Praksis Wacana tentang Pantangan pada Masyarakat Nelayan di Pantura Jawa Tengah

Nurhayati Nurhayati, Agus Subiyanto, Astri Adriani Allien

Abstract


Paper ini berisi tentang analisis praksis wacana yang dilakukan oleh masyarakat nelayan di Pantai Utara Jawa Tengah dalam merepresentasikan dan menunjukkan sikap tentang pantangan yang ada di daerah tersebut. Tujuan penulisan topik tersebut adalah menjelaskan bahwa melalui praksis wacana yang dilakukan,  masyarakat mengkonstruksi fakta sosial tentang pantangan, nilai-nilai apa yang mempengaruhi konstruksi tersebut, dari mana sumber pantangan tersebut, dan bagaimana sikap mereka terhadap pantangan tersebut. Penelitian kulaitatif ini menggunakan tiga informan dari kawasan nelayan di Semarang, Demak, dan Kendal. Data berupa teks yang diperoleh berdasarkan metode wawancara terbuka dan metode naratif. Dengan menggunakan ancangan analisis wacana kritis, penulis menemukan bahwa tiga pantangan besar, yakni (i)  jangan melaut di hari meninggal orang tua, (ii) jangan berbicara yang aneh-aneh pada waktu melaut, dan (iii) jangan melakukan hal aneh-aneh di tempat tertentu, masih hidup di tengah masyarakat nelayan. Pantangan tersebut disebarkan dan dipertahankan melalui agen sosial, yakni individu-individu yang pengetahuan dan sikapnya dipengaruhi oleh nilai-nilai yang percaya oleh masyarakat tersebut, baik secara homoglos maupun heteroglos. Tidak ditemukan sumber pantangan yang pasti, tetapi hanya berupa cerita perseorangan yang didengar secara bersinambung. Sikap masyarakat yang percaya bahwa pantangan masih ada dan harus dipatuhi ditemukan dalam praksis wacana mereka yang menghubungkan setiap kejadian yang berbeda dengan pengetahuan bersama (shared knowledge) mereka.

 


Keywords


pantangan; pengetahuan bersama; homoglos; heteroglos; analisis wacana kritis

Full Text: PDF

DOI: 10.14710/anuva.3.4.437-446

Refbacks

  • There are currently no refbacks.