skip to main content

DIVERSIFIKASI OLAHAN KESEHATAN PURWACENG MELALUI PENERAPAN TEKNOLOGI PENGEMAS BOTOL OTOMATIS DI UKM MAJU MAKMUR DESA SIKUNANG KABUPATEN WONOSOBO

*Arwinda Nugraheni  -  Program Studi S-1 Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro, Indonesia
Eko Ariyanto  -  Program Studi S-Tr Teknik Listrik Industri, Sekolah Vokasi, Universitas Diponegoro, Indonesia
Novie Susanto  -  Program Studi S-1 Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Open Access Copyright 2021 Inisiatif: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat

Citation Format:
Abstract

Purwaceng (Pimpinelle alpine Molk) adalah tumbuhan herbal yang terkenal akan khasiat dan kandungan nya yang bermnafaat bagi kesehatan manusia. Seiring berjalannya waktu, tanaman ini semakin jarang ditemukan karena eksploitasi yang tidak terkendali. Tanaman purwaceng ini dapat ditemukan di di daerah pegunungan seperti dataran tinggi Dieng dengan habitat alami purwaceng berada pada ketinggian 1800 sampai 3500 m dpl yang hidup secara endemik. Salah satu UKM yang melakukan pengolahan tanamn purwaceng menjadi produk kesehatan adalah UKM Maju Makmur yang terletak di RT 01 RW 01 Desa Sikunang, Kecamatan Kejajar Dieng, Kabupaten Wonosobo. UKM Maju Makmur memiliki produk olahan tanaman purwaceng yang disebut dengan minuman serbuk purwaceng. Tingginya market demand akan produk ini membuat UKM Maju Makmur kewalahan, karena teknologi yang digunakan masih tergolong tradisional. Salah satu permasalahan yang dihadapi oleh UKM ini ialah belum tersedianya alat pengemas dan penyegel produk secara otomatis. Sehingga perlu adanya penerapan teknologi tepat guna yang adjustable dan bisa menyesuaikan kebutuhan serta kapasitas dari produk ini. Teknologi ini disebut dengan Teknologi Pengemas Otomatis dengan penyegel sebagai advanced fiture untuk menghindari produk dari kontaminan. Dengan adanya teknologi ini, UKM ini dapat memenuhi permintaan pasar dan dapat ikut bersaing dengan produk serupa lainnya. 

Kata kunci — Pemberdayaan Masyarakat, Purwaceng, Teknologi Pengemas Otomatis

Fulltext View|Download
  1. A. C. Perdana, “BUDIDAYA PURWOCENG (Pimpinelle alpine Molk) DI PT. INDMIRA YOGYAKARTA,” 2012
  2. M. Rahardjo, S. M. D. Rosita, and I. Darwati, “Pengaruh Pemupukan terhadap Pertumbuhan, Produksi dan Mutu Simplisia Purwoceng (Pimpinella pruatjan Molkenb),” J. Penelit. Tanam. Ind., vol. 12, no. 2, pp. 73–79, 2006
  3. I. Roostika, I. Darwati, and I. Mariska, “Regeneration of pruatjan (Pimpinella pruatjan Molk): axillary bud proliferation and encapsulation,” 2006
  4. T. A. Septiani, “PERBANDINGAN KADAR STIGMASTEROL DAN FLAVONOID TOTAL DARI EKSTRAK HERBA PURWOCENG (Pimpinella pruatjan Molk) BUDIDAYA DAN LIAR.” UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO, 2013
  5. K. Heyne, “Tumbuhan berguna Indonesia jilid III,” Badan Litbang Kehutanan. Jakarta, vol. 631, 1987
  6. H. Widodo, “Standarisasi Tanaman Purwoceng (Pimpinella pruatjan Molk.) Sebagai Bahan Baku Obat Afrodisiaka (Karakterisasi Genetik dan Kajian Teknik Budidaya Tanaman Purwoceng),” 2012
  7. R. Ullych, “Khasiat Bunga Rosella Merah,” Bogor Suka Tani Bangun Tani, 2009
  8. R. Chambers, “Participatory rural appraisal (PRA): Analysis of experience,” World Dev., vol. 22, no. 9, pp. 1253–1268, 1994
  9. B. Hudayana et al., “Participatory Rural Appraisal (PRA) untuk Pengembangan Desa Wisata di Pedukuhan Pucung, Desa Wukirsari, Bantul,” Bakti Budaya J. Pengabdi. Kpd. Masy., vol. 2, no. 2, pp. 3–16, 2019
  10. Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi Jawa Tengah, “Sistem Informasi Desa Jawa Tengah: Desa Sikunang, Kecamatan Kejajar Dieng, Kabupaten Wonosobo,” 2020. https://sidesa.jatengprov.go.id/desa/33.07.13.2002 (accessed Sep. 05, 2021)
  11. N. Fajroti, “Pengaruh jenis eksplan dan konsentrasi 2, 4-D (2, 4-Dichlorophenoxyacetic Achid) terhadap pertembuhan dan kadar metabolit sekunder (stigmasternol dan sitosterol) kalus purwaceng (Pimpinella alpina Molk).” Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim, 2013

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.