APLIKASI PEWARNAAN BAHAN ALAM MANGROVE UNTUK BAHAN BATIK SEBAGAI DIVERSIFIKASI USAHA DI DESA BINAAN KABUPATEN SEMARANG

Delianis Pringgenies Delianis Pringgenies, E. Supriyantini E. Supriyantini, R. Azizah R. Azizah, R. Hartati R. Hartati, Irwani Irwani, O. K. Radjasa Karna Radjasa

Abstract


ABSTRAK
 
Masyarakat desa Gemawang, Kecamatan Jambu di kabupaten Semarang telah memulai usaha kecil menengah dalam porduksi batik dengan pewarna bahan alam indigo. Namun permasalahan yang muncul adalah dominasi warna yang ditemukan hanya monoton pada warna hijau dan biru. Dari permasalahan tersebut, Tim Pengabdian Ilmu Kelautan melakukan uji lanjutan modifikasi warna bahan alam untuk mengaplikasikan bahan alam dari darat dan dari laut yang jarang ditemukan dalam pemasaran pewarnaan bahan alam.  Berdasarkan hal tersebut, maka tujuan penelitian adalah untuk mendapatkan warna alam yang menarik dan bervariasi dari tambahan warna tanaman mangrove dalam peningkatan kreatifitas sebagai upaya perluasan pasar batik di desa Gemawang, Kecamatan jambu Kabupaten Semarang. Materi penelitian yang digunakan adalah daun dan batang tanaman mangrove yang di ekstraksi dan selanjutnya hasil ekstraksi dengan menggunakan fiksasi tawas, kapur dan tunjung dicelupkan pada kain untuk mendapatkan warna yang kuat dan tidak luntur. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa pewarnaan dari daun dan batang pada 6 jenis tanaman mangrove yaitu: Sorenasia alba, Rizophora sp, Avecenia sp, Ceripos decandra, Lumicera sp memperlihatkan warna yang hampir sama, yakni dari warna coklat muda hingga coklat tua gelap. Hasil pewarnaan alam mangrove memperlihatkan variasi warna terang, yang berbeda,  tidak luntur terjadi pada batang dan daun jenis Agriceros sp serta batang dan daun jenis Lumicera sp.  Warna alam dari daun mangrove jenis Agriceros sp dengan fiksasi gabungan kapur dan tunjung tampak warna lebih kuat, dan tidak gelap serta tidak luntur.

Keywords


mangrove, warna, pigmen, batik, Gemawang

Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.