Department Biology, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Sudarto, SH, SH, Tembalang, Semarang, Indonesia 50275, Indonesia
BibTex Citation Data :
@article{BAF29199, author = {Fadyla Rahmanda}, title = {Gambaran Sediaan Histologi Kardiomiosit Rattus norvegicus Setelah Difiksasi dengan NBF 10%, Bouin, dan Etanol 50% selama Satu Minggu}, journal = {Buletin Anatomi dan Fisiologi}, volume = {1}, number = {1}, year = {2026}, keywords = {Fiksasi, Kardiomiosit, Histologi}, abstract = { Pembuatan preparat jaringan hewan memerlukan serangkaian tahapan, salah satunya adalah fiksasi untuk mencegah autolisis. Penelitian ini menggunakan tiga jenis fiksatif, yaitu NBF 10%, bouin, dan etanol 50%. Pembuatan preparat menggunakan organ cor R. norvegicus yang difiksasi selama satu minggu. Proses pencucian ( washing ) dilakukan setelah proses fiksasi untuk mengurangi sisa fiksatif pada jaringan. Tujuan penelitian ini, yaitu menganalisis gambaran sediaan kardiomiosit yang melalui proses pencucian ( washing ) setelah difiksasi dengan menggunakan NBF 10%, bouin, dan etanol 50% selama satu minggu. Kelompok perlakuan yang diujikan pada penelitian ini, yaitu P1 (NBF 10%), P2 (bouin), P3 (Etanol 50%). Hasil uji ANOVA satu arah menunjukkan bahwa hasil berbeda nyata (P<0,05) terhadap ukuran sel kardiomiosit dan ukuran inti sel kardiomiosit . Kesimpulan dari penelitian ini, gambaran sediaan histologi kardiomiosit R. norvegicus yang difiksasi dengan NBF 10% selama satu minggu melalui proses pencucian menghasilkan gambaran sediaan yang optimal tanpa kerusakan preparat yang signifikan. Gambaran sediaan histologi kardiomiosit R. norvegicus yang difiksasi dengan bouin dan etanol 50% selama satu minggu melalui proses pencucian menghasilkan gambaran sediaan dengan kerusakan yang signifikan. }, issn = {2541-0083}, doi = {10.14710/baf.1.1.2026.%p}, url = {https://ejournal2.undip.ac.id/index.php/baf/article/view/29199} }
Refworks Citation Data :
Pembuatan preparat jaringan hewan memerlukan serangkaian tahapan, salah satunya adalah fiksasi untuk mencegah autolisis. Penelitian ini menggunakan tiga jenis fiksatif, yaitu NBF 10%, bouin, dan etanol 50%. Pembuatan preparat menggunakan organ cor R. norvegicus yang difiksasi selama satu minggu. Proses pencucian (washing) dilakukan setelah proses fiksasi untuk mengurangi sisa fiksatif pada jaringan. Tujuan penelitian ini, yaitu menganalisis gambaran sediaan kardiomiosit yang melalui proses pencucian (washing) setelah difiksasi dengan menggunakan NBF 10%, bouin, dan etanol 50% selama satu minggu. Kelompok perlakuan yang diujikan pada penelitian ini, yaitu P1 (NBF 10%), P2 (bouin), P3 (Etanol 50%). Hasil uji ANOVA satu arah menunjukkan bahwa hasil berbeda nyata (P<0,05) terhadap ukuran sel kardiomiosit dan ukuran inti sel kardiomiosit. Kesimpulan dari penelitian ini, gambaran sediaan histologi kardiomiosit R. norvegicus yang difiksasi dengan NBF 10% selama satu minggu melalui proses pencucian menghasilkan gambaran sediaan yang optimal tanpa kerusakan preparat yang signifikan. Gambaran sediaan histologi kardiomiosit R. norvegicus yang difiksasi dengan bouin dan etanol 50% selama satu minggu melalui proses pencucian menghasilkan gambaran sediaan dengan kerusakan yang signifikan.
Article Metrics:
Last update:
View My Stats This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Biology of Structure and Function Laboratory
Biology Department, Faculty of Mathematics and Science
Diponegoro University