Forensic and Medicolegal Departmen, Faculty of Medicine, Universitas Halu Oleo, Kendari Sulawesi Tenggara, Indonesia
BibTex Citation Data :
@article{BAF29362, author = {Raja Iswara}, title = {Kesintasan Motilitas dan Persistensi Spermatozoa dalam Vagina Tikus Kandidiasis}, journal = {Buletin Anatomi dan Fisiologi}, volume = {10}, number = {2}, year = {2026}, keywords = {: kandidiasis, motilitas spermatozoa; persistensi spermatozoa; vagina}, abstract = { Kandidiasis vagina dapat memengaruhi lingkungan mikro vagina sehingga berpotensi mengganggu fungsi spermatozoa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesintasan motilitas dan persistensi spermatozoa dalam vagina tikus kandidiasis. Penelitian eksperimental ini menggunakan dua kelompok tikus betina, yaitu kelompok normal dan kelompok dengan kandidiasis. Analisis kesintasan dilakukan menggunakan metode Kaplan–Meier, sedangkan perbedaan antar kelompok diuji dengan uji log-rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan bermakna kesintasan motilitas spermatozoa antar kelompok (χ²=8,760; p=0,003). Pada kelompok kandidiasis, 50% spermatozoa kehilangan motilitas dalam 1 menit pertama, sedangkan pada kelompok normal terjadi pada 2 menit pertama. Analisis persistensi spermatozoa juga menunjukkan perbedaan yang signifikan (χ²=15,373; p<0,001). Pada kelompok kandidiasis, 50% spermatozoa tidak lagi ditemukan dalam vagina pada 2 hari pertama, sementara pada kelompok normal spermatozoa masih terdeteksi hingga 5 hari. Temuan ini menunjukkan bahwa kandidiasis vagina dapat menurunkan kesintasan motilitas dan persistensi spermatozoa, yang berimplikasi terhadap kemungkinan penurunan fertilitas. }, issn = {2541-0083}, doi = {10.14710/baf.10.2.2025.%p}, url = {https://ejournal2.undip.ac.id/index.php/baf/article/view/29362} }
Refworks Citation Data :
Kandidiasis vagina dapat memengaruhi lingkungan mikro vagina sehingga berpotensi mengganggu fungsi spermatozoa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesintasan motilitas dan persistensi spermatozoa dalam vagina tikus kandidiasis. Penelitian eksperimental ini menggunakan dua kelompok tikus betina, yaitu kelompok normal dan kelompok dengan kandidiasis. Analisis kesintasan dilakukan menggunakan metode Kaplan–Meier, sedangkan perbedaan antar kelompok diuji dengan uji log-rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan bermakna kesintasan motilitas spermatozoa antar kelompok (χ²=8,760; p=0,003). Pada kelompok kandidiasis, 50% spermatozoa kehilangan motilitas dalam 1 menit pertama, sedangkan pada kelompok normal terjadi pada 2 menit pertama. Analisis persistensi spermatozoa juga menunjukkan perbedaan yang signifikan (χ²=15,373; p<0,001). Pada kelompok kandidiasis, 50% spermatozoa tidak lagi ditemukan dalam vagina pada 2 hari pertama, sementara pada kelompok normal spermatozoa masih terdeteksi hingga 5 hari. Temuan ini menunjukkan bahwa kandidiasis vagina dapat menurunkan kesintasan motilitas dan persistensi spermatozoa, yang berimplikasi terhadap kemungkinan penurunan fertilitas.
Article Metrics:
Last update:
View My Stats This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Biology of Structure and Function Laboratory
Biology Department, Faculty of Mathematics and Science
Diponegoro University