skip to main content

Hubungan Pengetahuan dan Sikap Perawat dengan Penatalaksanaan Pembidaian Pasien Fraktur di RS X Sulawesi Tenggara

Nina Nurnaningsih  -  Prodi Sarjana Keperawatan, STIKes Karya Kesehatan, Indonesia
I Wayan Romantika  -  Prodi Sarjana Keperawatan, STIKes Karya Kesehatan, Indonesia
*Diah Indriastuti  -  Prodi Sarjana Keperawatan, STIKes Karya Kesehatan, Indonesia
Open Access Copyright 2021 Holistic Nursing and Health Science

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Citation Format:
Abstract

Introduction: Fracture management is performed by splinting to immobilize the part of the body that is fractured by using a device that aims to reduce and eliminate pain, prevent movement of the fracture that can cause damage to the surrounding soft tissue. The pilot study showed that nurses’ knowledge was not related with attitude in managing patients with fractures. This study aims to determine the relationship between knowledge and attitudes of nurses and the management splint of fracture patients in the emergency room, Southeast Sulawesi Province in 2020.

Methods: The study was conducted using a cross sectional design method. The population were 34 nurses in a emergency room at Hospital X Southeast Sulawesi Province. A total of 34 samples were taken by total sampling.

Results: The results showed that most of the respondents had good knowledge (50.0%), most of the respondents had good attitudes (88.2%). There was a strong relationship between knowledge and the management of fracture patients (p value = 0.001 and p = 0.569), there was a strong relationship between attitude and the management of fracture patients (p value = 0.000 and p = 0.622).

Conclusion: Researchers suggest to nurses in emergency room always improving their knowledge, education, skills and maintain motivation in providing emergency services to patients who have fractures.

Fulltext View|Download
Keywords: Attitude; Fracture; Knowledge; Splinting Management

Article Metrics:

  1. Arikunto, S. (2013). Metodologi penelitian, suatu pengantar pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta
  2. Azwar, S. (2013). Sikap manusia teori dan pengukurannya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
  3. Direktorat Lalu Lintas Polda Sultra. (2018). Data kecelakaan lalu lintas tahun 2018. Kendari: Tidak dipublikasikan
  4. Fakhrurrizal, A. (2015). Pengaruh pembidaian terhadap penurunan rasa nyeri pada pasien fraktur tertutup di Ruang IGD Rumah Sakit Umum Daerah A. M. Parikesit Tenggarong. Jurnal Ilmu Kesehatan, 3(2), 1-10. doi: 0.1017/CBO9781107415324.004
  5. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Hasil utama riset kesehatan dasar. Diperoleh dari https://kesmas.kemkes.go.id/assets/upload/dir_519d41d8cd98f00/files/Hasil-riskesdas-2018_1274.pdf
  6. Listiana, D., Effendi, & Oktarina, A. R. (2019). Pengaruh pelatihan balut bidai terhadap pengetahuan dan keterampilan siswa/i Palang Merah Remaja (PMR) di SMA N. 4 Kota Bengkulu. CMHK Nursing Scientific Journal, 3(2), 145-156
  7. Mardiono, S., & Putra, H. T. (2018). Hubungan pengetahuan dan sikap perawat dalam penatalaksanaan pembidaian pasien fraktur di RS Bhayangkara Palembang 2018. Jurnal Kesehatan Saelmakers Perdana, 1(2), 64–70
  8. Notoatmodjo, S. (2012). Promosi kesehatan dan perilaku kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta
  9. Parahita, P. S., & Kurniyanta, P. (2013). Penatalaksanaan kegawatdaruratan pada cedera fraktur ekstrimitas. E-Jurnal Medika Udayana, 2(9), 1597–1615
  10. Putra, G. M. (2018). Hubungan pengetahuan dan lama kerja perawat dengan penatalaksanaan pertolongan pertama pada pasien vulnus laceratum di IGD Puskesmas Maek Kecamatan Bukik Barisan Kabupaten Lima Puluh Kota. Stikes Perintis Padang
  11. Saputri, R. (2017). Hubungan tingkat pengetahuan balut bidai dengan sikap pertolongan pertama fraktur pada mahasiswa keperawatan. Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
  12. Sarwono, S. W. (2012). Psikologi umum. Jakarta: Rineka Cipta
  13. Sentoso, A. B., Ibnu, F., & Windartik, E. (2018). Pengaruh pendidikan kesehatan tentang balut bidai terhadap pengetahuan siswa dalam melakukan pembalutan dan pembidaian di SMPN 1 Bangsal Kabupaten Mojokerto. Jurnal Penelitian S1 Keperawatan, 1–7
  14. Smeltzer, S. C., & Bare, B. G. (2013). Buku ajar keperawatan medical bedah. Jakarta: EGC
  15. Warouw, J. A., Kumaat, L. T., & Pondaag, L. (2018). Pengaruh pendidikan kesehatan dan simulasi terhadap pengetahuan tentang balut bidai pertolongan pertama fraktur tulang panjang pada siswa Kelas X SMK Negeri 6 Manado. Ejournal Keperawatan, 6(1), 1-8
  16. Wawan, A., & Dewi, M. (2010). Teori dan pengukuran pengetahuan, sikap dan perilaku manusia. Yogyakarta: Nuha Medika
  17. World Health Organization. (2018). Global status report on road. Diperoleh dari https://www.who.int/publications/i/item/9789241565684
  18. Yudhantoro, L., & Ismiarto, Y. D. (2018). Gambaran angka kejadian cedera penyerta pada fraktur skapula di RS Dr Hasan Sadikin Bandung periode Januari 2014 - Desember 2018. Jurnal Kesehatan Mesencephalon, 4(38), 154–158

Last update:

No citation recorded.

Last update: 2021-11-30 13:40:40

No citation recorded.