Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Jacub Rais, Tembalang, Semarang, Indonesia
BibTex Citation Data :
@article{BAF33349, author = {Sasmito Pandhu Wicaksono and Sunarno Sunarno and Kasiyati Kasiyati and Rasyidah Ahmar}, title = {Efek Suplementasi Tepung Spirulina sp. dalam Pakan terhadap Morfometri Saluran Reproduksi Itik Pengging (Anas platyrhynchos)}, journal = {Buletin Anatomi dan Fisiologi}, volume = {11}, number = {2}, year = {2026}, keywords = {Anas platyrhynchos domesticus; fase layer; fikosianin; isthmus; magnum}, abstract = { Peningkatan kualitas nutrisi pakan melalui suplementasi Spirulina sp. berpotensi mendukung perkembangan morfometri saluran reproduksi itik pengging ( Anas platyrhynchos ), yang ditunjukkan oleh perubahan bobot oviduk serta panjang tiap segmen oviduk. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis morfometri saluran reproduksi itik pengging yang ditunjukkan dengan variabel bobot oviduk, panjang segmen saluran oviduk yang meliputi infundibulum, magnum, isthmus, uterus, dan saluran vagina setelah pemberian suplemen pakan Spirulina sp. Rancangan penelitian yang digunakan adalah RAL dengan enam perlakuan: P0 (100% pakan standar), P1 (98,5% pakan standar + 1,5% tepung Spirulina sp.), P2 (97% + 3%), P3 (95,5% + 4,5%), P4 (94% + 6%), P5 (92,5% + 7,5%). Setiap perlakuan diulang sebanyak empat kali. Pemberian pakan dilakukan secara ad libitum pada pagi dan sore hari. Analisis data menggunakan uji Analysis of Variance (ANOVA) pada taraf signifikansi 5%. Hasil menunjukkan bahwa suplementasi tepung Spirulina sp. berpengaruh nyata ( P < 0,05) terhadap bobot oviduk, panjang magnum, dan panjang isthmus, tetapi berpengaruh tidak nyata ( P > 0,05) terhadap panjang infundibulum, uterus, dan vagina. Nilai rata-rata tertinggi dicapai pada perlakuan P4 (suplementasi 6%) dengan bobot oviduk sebesar 104,89 ± 3,13 g, panjang magnum 250,00 ± 0,00 mm, dan panjang isthmus 117,95 ± 31,18 mm, yang berbeda nyata ( P < 0,05) dibandingkan kelompok perlakuan P1, P2, dan P3. Disimpulkan bahwa suplementasi tepung Spirulina sp. pada taraf 6% merupakan dosis optimum dalam mendukung perkembangan segmen oviduk fungsional. Rekomendasi penelitian lanjutan mencakup pengujian profil hormon estrogen dan progesteron serum, evaluasi histomorfometri kelenjar sekretori tubular magnum, serta pemantauan kualitas telur harian. Improving feed nutritional quality through Spirulina sp. supplementation may support the development of reproductive tract morphometry in pengging ducks ( Anas platyrhynchos ). This study aimed to evaluate the effects of Spirulina sp. powder supplementation on oviduct weight and the lengths of reproductive tract segments, including the infundibulum, magnum, isthmus, uterus, and vagina. The experiment was conducted using a Completely Randomized Design (CRD) with six treatments: P0 (100% basal diet), P1 (98.5% basal diet + 1.5% Spirulina sp. powder), P2 (97.0% + 3.0%), P3 (95.5% + 4.5%), P4 (94.0% + 6.0%), and P5 (92.5% + 7.5%). Each treatment was replicated four times. Feed was provided ad libitum twice daily. Data were analyzed using one-way analysis of variance (ANOVA) at a 5% significance level. The results indicated that Spirulina sp. supplementation significantly affected (P < 0.05) oviduct weight, magnum length, and isthmus length, but had no significant effect (P > 0.05) on infundibulum, uterus, and vagina lengths. The highest morphometric values were observed in treatment P4 (6% supplementation), yielding an oviduct weight of 104.89 ± 3.13 g, magnum length of 250.00 ± 0.00 mm, and isthmus length of 117.95 ± 31.18 mm, which differed significantly (P < 0.05) from treatments P1, P2, and P3. In conclusion, dietary supplementation with 6% Spirulina sp. powder is the optimal level to support functional oviduct growth. Future research should investigate circulating estradiol and progesterone levels, tubular gland histomorphometry, and longitudinal egg laying performance. }, issn = {2541-0083}, doi = {10.14710/baf.11.2.2026.%p}, url = {https://ejournal2.undip.ac.id/index.php/baf/article/view/33349} }
