Untuk Pengembangan Energi Alternatif Non Fosil Dalam Bentuk Bioetanol Padat.” Jurnal Envirous 1.2 (2021): 49-53
  8. Halim, A, R Sari dan R Fitriani. “Pengembangan Bioetanol dari Ampas Tebu; Potensi dan Tantangan di Lampung.” Jurnal Energi Terbarukan 10.1 (2024): 15-25
  9. Hendrawati, Tri Yuni, Anwar Ilmar Ramadhan dan Agung Siswahyu. “Pemetaan Bahan Baku dan Analisis Tekno Ekonomi Bioetanol DariSingkong di Indonesia.” Jurnal Teknologi 11.1 (2018): 37-46
  10. Hidayati, A.S Dwi Saptati Nur, et al. “Potensi Ampas Tebu Sebagai Alternatif Bahan Baku Pembuatan Karbon Aktif.” Natural. B. 3.4 (2016)
  11. Hutan, Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil. “Prospek Bioetanol Sebagai Pengganti Minyak Tanah.” Prospek Bioetanol Sebagai Pengganti Minyak Tanah. Bogor: Gunung Batu, 2010
  12. Irvan, Popphy Prawati dan Bambang Trisakti. “PEMBUATAN BIOETANOL DARI TEPUNG AMPAS TEBU MELALUI PROSES HIDROLISIS TERMAL DAN FERMENTASI: PENGARUH PH, JENIS RAGI DAN WAKTU FERMENTASI.” Jurnal Teknik Kimia USU 4.2 (2015)
  13. Kusmiyati dan Lukhi Mulia Shitophyta. “Produksi Bioetanol dari bahan Baku Singkong, Jagung dan Iles-Iles: Pengaruh Suhu Fermentasi dan Berat Yeast Saccharomyces Cerevisiae.” Reaktor 15.2 (2014): 97-103
  14. Misran, Erni. “Industri Tebu Menuu Zero Wastle Industry.” Jurnal Teknologi Proses Hidrothermal 4.2 (2005): 6-10
  15. Novitasari, Candra Daty, Astri Ani dan Rigandita Ekawati. “Pemanfaatan Limbah Ampas Tebu (Baggase) Untuk Produksi Bioetanol Melalui Proses Sakarifikasi Dan Fermentasi Serentak.” Jurnal Penelitian Mahasiwa 7.2 (2012): 65-74
  16. R., Arlianti. “Bioetanol Sebagai Sumber Green Energy Alternatif yang Potensi di Indonesia.” J. Keilmuan dan Apl. Tek. UNISTEK 5.1 (2018): 16-22
  17. Suhartono, E dan D Rahmawati. “Potensi Ampas tebu sebagai Sumber Bioetanol di Indonesia.” Jurnal Energi Terbarukan 10.2 (2022): 123-130
  18. Yuwono, T, E, et al. “Fermentasi Hidrolisat Enzimatik Bagasse Tebu Menjadi Hidrogen.” Jurnal Teknik POMITS 1.1 (2012): 1-5
  19. Z, AkyUrek. “Energy recovery from animal manue: biogas potential of Burdur, Turkey.” Eskisehis Technical Univesity Journal of Science and Technology A - Applied Sciences and Engineering 20.2 (2019): 161-170

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.