Gambaran Penyesuaian Diri Warga Binaan Pemasyarakatan pada Sebuah Lapas Wanita di Indonesia

Zavelia Zuhriati Maghnina  -  Department of Nursing, Faculty of Medicine, Diponegoro University, Indonesia
*Megah Andriany  -  Department of Nursing, Faculty of Medicine, Diponegoro University, Indonesia
Received: 19 Aug 2020; Accepted: 15 Nov 2020; Published: 23 Nov 2020.
Open Access Copyright 2020 Holistic Nursing and Health Science


Citation Format:
Abstract

Introduction: Female inmates who newly admitted into prison has high stress level because   she need to adapt with the environmental conditions, individuals, and rules that applicated in prison. In Indonesia there are no research about female inmates adjusment. The purpose of this study was to determine the description of female inmates adjustment in a female prison in Indonesia based the domains in the PAQ questionnaire and comparing the situation with outside of the prison.

Methods: This was a quantitative research with descriptive survey and cross-sectional design. The sampling technique used n this research was total sampling with 46 respondents with criteria newly admitted into prison for 1-3 months. The sample criteria are able to write and read and willing to participate in the study. The data were collected using PAQ questionnaire.

Results: The results of this study show that dominant domain that worse in prisons compare with outside prisons was comfort and sleep problems. The most dominant problem that female inmates needs is sports, privacy, and sleep. The majority of female inmates have good friends while in prison, never feel prison as home, and all female inmate understand the rules in prison.

Conclusion: Nurses should provide nursing care to improve female inmates’ self-adjustment in order to prevent mental health problems.

Keywords: Self Adjustment, Female Inmates, Prison

Article Metrics:

  1. Amandari, S. L. & Sartika, D. (2015). Hubungan character strength dengan penyesuaian diri yang efektif pada narapidana di Lapas Sukamiskin Kelas IIA Bandung. Prosiding Psikologi, 1(2), 519-525
  2. Anggraini, P. (2014). Hubungan antara tingkat stres dengan kejadian insomnia pada WBP di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kabupaten Jember. Universitas Jember
  3. Anno, B. J. (2001). Correctional health care: Guidelines for the management of an adeqate delivery system. Washington: National Commissions on Correctional Health Care
  4. Ardilla, F & Herdiana, I. (2013). Penerimaan diri pada wanita WBP. Jurnal Psikologi Kepribadian dan Sosial, 2(1)
  5. Asnita, Arneliwati, Jumaini. (2015). Hubungan tingkat stress dengan harga diri remaja di lembaga pemasyarakatan. Jurnal Online Mahasiswa, 2(2), 1231–40
  6. Banjarnahor. R. (2017) Implementasi hak-hak narapidana menurut Undang Undang Lembaga Pemasyarakatan (UU No.12 Tahun 1995) (Studi Kasus Lembaga Pemasyarakatan Tondano). Lex Administratum, 5(2), 29-36
  7. Devi, R. R. P. (2015). Resiliensi narapidana dewasa di Lembaga Pemasyarakatan Klas IIA Sragen. Universitas Muhammadiyah Surakarta
  8. Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. (2016). Sistem database pemasyarakatan: Data terakhir jumlah penghuni perkanwil
  9. Ekasari, A & Susanti, N. (2009). Hubungan antara optimisme dan penyesuaian diri dengan stress pada narapidana kasus NAPZA di Lapas Kelas IIA Bulak Kapal Bekasi. SOUL, 2(2), 1-32
  10. Fatony, A., Aditantyo, A., Arvani, C. N., Valerian, D., Widigda, & Paladina, K. M. (2016). Efektivitas pelaksanaan hak WBP perempuan dalam mewujudkan tujuan pemasyarakatan: Studi kasus Rumah Tahanan Klas II A Jakarta Timur. Jurnal Hukum & Pembangunan, 45(3), 377-407. doi: 10.21143/jhp.vol45.no.3.54
  11. Hidayati, N. O., & Sutini, T. (2017). Gambaran harga diri WBP perempuan di Lembaga Pemasyarakatan X Bandung. Jurnal Keperawatan BSI, 5(1), 1-7
  12. Kusuma, Y. L. H. (2015). Pengaruh bimbingan metode diskusi terhadap perubahan harga diri narapidana di Lapas Kelas IIB Kota Mojokerto. Hospital Majapahit, 7(2), 54-66
  13. Lewi, N. & Sudarji, S. (2017). Faktor-faktor pendukung kebahagiaan pada empat narapidana wanita di Lapas Wanita Kelas II A Tangerang. Psibernetika, 8(2)
  14. Nasir, A., & Muhith, A. (2011). Dasar-dasar keperawatan jiwa pengantar dan teori. Jakarta: Penerbit Salemba Medika
  15. Patrimarati, U., & Ramadhani, D. (2015). Hubungan antara tingkat stres dengan kejadian insomnia pada WBP di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kabupaten Jember
  16. Picken J. (2012). The coping strategies, adjustment and well being of male inmates in the prison environment. Internet Journal of Criminology.1-29
  17. Potter, P. A., & Perry, A. G. (2005). Buku ajar fundamental keperawatan: Konsep, proses, dan praktik. Ed 4. Jakarta: EGC
  18. Prabowo, H. (1998). Pengantar psikologi lingkungan. Jakarta: Gunadarma
  19. Purnamasari, M. B., Made, N., Sukawana, Wayan. I, Suarnatha. Ketut. (2013). Pengaruh senam aerobik low impact terhadap penurunan tingkat depresi pada narapidana wanita di Lembaga Pemasyarakatan Denpasar. Diperoleh dari https://www.e-jurnal.com/2014/10/pengaruh-senam-aerobik-low-impact.html
  20. Putra, I. P. S. W. S. (2015). Dampak kelebihan kapasitas lembaga pemasyarakatan sebagai faktor kriminogenik terhadap pengulangan tindak pidana oleh WBP. Malang, Universitas Brawijaya
  21. Riyadina, W. (2009). Profil cedera akibat jatuh kecelakaan lalu lintas dan terluka benda tajam/tumpul pada masyarakat Indonesia. Vektora, 1(1), 1-11
  22. Rosifany, O. (2016). Pembinaan WBP Pemasyarakatan Wanita Di Lembaga Pemasyarakatan Klas II A Samarinda. Dedikasi, 34(1)
  23. Sari, I. N. & Nuqul, F. L (2014). Criminal thinking pada narapidana wanita. Prosiding Temu Ilmiyah Asosiasi Psikologi Forensik "Peran Psikologi Forensik dalam Penerapan Restorative Justice dan Viktimologi", Malang, 1-14
  24. Segarahayu, R. (2011) Pengaruh manajemen stress terhadap penurunan tingkat pada narapidana di LPW Malang. Universitas Negeri Malang
  25. Shina, S. (2010). Adjustment and mental health problem in prisoners, Industrial Psychiatri Journal, 19(2):101–4
  26. Sukendro, Indrayana, B., & Rasyono. (2016). Pemberian pelatihan olahraga pada penghuni Lapas Wanita Provinsi Jambi. Jurnal Pengabdian pada Masyarakat, 31(2), 54-62
  27. Sumarauw, Y. (2013). Narapidana perempuan dalam penjara (suatu kajian antropologi gender). HOLISTIK, VI(11B), 1-17
  28. Sunaryo. (2004). Psikologi untuk keperawatan. Jakarta: EGC
  29. Utami, R & Pratiwi, M. M. S. (2011). Tingkat Depresi Pada WBP (Studi Deskriptif WBP LAPAS Kelas IIA Semarang). Jurnal Asvattha, 1(4), 40–7
  30. Warren, J. I., Hurt, S., Loper, A. B., & Chauhan, P. (2004). Exploring prison adjusment among female inmates. Criminal Justice Behavior, 31(5), 624-645. doi: 10.1177/0093854804267096
  31. Wright, K. N. (1991). A study of individual, environmental, and interactive effects in explaining adjustment to prison. Justice Quarterly, 8(2), 217-242. doi: 10.1080/07418829100091011

Last update: 2021-04-14 20:17:24

No citation recorded.

Last update: 2021-04-14 20:17:24

No citation recorded.