Review : Interaksi Alelopati dan Senyawa Alelokimia : Potensinya Sebagai Bioherbisida

*Sri Darmanti -  Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro, Indonesia
Published: 30 Dec 2018.
Open Access Copyright 2019 Buletin Anatomi dan Fisiologi (Bulletin of Anatomy and Physiology)
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Full Text:
Statistics: 382 866

Abstract

Gulma merupakan salah satu kendala biotik utama dalam meningkatkan produksi berbagai tanaman budidaya.  Pengendalian gulma dengan herbisida sintetis merupakan cara yang umum dilakukan karena mudah dan murah, tetapi  cara ini tidak ramah lingkungan dan penggunaan jangka panjang dapat mengakibatkan resistensi pada gulma. Senyawa  alelokimia secara alami digunakan tumbuhan untuk pertahanan terhadap ganguan lingkungan (interaksi alelopati),  termasuk  untuk menekan pertumbuhan tanaman pengganggu yang ada disekitarnya. Mekanisme penghambatan  oleh alelokimia  mirip dengan herbisida sintetik, sehingga alelopati berpotensi digunakan sebagai bioherbisida.  Kelebihan bioherbisida dibanding herbisida sintetik adalah larut dalam air  sehingga mudah diaplikasikan, memiliki banyak molekul kaya oksigen dan nitrogen, sedikit mengandung ”atom berat”, sedikit halogen dan tidak memiliki struktur cincin tidak alami, memiliki paruh waktu yang  pendek sehingga tidak terjadi akumulasi senyawa di dalam tanah dan kecil kemungkinan menimbulkan dampak pada organisme non target.

Keywords
fenol; pengendalian gulma; radikal bebas

Article Metrics: