Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Jacub Rais, Tembalang, Semarang, Indonesia
BibTex Citation Data :
@article{BAF29267, author = {Lucia Francis and Muhammad Djaelani}, title = {Perbandingan Gambaran Mikroanatomi Lien Tikus Putih (Rattus Norvegicus) dengan Fiksatif yang Berbeda}, journal = {Buletin Anatomi dan Fisiologi}, volume = {11}, number = {2}, year = {2026}, keywords = {BNF 10%; Boiun; Etanol 10 %; ukuran sel}, abstract = { Penelitian ini pembuatan preparat mikroskopis menggunakan metoda parafin. Fiksasi merupakan tahapan penting dalam pembuatan preparat untuk mempertahankan struktur jaringan mendekati kondisi aslinya. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh jenis larutan fiksatif terhadap kualitas prepara mikroanatomi lien tikus putih ( Rattus norvegicus ). 10 lien dari 10 ekor tikus digunakan pada pembuatan preparat ini. Tiap lien dibagi 3 yang diperlakukan dengan tiga jenis larutan fiksatif yaitu Buffered Neutral Formalin (BNF) 10%, Bouin, dan etanol 50%, dengan durasi fiksasi selama satu minggu. Organ lien diisolasi kemudian dibuat preparat mikroskopis dengan metode parafin, difiksasi, dicuci ( washing ) sesuai perlakuan, kemudian diproses menjadi preparat mikroskopis.Rancangan yang digunakan penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap. Variabel yang diamati meliputi ukuran sel, ukuran inti sel dan tingkat kerusakan jaringan. Hasil dianalisis dengan ANOVA dan uji lanjut Duncan dengan menggunakan perangkat lunak SPSS Hasil penelitian menunjukkan menunjukkan bahwa BNF 10% menghasilkan kualitas preparat terbaik, ditandai oleh struktur jaringan dan komponen seluler yang lebih jelas serta integritas organ yang lebih terjaga. Sebaliknya, etanol 50% menghasilkan kerusakan jaringan dan artefak paling nyata. Secara kuantitatif, larutan Bouin menunjukkan penyusutan ( shrinkage ) ukuran sel dan inti sel paling kecil dibandingkan kedua fiksatif lainnya. Dapat disimpulkan Etanol 50% tidak direkomendasikan untuk fiksasi jaringan jangka panjang karena memicu distorsi dan penyusutan sel yang ekstrem. Durasi fiksasi yang lama membutuhkan modifikasi proses washing untuk meluruhkan sisa bahan fiksatif reaktif. Penambahan waktu washing terbukti efektif menjaga kualitas pewarnaan HE dan keutuhan struktur mikroskopis, di mana BNF 10% yang dikombinasikan dengan pencucian akuades memberikan hasil preparat yang paling optimal pada durasi fiksasi satu minggu. This study used the paraffin method to prepare microscopic slides. Fixation is a crucial step in slide preparation to maintain tissue structure close to its original state. This study aimed to analyze the effect of fixative solution types on the quality of microanatomic preparate of white rat ( Rattus norvegicus ) spleens. Ten spleens from ten rats were used in this slide preparation. Each spleen was divided into three sections and treated with three fixative solutions: 10% Buffered Neutral Formalin (BNF), Bouin's, and 50% ethanol, with a fixation duration of one week. The spleen was isolated, then microscopic slides were prepared using the paraffin method, fixed, washed according to the treatment, and then processed into microscopic slides. The design used in this study was a Completely Randomized Design. Observed variables included cell size, cell nucleus size, and the degree of tissue damage. The results were analyzed using ANOVA and Duncan's test using SPSS software. The results showed that 10% BNF produced the best quality preparations, characterized by clearer tissue structure and cellular components, and better preserved organ integrity. In contrast, 50% ethanol produced the most tissue damage and artifacts. Quantitatively, Bouin's solution showed the least shrinkage in cell size and cell nuclei compared to the other two fixatives. It can be concluded that 50% ethanol is not recommended for long-term tissue fixation because it causes extreme cell distortion and shrinkage. Long fixation durations require modifications to the washing process to remove residual reactive fixatives. Increasing the washing time proved effective in maintaining the quality of HE staining and microscopic structural integrity, with 10% BNF combined with aquadest washing producing optimal preparation results at a fixation duration of one week. }, issn = {2541-0083}, doi = {10.14710/baf.11.2.2026.%p}, url = {https://ejournal2.undip.ac.id/index.php/baf/article/view/29267} }
