skip to main content

Nilai Haugh Unit (HU), Indeks Kuning Telur (IKT) dan Ph Telur Itik Pengging Setelah Pemberian Tepung Daun Kelor (Moringa oleifera Lam.)

Departemen Biologi Fakultas Sains dan Matematika Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

Open Access Copyright 2020 Buletin Anatomi dan Fisiologi (Bulletin of Anatomy and Physiology)

Citation Format:
Abstract

Itik lokal banyak dibudidayakan sebagai penghasil telur. Daun kelor (Moringa oleifera) mengandung nutrisi esensial, seperti asam amino dan protein yang berpotensi meningkatkan kualitas telur, terutama telur itik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tepung daun kelor terhadap kualitas fisik telur itik pengging. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dengan 4 ulangan, yaitu kelompok kontrol dan kelompok perlakuan pakan basal dengan tambahan tepung daun kelor 2,5; 5; 7,5; dan 10%. Parameter yang diamati pada penelitian ini yaitu nilai Haugh unit (HU), indeks kuning telur (IKT), dan pH telur. Sampel diambil setiap hari kemudian dikumpulkan dan dilakukan pengukuran. Data yang diperoleh dianalisis mengunakan analysis of variance (ANOVA), apabila terdapat beda nyata antar perlakuan dilakukan uji lanjut dengan uji Duncan pada taraf kepercayaan 95%. Hasil analisis menunjukan bahwa pemberian tepung daun kelor dalam pakan itik memberikan pengaruh yang nyata (P<0,05) pada nilai HU dan pH putih telur, namun tidak berpengaruh (P>0,05) pada IKT, pH kuning telur, dan bobot telur. Berdasarkan nilai HU, telur pada penelitian ini dikategorikan dalam kualitas AA, dan pH putih telur tertinggi terdapat pada perlakuan 10% dengan nilai 8,66. Berdasarkan penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa pemberian tepung daun kelor 7,5% dapat meningkatkan kualitas telur tanpa merubah bobot telur.

 

Kata kunci: Itik pengging, daun kelor, kualitas telur

Fulltext View|Download

Article Metrics:

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.