skip to main content

PEMANFAATAN INTERPRETASI HIBRIDA CITRA LANDSAT DALAM IDENTIFIKASI KERAPATAN BANGUNAN UNTUK PEMANTAUAN PERKEMBANGAN WILAYAH KOTA UNGARAN

*Abdi Sukmono  -  Departemen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Citation Format:
Abstract
Kota Ungaran merupakan salah satu kota yang berkembang cukup pesat di wilayah Provinsi Jawa Tengah. Wilayah ini sangat berkembang sebagai perifer penyangga Kota Semarang. Perkembangan kota ungaran ini dapat dilihat dengan memantau perkembangan fisik Kota Ungaran, elemen fisik kota yang dapat dipantau salah satunya adalah kerapatan bangunan.  Identifikasi kerapatan bangunan secara multitemporal dapat menunjukkan perkembangan wilayah suatu kota. Identifikasi kerapatan bangunan ini dapat menggunakan data citra satelit Landsat melalui metode interpretasi hibrida. Interpretasi hibrida merupakan kombinasi antara teknik interpretasi visual dan digital (tranformasi urban index). Interpretasi visual dilakukan dengan pemetaan lahan terbangun secara delianiasi blok. Sedangkan interpretasi digital dilakukan dengan teknik tranformasi urban index. Hasil interpretasi menunjukkan terjadinya peningkatan kerapatan bangunan periode 2009-2018. Kecepatan rata-rata perubahan luasan bangunan dari tahun 2009-2018 sebesar 43,83 Ha/pertahun. Arah perubahan kepadatan bangunan pada tahun 2009-2018 di Kecamatan Ungaran Timur dan Ungaran Barat mengarah dari timur ke barat, perubahan kepadatan bangunan banyak terjadi di daerah pusat kota sepanjang jalan utama dan daerah pinggiran perkotaan. Hasil identifikasi kerapatan bangunan dengan metode interpretasi hibrida ini dilakukan validasi dengan data pengukuran kerapatan bangunan lapangan. Hasil validasi menunjukkan ketelitian metode ini sebesar 89,78 %.
  1. Amirullah. 2015. Populasi dan Sampel Pemahaman, Jenis, dan Teknik. Bayumedia: Malang
  2. Congalton, Russell G.. dan Kass Green. 2009. Assesing the Accuracy of Remotely Sensed Data Principles and Practices Second Edition. CRC Press: Boca Raton
  3. Danoedoro. Projo. 2012. Pengantar Penginderaan Jauh Digital. Penerbit Andi: Yogyakarta
  4. Nugraha, Vembri Satya. 2014. Pemanfaatan Teknologi Penginderaan Jauh untuk Monitoring Kepadatan Bangunan di Daerah Perkotaan Magelang. Skripsi. Universitas Gadjah Mada: Yogyakarta
  5. Puspitasari. Shanti. 2016. Kajian Kepadatan Bangunan Menggunakan Interpretasi Hibrida Citra Landsat-8 OLI di Kota Semarang Tahun 2015. Skripsi. Universitas Gadjah Mada: Yogyakarta
  6. Ratnasari, Dwi Santy dan R. Suharyadi. 2016. Pemanfaatan Citra Resolusi Tinggi Multitemporal untuk Analisis Karakteristik Perkembangan Permukiman Kota Bogor Tahun 2005-2014 Menggunakan Spatial Statistics. Universitas Gadjah Mada: Yogyakarta
  7. Republik Indonesia. 2002. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung. Jakarta
  8. Sa’diyah. Ulifatus. 2016. Studi Optimalisasi Pemanfaatan Lahan di Kampus Universitas Diponegoro Tembalang Berdasarkan Analisis Citra Multi Temporal. Tugas Akhir. Universitas Diponegoro: Semarang
  9. Suharyadi. 2011. Interpretasi Hibrida Citra Satelit Resolusi Spasial Menengah untuk Kajian Kepadatan Bangunan Daerah Perkotaan di Daerah Perkotaan Yogyakarta. Disertasi. Universitas Gadjah Mada: Yogyakarta
  10. Treman, I Wayan. 2012. Pemanfaatan Penginderaan Jauh untuk Kajian Kepadatan Rumah Mukim Perkotaan. Universitas Pendidikan Ganesha: Singaraja

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.