Refworks Citation Data :
Penelitian ini pembuatan preparat mikroskopis menggunakan metoda parafin. Fiksasi merupakan tahapan penting dalam pembuatan preparat untuk mempertahankan struktur jaringan mendekati kondisi aslinya. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh jenis larutan fiksatif terhadap kualitas prepara mikroanatomi lien tikus putih (Rattus norvegicus). 10 lien dari 10 ekor tikus digunakan pada pembuatan preparat ini. Tiap lien dibagi 3 yang diperlakukan dengan tiga jenis larutan fiksatif yaitu Buffered Neutral Formalin (BNF) 10%, Bouin, dan etanol 50%, dengan durasi fiksasi selama satu minggu. Organ lien diisolasi kemudian dibuat preparat mikroskopis dengan metode parafin, difiksasi, dicuci (washing) sesuai perlakuan, kemudian diproses menjadi preparat mikroskopis.Rancangan yang digunakan penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap. Variabel yang diamati meliputi ukuran sel, ukuran inti sel dan tingkat kerusakan jaringan. Hasil dianalisis dengan ANOVA dan uji lanjut Duncan dengan menggunakan perangkat lunak SPSS Hasil penelitian menunjukkan menunjukkan bahwa BNF 10% menghasilkan kualitas preparat terbaik, ditandai oleh struktur jaringan dan komponen seluler yang lebih jelas serta integritas organ yang lebih terjaga. Sebaliknya, etanol 50% menghasilkan kerusakan jaringan dan artefak paling nyata. Secara kuantitatif, larutan Bouin menunjukkan penyusutan (shrinkage) ukuran sel dan inti sel paling kecil dibandingkan kedua fiksatif lainnya. Dapat disimpulkan Etanol 50% tidak direkomendasikan untuk fiksasi jaringan jangka panjang karena memicu distorsi dan penyusutan sel yang ekstrem. Durasi fiksasi yang lama membutuhkan modifikasi proses washing untuk meluruhkan sisa bahan fiksatif reaktif. Penambahan waktu washing terbukti efektif menjaga kualitas pewarnaan HE dan keutuhan struktur mikroskopis, di mana BNF 10% yang dikombinasikan dengan pencucian akuades memberikan hasil preparat yang paling optimal pada durasi fiksasi satu minggu.
This study used the paraffin method to prepare microscopic slides. Fixation is a crucial step in slide preparation to maintain tissue structure close to its original state. This study aimed to analyze the effect of fixative solution types on the quality of microanatomic preparate of white rat (Rattus norvegicus) spleens. Ten spleens from ten rats were used in this slide preparation. Each spleen was divided into three sections and treated with three fixative solutions: 10% Buffered Neutral Formalin (BNF), Bouin's, and 50% ethanol, with a fixation duration of one week. The spleen was isolated, then microscopic slides were prepared using the paraffin method, fixed, washed according to the treatment, and then processed into microscopic slides. The design used in this study was a Completely Randomized Design. Observed variables included cell size, cell nucleus size, and the degree of tissue damage. The results were analyzed using ANOVA and Duncan's test using SPSS software. The results showed that 10% BNF produced the best quality preparations, characterized by clearer tissue structure and cellular components, and better preserved organ integrity. In contrast, 50% ethanol produced the most tissue damage and artifacts. Quantitatively, Bouin's solution showed the least shrinkage in cell size and cell nuclei compared to the other two fixatives. It can be concluded that 50% ethanol is not recommended for long-term tissue fixation because it causes extreme cell distortion and shrinkage. Long fixation durations require modifications to the washing process to remove residual reactive fixatives. Increasing the washing time proved effective in maintaining the quality of HE staining and microscopic structural integrity, with 10% BNF combined with aquadest washing producing optimal preparation results at a fixation duration of one week.
Article Metrics:
Last update:
View My Stats This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Biology of Structure and Function Laboratory
Biology Department, Faculty of Mathematics and Science
Diponegoro University