IbM WIRAUSAHA KRUPUK DI KECAMATAN TUNTANG KABUPATEN SEMARANG

Hargono Hargono, M Djaeni M Djaeni, I. Sumantri I. Sumantri

Abstract


ABSTRAK
 
UKM SUMBER REJEKI dengan nama pemilik  Sarif Nur Rohmah dan UKM Krupuk Karak  Makmur Jaya, pemilik  Muhsin yang berlokasi di Kecamatan Tuntang,  Kabupaten Semarang, merupakan dua wirausaha krupuk yang bekerja secara sinergis. Kendala yang dihadapi oleh kedua UKM krupuk diatas adalah proses pembuatan adonan krupuk yaitu proses pelumatan/pencampuran (melumat sekaligus mencampur) masih manual dengan tangan. Sehingga produktifitas rendah (untuk melumat 100 kg bahan diperlukan 5 pekerja dengan lama pengerjaan 4 jam), campuran tidak higienis, serta kelembutan dan komposisi bumbu tidak homogen. Mengacu pada masalah diatas maka perlu diterapkan alih teknologi yang dapat dimanfaatkan oleh kedua UKM tersebut. Bentuk teknologi yang diintroduksikan adalah sistem pelumat (penggiling)-pencampur menggunakan screw-mixer untuk mempercepat proses pencampuran, dan menghomogenkan adonan krupuk yang berbentuk pasta kental yang bersifat lengket. Telah dilaksanakan perancangan dan pembuatan satu set  alat pencampur dan pengaduk adonan krupuk dengan kondisi 100% selesai.  Alat yang dimaksud  yang  terdiri dari : 1 Buah bak tempat bahan adonan, terbuat dari bahan plat stainles steel, tebal 2 inc, dengan dimensi panjang x lebar x tinggi = 80cm x 80 cm x 70 cm, 1 (satu) kerangka besi untuk penopang bak, 1 (satu) As Pengaduk dilengkapi impeller terbuat dari bahan stainles steel dan 1 (satu) Mesin dengan Motor Penggerak 5,5 PK, Kapasitas Pencampuran 50 kg/10 menit  atau 50 kg/proses. Setelah ada program IbM, pencapaian kapasitas produksi meningkat 50% yaitu dari 300 menjadi 450 kg/, waktu proses menjadi lebih singkat 56%, penghematan upah Rp.30.000,-/hari, kenaikan omset sebesar 79,49%  yaitu dari Rp.1.950.000,- menjadi Rp.3,500.000,- dan kenaikan keuntungan sebesar 80%

Keywords


Wirausaha, krupuk, Tuntang

Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.