Refworks Citation Data :
Peningkatan kualitas nutrisi pakan melalui suplementasi Spirulina sp. berpotensi mendukung perkembangan morfometri saluran reproduksi itik pengging (Anas platyrhynchos), yang ditunjukkan oleh perubahan bobot oviduk serta panjang tiap segmen oviduk. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis morfometri saluran reproduksi itik pengging yang ditunjukkan dengan variabel bobot oviduk, panjang segmen saluran oviduk yang meliputi infundibulum, magnum, isthmus, uterus, dan saluran vagina setelah pemberian suplemen pakan Spirulina sp. Rancangan penelitian yang digunakan adalah RAL dengan enam perlakuan: P0 (100% pakan standar), P1 (98,5% pakan standar + 1,5% tepung Spirulina sp.), P2 (97% + 3%), P3 (95,5% + 4,5%), P4 (94% + 6%), P5 (92,5% + 7,5%). Setiap perlakuan diulang sebanyak empat kali. Pemberian pakan dilakukan secara ad libitum pada pagi dan sore hari. Analisis data menggunakan uji Analysis of Variance (ANOVA) pada taraf signifikansi 5%. Hasil menunjukkan bahwa suplementasi tepung Spirulina sp. berpengaruh nyata (P < 0,05) terhadap bobot oviduk, panjang magnum, dan panjang isthmus, tetapi berpengaruh tidak nyata (P > 0,05) terhadap panjang infundibulum, uterus, dan vagina. Nilai rata-rata tertinggi dicapai pada perlakuan P4 (suplementasi 6%) dengan bobot oviduk sebesar 104,89 ± 3,13 g, panjang magnum 250,00 ± 0,00 mm, dan panjang isthmus 117,95 ± 31,18 mm, yang berbeda nyata (P < 0,05) dibandingkan kelompok perlakuan P1, P2, dan P3. Disimpulkan bahwa suplementasi tepung Spirulina sp. pada taraf 6% merupakan dosis optimum dalam mendukung perkembangan segmen oviduk fungsional. Rekomendasi penelitian lanjutan mencakup pengujian profil hormon estrogen dan progesteron serum, evaluasi histomorfometri kelenjar sekretori tubular magnum, serta pemantauan kualitas telur harian.
Improving feed nutritional quality through Spirulina sp. supplementation may support the development of reproductive tract morphometry in pengging ducks (Anas platyrhynchos). This study aimed to evaluate the effects of Spirulina sp. powder supplementation on oviduct weight and the lengths of reproductive tract segments, including the infundibulum, magnum, isthmus, uterus, and vagina. The experiment was conducted using a Completely Randomized Design (CRD) with six treatments: P0 (100% basal diet), P1 (98.5% basal diet + 1.5% Spirulina sp. powder), P2 (97.0% + 3.0%), P3 (95.5% + 4.5%), P4 (94.0% + 6.0%), and P5 (92.5% + 7.5%). Each treatment was replicated four times. Feed was provided ad libitum twice daily. Data were analyzed using one-way analysis of variance (ANOVA) at a 5% significance level. The results indicated that Spirulina sp. supplementation significantly affected (P < 0.05) oviduct weight, magnum length, and isthmus length, but had no significant effect (P > 0.05) on infundibulum, uterus, and vagina lengths. The highest morphometric values were observed in treatment P4 (6% supplementation), yielding an oviduct weight of 104.89 ± 3.13 g, magnum length of 250.00 ± 0.00 mm, and isthmus length of 117.95 ± 31.18 mm, which differed significantly (P < 0.05) from treatments P1, P2, and P3. In conclusion, dietary supplementation with 6% Spirulina sp. powder is the optimal level to support functional oviduct growth. Future research should investigate circulating estradiol and progesterone levels, tubular gland histomorphometry, and longitudinal egg laying performance.
Note: This article has supplementary file(s).
Article Metrics:
Last update:
View My Stats This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Biology of Structure and Function Laboratory
Biology Department, Faculty of Mathematics and Science
Diponegoro University