Efek Antifertilitas Ekstrak Biji Pepaya (Carica Papaya L.) dengan Pelarut Air terhadap Bobot Anak Mencit (Mus Musculus L.)

Copyright (c) 2017 Buletin Anatomi dan Fisiologi

Article Metrics: (Click on the Metric tab below to see the detail)

Article Info
Submitted: 29-03-2017
Published: 29-03-2017
Section: Articles
Fulltext PDF Tell your colleagues Email the author

Biji pepaya merupakan tanaman obat yang diduga memiliki senyawa antifertilitas sehingga dapat dijadikan sebagai alat kontrasepsi herbal yang aman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji efek antifertilitas ekstrak biji pepaya (C. papaya L.) dengan pelarut air terhadap bobot anak mencit
(Mus musculus L.). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL), menggunakan 15 ekor mencit betina yang dibagi ke dalam 5 kelompok perlakuan dengan 3 kali ulangan. K(-): bahan perlakuan berupa aquades. K(+): bahan perlakuan berupa pil kontrasepsi. P1, P2, P3 masing-masing diberi bahan perlakuan berupa ekstrak biji pepaya dengan dosis 1,4, 3,5, 7 mg/ekor/hari. Masing-masing diberikan perlakuan oral dengan volume 0,5 ml selama 21 hari. Setelah perlakuan berakhir, dilanjutkan dengan uji kawin.  Parameter yang diamati adalah bobot anak mencit, bobot induk mencit setelah perlakuan berakhir. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan memberikan pengaruh berbeda tidak nyata terhadap bobot anak mencit dan induk mencit. Kesimpulan penelitian ini adalah senyawa antifertilitas dalam biji pepaya (C. papaya L.) dengan pelarut air tidak mempengaruhi bobot anak dan induk mencit.

 

Kata kunci : Carica papaya, antifertilitas, bobot anak mencit, bobot induk mencit

  1. Muhammad Farizan Adani 
    Program Studi Biologi, Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro, Indonesia
  2. Agung Janika Sitasiwi 
    Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro, Indonesia
  3. Sri Isdadiyanto 
    Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro, Indonesia