IbM REFRESHING BIDAN DESA DALAM PENCATATAN DAN PELAPORAN PWS KIA DALAM MENDUKUNG MDG’S KE 4-5 DI KABUPATEN WONOSOBO (Urgency Data untuk Penurunan AKI dan AKB)

A. Mawarni A. Mawarni, Y, Dharmawan Y, Dharmawan, CT Purnami CT Purnami CT Purnami

Abstract


ABSTRAK
 
Angka kematian ibu dan bayi merupakan salah satu indikator status kesehatan masyarakat. Kematian ibu dan bayi di Indonesia khususnya di Jawa Tengah masih tinggi di atas target dari RPJMN dan MDG’s 2015. Kematian ibu di Jawa Tengah pada tahun 2011 telah mencapai 116,01/100.000 kelahiran hidup dengan penyebab kematian antara lain perdarahan, infeksi, eklamsi, dan lain-lain. Selain sebab di atas kematian bayi akan diperparah dengan adanya kualitas data yang buruk. Hasil penelitian kualitas data yang dilakukan FKM Undip di Dinas Kesehatan Wonosobo ditemukan bahwa masih belum sama persepsi batasan data yang harus dicatat antara bidan desa, jumlah buku bantu yang dikembangkan bidan desa belum terstandarisasi, perekapan data harus dilaporkan lebih awal setiap tanggal 25, pelaporan tidak lengkap dan sering terlambat, data yang masuk tidak bisa menggambarkan keadaan yang sebenarnya, pelaporan banyak yang menggunakan manual (buku bantu), dan validasi data yang masih manual. Jadi dapat kami simpulkan bahwa masih belum pahamnya tentang kepentingan data yang berkualitas (urgency data) untuk mendukung pencatatan dan pelaporan PWS KIA dan masih banyaknya buku bantu pencatatan & pelaporan PWS KIA di Bidan Desa yang membingungkan. Penyebab kematian tersebut dapat dideteksi untuk diambil tindakan sedini mungkin dengan menggunakan metode Pemantauan Wilayah Setempat ( PWS ) KIA. Oleh karena itu perlu usaha untuk menurunkan angka kematian tersebut. Salah satunya dengan memperbaiki kualitas data (Pencatatan dan Pelaporan PWS KIA). Untuk itu Bidan desa perlu diberikan refreshing tentang pencatatan dan pelaporan PWS KIA

Keywords


Bidan desa, Pelaporan PWS KIA, MDG’s ke 4-5

Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.